WNA Asal Hubei China Negatif Corona

WNA Asal Hubei yang Sempat Dirawat di RSD Gunung Jati Negatif Corona, Dinkes Beri Imbauan Begini

WNA asal Hubei, China, berinisial XC (25) sempat dirawat di Ruang Isolasi RSD Gunung Jati karena mengalami gejala demam dan batuk.

WNA Asal Hubei yang Sempat Dirawat di RSD Gunung Jati Negatif Corona, Dinkes Beri Imbauan Begini
TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAIHAQI
Direktur Utama RSD Gunung Jati, dr Ismail Jamaludin (keempat kanan), saat konferensi pers di Ruang Komite Medik RSD Gunung Jati, Jl Sudarsono, Kota Cirebon, Rabu (12/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - WNA asal Hubei, China, berinisial XC (25) sempat dirawat di Ruang Isolasi RSD Gunung Jati karena mengalami gejala demam dan batuk.

//

Kini, ia telah dipulangkan setelah hasil uji laboraturium Kemenkes RI menyatakan negatif corona.

Gerindra dan Perindo Belum Resmi Gabung Koalisi Perubahan Untuk Rakyat di Pilkada Indramayu 2020

Ia bersama keempat temannya singgah di Desa Barisan, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirenon, untuk belajar tari topeng.

Karenanya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengimbau warga Desa Barisan tetap tenang.

Pasalnya, XC dinyatakan negatif corona meski sempat dirawat di ruang isolasi.

Hanya Bermodalkan Kunci T, Pelaku Curanmor di Majalengka Gasak Motor Korban Kurang Dari Dua Menit

"Tidak udah resah karena yang bersangkutan kondisinya sehat," kata Enny Suhaeni dalam konferensi pers di Ruang Komite Medik RSD Gunung Jati, Jl Sudarsono, Kota Cirebon, Rabu (12/2/2020).

Ia mengatakan, XC bersama rekannya sesama WNA asal China sempat tinggal di Desa Barisan sejak 1 Februari 2020.

Menurut dia, mereka juga sudah dilakukan pemeriksaan awal dam dipastikan kondisinya baik-baik saja.

"Semua WNA asal China di Desa Barisan kondisinya dinyatakan sehat sehingga masyarakat tidak usah panik," ujar Enny Suhaeni.

ISTRI Syok Saat Mengetahui Suaminya Selingkuh dengan Pembantu, Terbongkar Karena Kicauan Burung Beo

Pihaknya juga akan terus memantau kondisi mereka hingga berangkat ke Yogyakarta pada 13 Februari 2020.

Bahkan, pemantauan itupun turut melibatkan pihak pemerintah desa, kecamatan, dan stakeholder lainnya.

"Untuk antisipasi dari sisi petugas puskesmas setempat juga sudah kami minta bersiaga," kata Enny Suhaeni.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved