Virus Corona Mewabah
RSHS Bandung Kembali Isolasi Tiga Pasien dengan Status Pengawasan Corona, Seorang Masih Diterapi
Sebelumnya, RSHS pun sempat mengobservasi lima pasien dengan status pengawasan virus corona di RIIKK.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung kembali mengisolasi tiga pasien dengan status pengawasan virus corona Covid-19 di Ruang Isolasi Infeksi Khusus Kemuning (RIIKK), Jumat (6/3).
Direktur Utama RSHS, Nina Susana Dewi, mengatakan sampel cairan tubuh ketiga pasien ini telah dikirim untuk diperiksa di laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, untuk mengetahui positif atau tidaknya ketiga pasien tersebut.
"Ada sekarang yang masuk dengan gejala yang sama, dan kami menyebut itu pasien dalam pengawasan, sedang diproses pemeriksaan. Ada tiga pasien, tapi itu masih dalam proses pemeriksaan di laboratorium," kata Nina seusai memimpin simulasi penanganan pasien terduga virus corona di RSHS, Jumat (6/3).
Nina mengatakan dari tiga pasien tersebut, ada yang mulai dirawat dan diisolasi pada Kamis (5/3) malam dan Rabu (4/3) malam. Nina mengatakan tidak bisa memberitahukan data pasien lebih banyak atas perintah Kementerian Kesehatan RI. Ketiga pasien tersebut sedang dalam penanganan medis.
"Kami hanya bisa menyatakan bahwa memang kami sekarang memeriksa atau melayani pasien perawatan dalam pengawasan. Untuk informasi selanjutnya kami serahkan kepada Kementerian Kesehatan," katanya.
Dari tiga pasien baru tersebut, katanya, dua di antaranya sudah dalam kondisi baik dan satu lainnya masih dalam proses terapi.
"Pasiennya kami nyatakan, yang dua baik-baik saja, yang satu dalam terapi yang mungkin termasuk kriteria sesuai dengan RIIKK, tapi semua baik-baik saja. Semua dewasa, WNI semua," ujarnya.
• Majikan Hajar Sopir Pribadi Secara Membabi Buta, Sopir Babak Belur, Kaki Patah, Masalahnya Sepele
• Seorang Ibu Nikahi Anak Kandung di Gorontalo Hingga Hamil Besar, Ngaku Suka Sama Suka, Ini Faktanya
Sebelumnya, RSHS pun sempat mengobservasi lima pasien dengan status pengawasan virus corona di RIIKK. Semua pasien tersebut sudah pulang ke rumah mereka masing-masing karena dinyatakan negatif virus corona melalui hasil uji laboratorium.
Nina mengatakan RSHS memiliki lima kasur perawatan di RIIKK dan tujuh kasur rawat inap khusus isolasi untuk tambahannya. Jumlah ini belum termasuk yang berada di ruang isolasi di Instalasi Gawat Darurat. Nina menyatakan RSHS selalu siap melayani pasien, termasuk yang dalam status pengawasan virus corona.
Masih 2 Pasien Positif
Dua warga negara Indonesia ( WNI) yang merupakan ibu dan putrinya positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.
Ibu yang berusia 64 tahun dan anaknya yang berusia 31 tahun itu berdomisili di Depok.
Berdasarkan rilis yang diterima Tribun Jabar, sang anak melakukan kontak dengan warga negara Jepang pada pertengahan Februari.
Kontak tersebut dilakukan di Indonesia saat mereka menjadi peserta acara klub dansa.
Warga negara Jepang itu terbukti positif virus corona saat kembali ke Malaysia.
Setelah melakukan kontak dengan warga negara Jepang, WNI itu mengalami gejala batuk, sesak napas, dan demam selama 10 hari.
Kemudian ia berobat ke salah satu rumah sakit di Depok.
Beberapa hari kemudian, ia dirujuk ke Rumah Sakit Sulianto Saroso.
Kondisinya sempat membaik. Ia menjalani tes dengan metode swab atau usap tenggorokan pada 1 Maret.
Gejala yang dialami sang anak juga muncul di ibunya.
Ia mengalami demam, sesak napas, batuk, pilek, dan lemas.

Ibu melakukan kontak dengan putrinya yang sebelumnya bertemu dengan warga negara Jepang.
Ia juga berobat di salah satu rumah sakit di Depok kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Sulianto Saroso dan menjalani pemeriksaan.
Hasilnya dua WNI asal Depok itu positif terinfeksi virus corona.
Mengapa WN Jepang Lolos Thermal Scanner?
Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang dikutip dari Kompas.com, warga Jepang itu baru terdeteksi virus corona setelah meninggalkan Indonesia.
Dia dideteksi saat berada di Malaysia.
Setelah mendapat kabar tersebut, pemerintah kemudian melakukan pemeriksaan terhadap seorang ibu dan putrinya.
"Dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," ucap Jokowi.
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, dalam tayangan Kompas TV Live, mengatakan pihaknya sudah melakukan karantina saat mendengar kabar dua warga negara Jepang yang memiliki riwayat ke Indonesia positif virus corona.
Dua WNI itu diisolasi dan mengalami gejala batuk serta pilek.
Keduanya menjalani pemeriksaan melalui metode swab atau usap tenggorokan.
Hasilnya adalah positif terinfeksi virus corona.
"Langsung lakukan karantina lalu ada gejala batuk dilakukan swab yang hasilnya positif lalu saya lapor presiden dulu," kata Terawan.

Terawan mengatakan dua WNI itu sudah mendapat perawatan.
Bagaimana warga negara Jepang itu bisa lolos thermal scanner di bandara?
Terawan menjelaskan warga negara Jepang itu bisa saja tidak menunjukkan gejala demam saat di bandara sehingga lolos thermal scanner.
"Ya kalau dia pas masuk kebetulan tidak panas dengan ilmu apapun tidak bisa (dideteksi) atau dia minum obat (sehingga tidak demam) ya tidak bisa," ucapnya.
Namun, Terawan meyakinkan bahwa pemerintah telah melakukan tindakan terkait dua WNI yang positif virus corona.
"Kan kita tahu kontak dia, kontak itu lah yang kita cari karena yang penting itu close contact," jelasnya.
Terawan mengatakan virus corona atau Covid-19 merupakan penyakit yang dapat disembuhkan oleh tubuh.
Bila imunitas penderita baik maka dapat sembuh.
Ia pun menghimbau bagi penderita untuk mengenakan masker.
• Singapura Umumkan 4 Kasus Baru Virus Corona, Dua di Antaranya Sempat ke Batam
• 2 WNI yang Terjangkit Virus Corona Tinggal di Depok, Terpapar oleh Orang Jepang yang Datang Bertamu