Saat Istri Jadi TKW, Seorang Ayah di Lampung Tiduri Anak Kandungnya Sendiri Selama 7 Tahun

Lebih parahnya sang ayah menyetubuhi sang anak selama bertahun-tahun di saat sang istri menjadi TKW.

Tribun Batam
Ilustrasi 

Diduga tak kuat menahan birahinya, I secara terang-terangan meminta anaknya untuk melayani.

Permintaan itu sempat ditolak korban, karena di bawah ancaman, akhirnya NY pasrah dan mengiyakan ajakan tersebut.

Tak Suka Pinggul Sang Istri Dirangkul Teman, Pria di Kupang Ini Bacok Teman dengan Parang

Tersiksa karena Kram Perut dan Pusing Saat Haid? Ikuti Cara Ampuh Ini Untuk Menyembuhkannya

"Iya saya ancam, kalau gak mau nanti gak saya kasih uang jajan untuk sekolah," ujar pria yang sehari-hari bekerja buruh bangunan ini.

Meski sudah sering melakukan hubungan intim pada korban, pelaku menyebut perbuatan bejat yang dilakukan terhadap anak kandungnya sendiri ini tak sampai berujung kehamilan.

 

"Kami cuma berdua di rumah. Istri saya sudah 18 tahun di Arab. Dulu waktu masih kecil anak saya ini dirawat sama neneknya, udah mau sekolah balik ke saya yang merawatnya," jelasnya.

Kepada polisi, I mengaku khilaf telah melakukan perbuatan tersebut.

"Saya kepikiran juga soal masa depannya, kalau harus saya siap sujud di kaki anak saya," katanya.

Sebelum Meninggal Dunia Ibunda Jokowi, Menanyakan Waktu Salat Ashar: Sudahkah Saatnya Sholat

Presiden Jokowi Pernah Kirim Video untuk Sang Ibu di Hari Ibu 2018, Ia Berjanji Jadi Putra Terbaik

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rosef Efendi mengatakan pihaknya masih mendalami dari keterangan tersangka.

"Dari pengakuannya pertama kali tahun 2011. Karena jauh dengan istri yang bekerja TKW hingga akhirnya pelaku tega melakukan terhadap anaknya sendiri," kata Rosef.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal Undang-undang Perlindungan Anak.

"Untuk hukumannya ancaman maksimal lebih dari 5 tahun penjara," tegasnya.

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Istri Jadi TKW, Ayah Perkosa Anak Kandung selama 7 Tahun, Ngaku Khilaf dan Siap Sujud Minta Maaf

Editor: Mumu Mujahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved