Kumandang Adzan Sang Anak Antarkan Jenazah Sertu Iskandar Anggota TNI yang Tewas Terinjak Gajah Liar
Upacara pemakaman digelar di TPU Bawah Kabung Desa Sungai Kedukan Kecamatan Rambutan Banyuasin Kamis (5/3/2020).
TRIBUNCIREBON.COM - Selamat jalan Serka Anumerta Iskandar Zulkarnaen (49), anggota Babinsa Koramil 42-14 Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang tewas diserang gajah liar Rabu (4/3/2020).
Upacara pemakaman digelar di TPU Bawah Kabung Desa Sungai Kedukan Kecamatan Rambutan Banyuasin Kamis (5/3/2020).
Upacara dipimpin oleh Kolonel Inf Syarifuddin selaku staf ahli Pangdam II Sriwijaya danberjalan lancar hingga dimulai dari pemakaman dan adzan terakhir yang dikumandangkan oleh putra almarhum, Oka.
Suaranya lantang melepaskan adzan hingga komad.
Kemudian, dilanjutkan dengan penaburan bunga oleh putri almarhum bernama Indri yang mengenakan hijab kekuningan.
Ia tampak dibopong oleh keluarga.
Kegiatna dilanjutkan dengan pengisian tanah ke liang kubur oleh Kolonel Inf Syarifuddin, staf ahli Pangdam II Sriwijaya mewakili Pangdam dan diiringi oleh Dandim 0402/OKI Letkol Inf Zamroni SSos, serta para sanak keluarga dan kerabat bersama merapikan pemakaman.
Dari prosesi pemakaman tadi, istri dari almarhum, Bariah, tampak tetap berusaha menguatkan diri dengan musibah yang menimpa suami tercintanya.
Almarhum Iskandar Zulkarnain yang tewas dalam tugas menolong masyarakat dusun Belati Desa Banyu Biru Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir.
• Anggota TNI di Sumsel Tewas Diinjak Gajah yang Mengamuk, Awalnya Mau Membantu Warga Usir Pakai Kayu
• Cek 8 Mitos Tentang Diabetes, Kontrol Gula Darah Anda dengan Konsumsi Daun Jambu Biji Secara Rutin
Untuk diketahui almarhum bertugas di wilayah OKI dan bertempat tinggal di Perumahan Tiga Putri Blok E RT 31 No 16 Kelurahan Tanah Mas Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin.
Almarhum tewas, Rabu (4/3/2020) pukul 09.30, setelah diamuk oleh gajah liar.
Sertu Iskandar (49) anggota TNI yang bertugas sebagai Babinsa, meninggal saat menjalankan tugas membantu masyarakat.
Sertu Iskandar gugur saar menghalau seekor gajah yang masuk pemukiman di Dusun Belati Desa Banyubiru Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Rabu (4/3/2020).
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Genman Hasibuan mengatakan gajah tersebut diduga terpinggirkan dari kelompoknya.

Lebih lanjut dijelaskan, di Kecamatan Air Sugihan OKI memang terdapat Kantong Simpang Heran Sugihan yang merupakan populasi gajah terbesar di wilayah Sumatera Selatan.
Hal ini tidak terlepas dari cukup banyaknya jumlah populasi gajah di kawasan tersebut.
Berdasarkan data di BKSDA Sumsel, ada sekitar 120 hingga 130 individu gajah disana.
"Jadi memang konon dulunya daerah sana merupakan habitat dari gajah. Tapi sekarang sudah mulai berubah jadi pemukiman dan perkebunan warga.
• Daftar Harga HP Xiaomi Maret 2020, Lengkap Mulai Rp 900 Ribu hingga Black Shark 2 Pro Rp 8,9 Jutaan
• Kembali Terjadi Istri Antar Suami Nikah Lagi, Kini Terjadi di Bulukumba Sulawesi Selatan
Dan bisa jadi juga, lokasi kejadian berada di jalur lintas yang dulunya sering dilewati oleh gajah yang berada disana," ujarnya.
Dikatakan Genman, persoalan bagi satwa liar saat ini adalah habitatnya yang telah terfragmentasi (terbagi).
Hal ini tidak terlepas sebagai dampak dari pembukaan lahan secara besar-besaran yang kerap kali dilakukan warga.
"Dan akibatnya, habitat satwa liar jadi terfragmentasi (terbagi) dalam bentuk kecil-kecil. Hal ini menjadikan populasi mereka terdesak. Dan persoalan ini bukan hanya dialami populasi gajah atau harimau saja, tapi semua hewan liar," ujarnya.
Maka dari itu, kata Genman, pihaknya yang turun ke lokasi kejadian, masih mengamati dan menelusuri penyebab jatuhnya korban jiwa dalam kejadian ini.
• Lowongan Kerja BUMN, PT Pos Indonesia dan PT Hutama Karya Membuka Lowongan Kerja, Cek Selengkapnya
• Timbun 17.500 Masker di Apartemen untuk Dijual Online, Mahasiswi di Jakarta Ini Diciduk Polisi
"Kita juga tidak bisa langsung mengambil kesimpulan bahwa gajah tersebut mengamuk. Harus diselidiki dulu, apa penyebab dan kondisi yang terjadi saat itu.
Untuk itu, tim sudah kita turunkan di lapangan guna mendalami kejadian tersebut," tuturnya.
Almarhum Sertu Iskandar Zulkarnaen rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan seorang warga yang tengah diserang oleh gajah liar.
Peristiwa tersebut terjadi di Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, Rabu (4/3/2020).
Sosok Sertu Iskandar kesehariannya adalah Babinsa di Koramil 402-14/ Air Sugihan.
Almarhum meninggal setelah terinjak gajah.
• Jelang Lawan Arema FC, Bek Persib Bandung Victor Igbonefo Waspadai Hal Ini
• Kasus Virus Corona Terus Bertambah di Italia, Liga Champions Ikut Kena Imbas
Komandan Kodim (Dandim) 0402/OKI, Letkol CZi Zamroni mengungkapkan kronologi meninggalnya prajurit TNI tersebut.
"Anggota kami jam 09.00 sedang membantu menyelamatkan warga di desa Banyubiru jalur 27 kecamatan airsugihan,"
"Korban kemudian lari dan terjatuh, kemudian diinjak oleh gajah liar yang memasuki pekarangan petani Air Sugihan," katanya, Rabu (4/3/2020)
Lanjutnya, korban tak mampu menyelamatkan diri karena berada dibawah kaki gajah yang menginjaknya.
"Warga yang saat itu berada di lokasi tak mampu memberikan pertolongan karena gajah liar ini sedang mengamuk,"
"Dengan berbagai cara, warga kemudian berhasil menghalau gajah menuju hutan, dan warga langsung menolong anggota TNI tersebut sudah tak bernyawa," jelasnya.
Anggota tersebut meninggal di tempat dengan luka berat di kepala dan badan akibat amukan gajah.
Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Adzan Sang Anak Antar Anggota TNI yang Tewas Diserang Gajah Liar ke Peristirahatan Terakhir