Dua Oknum Guru SMAN 8 Medan Berkelahi di Dalam Kelas Ditonton Para Siswa, Dilaporkan ke Polisi
Setelah lima belas menit, DP kembali datang dengan arogansinya serta menyuruh anak yang dipanggilnya turun ke bawah
TRIBUNCIREBON.COM - Sebuah video yang memperlihatkan dua oknum guru SMAN 8 Medan berkelahi di dalam kelas dan disaksikan siswanya viral di media sosial, Senin (3/2/2020). Dalam video berdurasi 1 menit 52 detik itu, terlihat keributan dipicu saat salah seorang guru memanggil dua orang siswa yang ada di dalam kelas.
Dua oknum guru tersebut berinisial HM guru matematika dan DP guru honorer olahraga.
Kepala SMA Negeri 8 Medan Jonggor Panjaitan mengatakan, kedua guru yang terlibat perkelahian yakni HM, seorang guru matematika dan DP, guru olahraga.
"Iya benar, ada itu. Tapi sudah dibuat pengaduannya ke Polsek. Kita tunggulah dari," katanya ketika ditanya bagaimana perkembangan sekarang terkait kasus tersebut, Selasa (11/2/2020).
Saat kejadian, dia mengaku sedang tidak berada di sekolah. Kendati demikian, kata dia, DP saat ini telah dijatuhkan, sementara Herbin Manurung tidak diketahui keberadaannya.
"Dia (HM) kurang tahu. Entah masuk apa enggak. Kalau yang satunya, DP saya skors," katanya.
Dijelaskan Jonggor, perkelahian tersebut diawali saat DP disuru wakil kepala sekolah memanggil dua orang siswa yang sedang diajar oleh HM.
"Setelah 10 menit, siswa itu tidak datang. Diulangi kembali lah (oleh Deni untuk memanggil). Terjadi perkelahian dan adu mulut di dalam kelas," jelasnya.
Atas peristiwa itu, HM melaporkan DP ke Polsek Medan Area atas dugaan pengerusakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406 KUHP.
Tak Izin Pengampu
Sementara itu, dikutip dari TribunMedan.com, HM mengatakan, peristiwa itu terjadi saat proses belajar, di Lantai III, DP, guru honorer sekaligus anak kepala sekolah datang ke kelas tanpa izin memanggil siswa.
"Aku terkejut saat dia datang dan sontak memanggil murid dari kelasku, waktu itu kami sedang bahas soal matematika karena kelas III kan mau ujian. Itu baru satu jam proses belajar dari pukul 07.30 WIB," ungkapnya, dikutip dari TribunMedan.
Saat memanggil dua siswa itu, DP, tidak izin kepada HM, sebagai pengampu mata pelajaran yang sedang berjalan.
"Seusai dipanggilnya siswa itu, dia (DP) langsung balik badan dan turun ke bawah. Lalu murid yang dipanggil itu langsung menghadap saya dan minta izin. Saya tidak izinkan sebab tidak ada keterangan padaku mengapa siswa itu dipanggil. Lagian, DP tidak ada kasih tahu apa-apa kepadaku perihal anak yang dipanggil, permisi pun tidak," ujarnya.
Setelah lima belas menit, DP kembali datang dengan arogansinya serta menyuruh anak yang dipanggilnya turun ke bawah. "Dia langsung bilang, siapa tadi yang kupanggil itu, kenapa belum turun? Arogansi luar biasa lah," ujarnya.