Seorang Ibu Hamil Masuk ODP, Belum Ada Kasus Positif Corona Baru Tapi Jumlah ODP di Garut Capai 178
Peningkatan penemuan jumlah kasus ODP yaitu sebanyak 72 kasus dibanding dua hari lalu.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wicaksana
TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Garut mengalami peningkatan drastis.
Total ada 178 ODP yang terdata tim penanganan.
Jubir Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Garut, Ricky Rizki Darajat, mengatakan, sampai Selasa (24/3/2020) malam tidak ditemukan kasus positif corona di Garut.
Namun jumlah ODP terus bertambah dan telah menjalani isolasi diri.
"Untuk PDP (pasien dalam pengawasan) total sudah tujuh orang. Lima PDP sudah dinyatakan negatif. Empat sudah pulang dan satu meninggal. Sedangkan dua PDP lain masih menjalani perawatan," ucap Ricky, Rabu (25/3/2020).
Pada Senin (23/3/2020), sempat ada tiga PDP di RSUD dr Slamet.
Namun setelah diperiksa hanya satu orang yang dinyatakan PDP.
"Dua PDP yang dirawat yakni pria berumur 57 tahun dan seorang anak laki-laki berusia 4 tahun. Masih ditangani tim medis dan diambil sampelnya," katanya.
• Penampilan Anggun Arsy Pakai Hijab, Kini Ogah Pakai Baju Terbuka, Sempat Protes pada Anang & Ashanty
• Seorang Ahli di China Bongkar Rahasia Agar Virus Corona Bisa Segera Lenyap, Harus Ikuti Syarat Ini
Peningkatan penemuan jumlah kasus ODP yaitu sebanyak 72 kasus dibanding dua hari lalu.
Sebanyak tiga ODP sudah dinyatakan selesai masa pemantauannya dan dinyatakan sehat
"23 pasien masih dalam proses perawatan di rumah sakit dan puskesmas, dan 152 ODP dalam pemantauan Dinas Kesehatan dan Puskesmas," ujarnya.
Terkait informasi adanya ibu hamil yang masuk kategori ODP pada hari Senin, Ricky membenarkannya.
Ibu hamil itu sudah mendapatkan penanganan perawatan layaknya pasien ODP lainnya.
• PEMBELAAN Ria Ricis yang Dilabrak Tetangga, Klaim Sudah Dapat Izin: Enggak Ganggu Lalu Lintas
• KESAKSIAN Bupati Karawang Cellica yang Terinfeksi Covid-19, Ngaku Awalnya Tak Alami Gejala Corona
Selain itu, mengenai adanya informasi bayi berumur 1 bulan yang meninggal diperjalanan saat proses rujukan, Ricky menjelaskan, bahwa informasi tersebut juga benar.
"Namun meninggalnya bayi tersebut tidak ada hubungannya dengan Covid-19. Berdasarkan penjelasan tenaga medis, bayi datang ke Puskesmas dalam keadaan kondisi fisik yang menurun. Dengan gejala gangguan pernafasan berat," katanya.
Berdasarkan riwayat perjalanan dan kontak, bayi atau orang tuanya tidak pernah pergi ke daerah terjangkit Covid-19 atau kontak dengan pasien diduga Covid-19.