Pulang Mancing, Anak Pemulung di Indramayu Dicegat 2 Pria, Dibuat Pingsan, Sadar Sudah Tak Bercelana

Malang nasib S, di usianya yang terbilang masih belia yakni 14 tahun dia harus menanggung beban hidup yang berat setelah jadi korban pelampiasan. . .

Dok Tribun Manado
Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak. 

Saat sadarkan diri, S kaget karena tengah berada di kediaman pelaku berinisial R (24) di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu.

Adapun S juga dalam keadaan tidak bercelana dan merasa sakit di kemaluannya, korban diduga diperkosa pelaku.

Koordinator Daerah Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Kabupaten Indramayu, Adi Wijaya mengatakan, ironisnya korban merupakan anak dari keluarga tidak mampu, S hanya seorang anak pemulung dan kini sudah putus sekolah.

"Korban ini putus sekolah berhenti pas kelas 6 tidak dilanjutkan lagi karena kondisi orangtuanya yang tidak memungkinkan cuma pemulung sampah," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (21/2/2020).

Disampaikan Adi Wijaya, keluarga korban juga merupakan keluarga paling tidak punya di desanya, rumah yang kini mereka tinggali pun merupakan hasil dari swadaya masyarakat.

Adi Wijaya mengatakan, tidak habis pikiran pelaku tega melakukan tindakan bejat kepada korban yang merupakan anak seorang pemulung.

Pihaknya pun berjanji akan mendampingi korban hingga kasus tersebut tuntas dan pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya.

"Kami akan terus mendampingi kasus ini sampai tuntas," ujar dia.

Saat ini, pelaku sudah dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti pada Rabu (20/2/2020) kemarin.

Pelaku terancam dijerat Pasal 81 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Dari pihak kepolisian nunggu hasil visum dahulu untuk tindakan selanjutnya," ucap dia.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved