Virus Corona Mewabah

Dosen Matematika ITB Memprediksi Puncak Corona Terjadi Pada Akhir Maret, Kasus Positif 600 Per Hari

penelitian mereka berusaha menjawab pertanyaan mendasar mengenai epidemi yang tengah terjadi saat ini melalui suatu model matematika.

Editor: Machmud Mubarok
wikipedia
logo ITB 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Para pakar di Indonesia mulai banyak meneliti soal virus corona. Termasuk peneliti yang baru-baru ini ramai diperbincangkan di media sosial.

Tiga orang dosen program studi matematika kampus ITB itu mencoba lakukan simulasi dan pemodelan sederhana prediksi penyebaran Corona Virus Desease (COVID-19). Mereka adalah Nuning Nuraini, Kamal Khairudin S dan Mochamad Apri.

"Makanya cukup terkejut ketika tulisan ini viral dan ramai dibahas oleh warganet. Gara-gara keresahan saya ini, publik jadi semakin tahu bahwa matematika juga bisa membantu dan mengambil peran dalam menghadapi kasus pandemi," ujar perwakilan tim, Nuning Nuraini, di Kota Bandung, Kamis (19/3/2020).

Hasilnya, tim itu memprediksi Indonesia bakal mengalami puncak virus yang belum ditemukan vaksinnya ini pada akhir maret 2020. Lalu, berakhir pada pertengahan April 2020. Dengan kasus harian baru terbesar berada di angka sekitar 600.

Nuning menyatakan percobaan itu mereka beri judul "Data dan Simulasi COVID-19 dipandang dari Pendekatan Model Matematika".

"Ini adalah hasil pemodelan dengan satu model yang kami rasa cukup sederhana dan sama sekali tidak mengikutkan faktor-faktor yang kompleksitasnya tinggi," katanya.

Prostitusi Online di Karawang Terbongkar, Ada PSK Kelas Gold dan Premium, 2 Muncikari Dibekuk Polisi

ZODIAK CINTA Hari Ini, Kamis 19 Maret 2020: Aries Tinggalkan Dia Bila Tak Peka, Leo Kencan di Rumah

Oknum PNS Guru SD Mencabuli 9 Bocah SMP, Polisi Amankan Kondom dan Handbody, Begini Modusnya

Pada saat penelitian mereka berusaha menjawab pertanyaan mendasar mengenai epidemi yang tengah terjadi saat ini melalui suatu model matematika.

Dia bersama rekannya membangun model representasi jumlah kasus virus dengan menggunakan model Richard’s Curve dan kajian kelompok pemodelan 2009 yang dibimbing Prof. Dr. Kuntjoro A. Sidarto.

"Kami punya penanganan yang mungkin sama, sesuai dengan publikasi yang ada dengan Korea Selatan. Tanpa memasukkan faktor kompleksitas lainnya seperti temperatur lingkungan, kelembaban, dan lainnya. Seharusnya kami bisa mendapat kesimpulan yang sama persis dengan apa yang ditulis pada publikasi kami," katanya.

Ternyata Ini Obat Sakit Gigi Paling Manjur, Rugi Banget Nih Kalau Anda Enggak Tahu!

Ekonom Senior Kritik Keras Jokowi soal Penanganan Virus Corona: Stop Proyek Termasuk Pindah Ibu Kota

Bacaan Lengkap Doa Qunut Nazilah Yang Disarankan MUI Agar Terhindar dari Malapetaka Berikut Artinya

Hal tersebut, baginya bukan merupakan perkara mudah. Dia menilai Korea Selatan satu diantara negara di dunia yang paling baik penanganan kasus virus corona.

"Waktu terus berjalan, tentu sulit untuk bisa persis seperti mereka. Tapi setidaknya, dari tulisan ini kami bisa mengetahui bahwa Indonesia perlu melakukan sesuatu untuk tetap berada dalam tren yang baik," ujarnya.

Dia menuturkan tingkat penyebaran yang tinggi akan memberatkan rumah sakit. Pasalnya, tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung pasien virus corona. Sehingga krusial untuk menjaga laju penyebaran tetap berada dalam kontrol.

Menurutnya, bentuk pencegahan meluasnya penyebaran virus bisa dilakukan dengan cara memutus rantai penularan. Yakni melakukan pembatasan sosial (social distancing).

"Harapannya setiap masyarakat tidak akan menjadi penular maupun tertular. Karena tidak melakukan kontak dengan siapapun. Sehingga laju penyebaran dapat menurun atau setidaknya terjaga konstan," katanya. 

Meninggal Satu Orang

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya masih menyempurnakan keakuratan dan sistem pendataan di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar). Sampai Senin (16/3) tercatat ada 10 pasien positif virus corona asal Jawa Barat, dua di antaranya meninggal dunia.

Dari data 10 orang tersebut, satu orang yang dinyatakan positif dan meninggal dunia adalah seorang warga Kabupaten Cianjur. Selain itu, yang meninggal dunia juga adalah seorang perawat kesehatan di sebuah rumah sakit di Jakarta yang berdomisili di Kabupaten Bekasi.

Delapan pasien lainnya yang dinyatakan positif dan masih diisolasi dan dirawat adalah seorang warga Purwakarta yang dirawat di RS Rotinsulu Bandung dan seorang warga Kabupaten Cirebon yang dirawat di Kota Cirebon.

Kemudian dua warga Kabupaten Bekasi yang merupakan istri dan anak pasien yang meninggal di Kabupaten Cianjur, seorang warga Kota Bandung, dan tiga orang warga Kota Depok.

"Kita masih koordinasi, update data yang keliru kita perbaiki, seperti yang posisinya sudah sembuh tapi datanya masih posisi yang sama, itu yang kita akan sempurnakan," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Sate, Senin (16/3).

Penyempurnaan data di Pikobar ini, katanya, akan terus disempurnakan hingga sampai suatu hari nanti sangat memadai dan lengkap sesuai dengan kebutuhan yang masyarakat butuhkan.

"Jadi harap dimaklum dulu posisi awal data ini saya kira nanti Kepala Dinas Kesehatan akan bertanggung jawab karena verifikasi data di Dinas Kesehatan yang harus saya monitor untuk datanya akurat," katanya.

Namun demikian, katanya, Pikobar ini diapresiasi Menteri Dalam Negeri RI dan dalam waktu dekat akan ditinjau oleh tim dari kementerian supaya bisa diduplikasi di daerah lainnya.

Jabar Command Center

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian menyampaikan apresiasi terhadap langkah antisipasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menangani pandemi virus corona Covid-19 melalui Jabar Command Center (JCC).

Menurut Tito, command center dengan fasilitas lengkap akan mampu menyosialisasikan Covid-19, social distancing, hingga tata cara memelihara kesehatan tubuh kepada masyarakat luas secara efektif dan optimal.

Dalam agendanya meninjau langsung JCC yang ada di kawasan Gedung Sate itu, Tito pun berharap agar daerah lain dapat meniru command center milik Pemprov Jabar tersebut.

“Dari paparan command center yang ada, saya terus terang kasih apresiasi tinggi. Saya lihat command center sudah terbentuk. Command center yang tetap ada sumber daya manusia, pembagian tugas, ada peta, ada aplikasi yang bisa diunduh, bahkan ada sistem yang meng-connect ke 50.000 RW,” ucap Tito dalam konferensi pers penanganan Covid-19 di Gedung Sate, Rabu (18/3/20).

Selain JCC, Tito pun mengapresiasi inisiatif Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang aktif merumuskan langkah-langkah proaktif untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Ridwan Kamil, kata Tito, juga telah membentuk organisasi penanggulangan Covid-19 yang melibatkan lintas sektoral sebagai langkah edukasi, deteksi, hingga mitigasi.

“Saya juga kasih apresiasi sama gubernur, sudah antisipasi sejak awal, persiapan kalau Covid-19 masuk Jabar. Kemudian edukasi, mitigasi, dan terjadinya lonjakan secara eksponensial,” ujar Tito.

“Untuk organisasi sudah dibentuk dalam rangka penanggulangan covid. Jadi selain leadership, ada tim yang melakukan deteksi dan surveillance atau tracing dan penanganan mereka yang diduga atau ODP maupun PDP. Apresiasi apalagi ini sudah lintas sektoral. Hal penting yang dapat ditiru daerah lain, jangan telat untuk membuat tim,” ujarnya.

Sementara itu, Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan proaktif tes kepada 230 orang dengan hasil satu di antaranya positif COVID-19 meski tidak menunjukkan gejala terjangkit virus SARS-CoV-2 itu.

“Kami sampaikan tes proaktif dari 230 orang, satu positif dan sekarang dirawat di RSHS. Padahal orang tersebut terlihat sehat dan tidak bergejala,” ucap Kang Emil.

“Ini menandakan kita harus waspadai, tidak menunggu mereka bergejala baru mereka periksa. Alhamdulillah keputusan tes proaktif diapresiasi menteri,” katanya.

Dalam upaya pencegahan COVID-19 di Jabar, JCC sendiri merupakan markas Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat (PIKOBAR). Adapun warga bisa mengakses informasi berkaitan dengan COVID-19 hingga peta persebarannya melalui situsweb pikobar.jabar.go.id.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved