Jenazah Kuraesin Dipulangkan

Kuraesin TKI Asal Indramayu Tadinya Mau Dimakamkan di Jeddah, Batal karena Pemberitaan di Indonesia

Jenazah Kuraesin yang meninggal akibat terjatuh dari lantai 4 tempat penampungan salah satu agency (Syarikah Saed) di Jeddah.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Istimewa
Prosesi pemakaman Kuraesin (33) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Blok Winong, Desa Bojong Slawi, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jumat (6/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Jenazah Kuraesin yang meninggal akibat terjatuh dari lantai 4 tempat penampungan salah satu agency (Syarikah Saed) di Jeddah, Arab Saudi nyaris akan dimakamkan di negara timur tengah itu.

Ia dilaporkan meninggal setelah hampir satu bulan lamanya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih saat ditemui Tribuncirebon.com di sekretariat setempat, Minggu (8/3/2020).

"Tidak tahu gimana tadinya memang mau diam-diam dipendam di sana, tapi karena ada pemberitaan dari kita di Indonesia akhirnya bisa dipulangkan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Adapun Kuraesin sendiri merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Blok Winong, Desa Bojong Slawi, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.

Ia berangkat ke Arab Saudi sebagai PMI unprosedural atau ilegal dan terindikasi kuat korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) oleh pihak perekrekrut.

Ia dilaporkan meninggal dunia seusai jatuh dari lantai 4 tempat penampungan salah satu agency (Syarikah Saed) di kota Jeddah, Arab Saudi.

"Kecelakaannya tanggal 9 Februari meninggalnya 10 Februari dan baru dipulangkan sekarang karena di sana diotopsi, dan lain-lain karena dia ilegal," ujarnya.

Selama hampir satu bulan itu, Kuraesin ditempatkan di kamar mayat sebuah rumah sakit di Jeddah, Arab Saudi.

Adapun terkait akan dimakamkan di Arab Saudi, Juwarih menduga keputusan itu dibuat secara diam-diam oleh pihak perekrut.

Diketahui Kuraesin berangkat ke Arab Saudi setelah direkrut oleh Idah, calo atau sponsor warga Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

Oleh Idah, Kuraesin dilimpahkan ke Rini, sponsor warga Desa Sendang, Kecamatan Karangampel, Indramayu. Dari Rini, kemudian dilimpahkan kembali ke Nadia, perekrut yang di Jakarta.

"Mungkin keputusan dari perekrut, itu dugaan saya, saya belum tahu pastinya cuma kemarin saya konfirmasi ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah ngomongnya akan dimakamkan di sana," ujar dia.

Kendati demikian, SBMI Cabang Indramayu mencoba menanyakan perihal tersebut ke pihak keluarga maupun pemerintah desa setempat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved