Virus Corona di Purwakarta
Baru Dua Jam Masuk RS, Warga Purwakarta Ini Meninggal Indikasi Covid-19, Keluarga Tak Hadir di TPU
Kasus Covid-19 ini, Agung mengaku banyak masyarakat yang merasa khawatir ketika ada seseorang yang mengalami gejala panas, batuk, dan pilek,
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNCIREBON.COM, PURWAKARTA - Seorang warga Purwakarta diduga terindikasi Covid-19 dan meninggal dunia di Rumah Sakit Bayu Asih. Diduga warga tersebut terpapar Covid-19 lantaran memiliki riwayat kontak dengan seseorang yang positif corona dari luar negeri.
Direktur Utama RS Bayu Asih, Agung Darwis menanggapi terkait kasus ini. Dia membenarkan adanya seorang warga yang meninggal di RS Bayu Asih dengan gejala-gejala mirip corona, yakni batuk dan pilek.
Namun, Agung menegaskan hingga saat ini pihak rumah sakit masih belum menyatakan meninggalnya seorang warga itu lantaran terpapar corona.
"Iya ada yang meninggal. Dia masuk (sakit) baru sejam dua jam dan meninggal. Tapi, kami tetap lakukan penanganan seperti penanganan Covid-19. Dimakamkannya pun memakai alat pelindung diri (APD) karena mesti sesuai standar operasional prosedur (SOP)," katanya di Kantor Pemda, Senin (30/3/2020).
Kasus Covid-19 ini, Agung mengaku banyak masyarakat yang merasa khawatir ketika ada seseorang yang mengalami gejala panas, batuk, dan pilek, dan ketika ada sesuatu kejadian seperti meninggal dunia, banyak yang warga menolaknya.
"Kami justru imbau warga untuk tidak menolak, sebab bisa saja itu bukan karena Covid-19," katanya seraya menegaskan hingga saat ini Purwakarta belum masuk dalam transmisi lokal atau penyebaran antarmanusia yang terjadi dalam satu wilayah.
• Satu Lagi PDP Virus Corona di Indramayu Meninggal Dunia, Padahal Hasil Rapid Test Negatif
• Dua Mal Besar di Cirebon Tutup Sementara Selama Pandemi Covid-19, Buka Kembali Tanggal 15 April
• Ayo Baca Doa Qunut Nazilah, MUI Imbau Umat Islam Baca Doa Itu, Agar Terhindar dari Virus Corona
Satu orang warga di Desa Ciwareng, Kecamatan Babakancikao, Purwakarta, meninggal dunia setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih Purwakarta, Senin (30/3/2020).
Meninggal seorang pasien berinisial S (79) banyak yang menduga terpapar virus corona lantaran gejala-gejalanya mirip Covid-19, seperti batuk, pilek, dan demam. Namun, hanya dua jam berada di RS Bayu Asih, Tn. S ini pun meninggal dunia dan dimakamkan.
Terkait meninggalnya seorang pasien di RS Bayu Asih ini pun mendapatkan tanggapan dari Dirut RS Bayu Asih, Agung Darwis. Dia tak menampik adanya pasien yang meninggal dunia tersebut. Menurutnya, pasien tersebut terindikasi terpapar virus corona, lantara mengalami sakit demam, batuk, hingga pilek.
"Iya ada yang meninggal. Dia masuk (sakit) baru sejam dua jam dan meninggal. Tapi, kami tetap lakukan penanganan seperti penanganan Covid-19. Dimakamkannya pun memakai alat pelindung diri (APD) karena mesti sesuai standar operasional prosedur (SOP)," katanya di Kantor Pemda, Senin (30/3/2020).
Berdasarkan informasi yang diterima Tribun Jabar, suasana sedih dan mengkhawatirkan pun tampak dalam prosesi pemakaman pasien yang meninggal diduga terjangkit corona ini.
Tampak dari foto-foto yang didapatkan Tribun Jabar, terdapat dua orang petugas dengan pakaian lengkap alat pelindung diri (APD) seperti astronot yang serba putih ini mengeluarkan keranda jenazah dari mobil jenazah dan kemudian menggotongnya ke area pemakaman.
Tak ada warga setempat atau sanak saudara maupun kerabatnya yang berdatangan mendekat. Kedua petugas itu dengan perlahan-lahan menggotong dan membawanya dekat ke liang lahat. Suasana hening pun tampak pada pemakaman ini. Tak hanya itu, terlihat pula jenazah terbungkus oleh plastik berwarna orange setelah petugas membuka kain keranda.
Dengan adanya kasus pasien yang terindikasi terpapar Covid-19 ini, Agung Darwis pun mengajak warga masyarakat untuk tidak menolak warga yang nantinya meninggal karena corona.