Sabtu, 2 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Orang-orang Ini Nekat Minum Urin Sapi Untuk Mencegah Virus Corona, Ternyata Begini Akibatnya

Dalam ritual itu, Chakrapani Maharaj, ketua persatuan tersebut berpose dengan menuang sendok berisi urin sapi kepada para peserta.

Tayang:
Editor: Machmud Mubarok
Tangkap layar Daily Mail via Wartakotalive
Orang-orang India ini percaya urin sapi bisa mencegah dan menyembuhkan dari pernyakit virus Corona. 

"India adalah negara yang demokratis, setiap orang memiliki hak untuk mengekspresikan pendapatnya," kata Dilip Ghosh.

Baca Juga:

Apa Itu Social Distancing? Dinilai Lebih Efektif Cegah Penyebaran Corona Dibanding Lockdown

"Sangat disayangkan bahwa Chaterjee ditangkap karena mengutarakan pendapatnya, yang mengorganisir acara itu, kita tidak tahu apakah merek dipaksa atau tidak," jelasnya.

Banyak warga India menganggap bahwa sapi adalah hewan suci, meminum air seninya dianggap mujarab obati berbagai penyakit.

Beberapa penyakit konon bisa disembuhkan dengan minum urin sapi misalnya, radang sendi, diabetes, asma, hingga kanker.

Pekan lalu, puluhan umat Hindu mengadakan pesta kencing sapi di New Delhi, di mana mereka minum urin sapi untuk melawan virus corona.

Namun, mereka menolak kritik bahwa minum urin sapi identik dengan praktik perdukunan.

Seorang pedagang susu sapi di negara bagian India juga ditangkap karena menjual urin sapi dan kotoran sapi mengkalim benda itu bisa melawan virus corona.

Baca Juga:

Apa Itu Lockdown? Inilah 7 Negara yang Keluarkan Kebijakan Lockdown untuk Cegah Sebaran Corona

Urin sapi dijual dengan harga mulai 500 rupee per liter (Rp100 ribu), dan kotoran sapi 400 rupee per kilogram (Rp85 ribu).

Organisasi Kesehatan India dihubungi untuk memberikan komentar atas klaim urin dan kotoran sapi dan mereka menolk klaim tersebut.

India sendiri dilaporkan memiliki 151 kasus virus corona, dengan tiga kematian.

Demi mencegah virus corona meluas, pemerintah India menutup sekolah, fasilitas hiburan, dan tempat wisata.

Sumber: Intisari
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved