Virus Corona

Imam Besar Masjid Istiqlal Minta Masyarakat Ikuti Fatwa MUI agar Ibadah di Rumah Karena Wabah Corona

Seperti yang diketahui, di tengah kondisi wabah virus corona (COVID-19) ini, pemerintah mengimbau untuk melaksanakan ibadah di rumah.

Editor: Mumu Mujahidin
Newsweekme.com
Ilustrasi salat di masjid. 

TRIBUNCIREBON.COM - Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. KH Nasaruddin Umar, MA, Ph. D, menyampaikan sejumlah anjuran bagi kaum muslim yang tidak dapat melaksanakan ibadah salat Jumat.

Seperti yang diketahui, di tengah kondisi wabah virus corona (COVID-19) ini, pemerintah mengimbau untuk melaksanakan ibadah di rumah.

Hal ini tak lain bertujuan untuk mencegah penularan virus tersebut.

"Bagi laki-laki yang tidak melakukan salat Jumat hari ini, sangat dianjurkan untuk memperpanjang ibadahnya di rumah masing-masing," kata Nasaruddin, seperti yang dilansir dari Youtube BNPB, Jumat (20/2/2020).

"Mungkin bisa mengaji, berdoa lebih banyak, berwirit, salat sunah," sambungnya. 

Sebelumnya, Nasaruddin pun telah memberikan imbauan pada masyarakat terkait pelaksanaan salat Jumat dan salat berjamaah lainnya.

Nasaruddin meminta masyarakat mengikuti fatwa MUI dan imbauan pemerintah untuk beribadah di rumah.

Terlebih, bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang memiliki banyak kasus penularan virus corona (COVID-19).

Polisi Ungkap Penyebab Kematian Dosen Unwir yang Tewas Misterius, Korban Miliki Riwayat Penyakit Ini

Menurut Nasaruddin, langkah ini diambil untuk mencegah hal buruk yang terjadi di negara lain menimpa negara kita sendiri.

"Kami juga mempelajari di negara lain, termasuk Iran, Korea Selatan, dan Itali, yang 2-3 hari terakhir ini sangat-sangat memprihatinkan, sehingga supaya tidak terjadi di negara tercinta kita ini," tuturnya.

Menurut Nasaruddin, masyarakat yang tinggal di kawasan yang memiliki potensi penularan virus corona (COVID-19) sebaiknya tidak mengadakan pertemuan dalam keadaan berjamaah, termasuk salat jumat dan salat wajib berjamaah di masjid.

"Saya selaku Imam Besar Masjid Istiqlal mengimbau kepada seluruh umat Islam, terutama yang ada di wilayah-wilayah yang sangat banyak kasus ini, maka sudah cukup alasan untuk tidak melakukan pertemuan dalam keadaan berjamaah termasuk di dalamnya salat jumat," tegasnya.

"Termasuk juga salat berjamaah subuh, zuhur, ashar, maghrib, dan isya, kalaupun misalnya mau melaksanakan salat jamaah karena daerahnya masih aman, maka jarak antar orang sekitar 2 meter, di Istiqlal melakukan hal itu," sambungnya.

Cerita 3 Pasien Sembuh Corona Ungkap Perlakuan Tenaga Medis di RSPI, Dokter Sampai Duduk Satu Kasur

Nasaruddin juga menyampaikan, mencegah kemudaratan lebih penting daripada mengejar manfaat.

Oleh karena itu, ia pun berpesan pada masyarakat untuk berserah diri pada Yang Maha Kuasa.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved