Pria Asal Maluku yang Dikeroyok Sampai Tewas di Diskotek Pentagon Surabaya Anggota Maluku Satu Rasa

Kasus pengeroyokan terhadap pria asal Maluku di Diskotek Pentagon, Surabaya pada Kamis (6/2/2020) semakin berbuntut panjang.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
SURYA.co.id/Firman Rachmanudin
Sejumlah orang mendatangi Diskotek Pentagon, Surabaya, terkait aksi pengeroyokan pada Kamis (6/2/2020) dini hari lalu 

7. Tuntutan Ketua M1R

Ketua M1R, David menuturkan, pihaknya mendesak kepolisian dalam hal ini Polsek Tegalsari untuk mengusut kasus tersebut dan segera meringkus pelakunya.

"Kami akan mendesak pihak kepolisian segera mengungkap agar pelaku segera ditangkap," katanya saat dihubungi SURYA.co.id, Minggu (9/2/2020).

Ia mengaku sudah tak mampu lagi membendung rasa emosi dari pihak keluarga ataupun solidaritas anggota M1R.

"Saya tidak bisa membatasi emosi dari keluarga, emosi dari rekan-rekan M1R," tuturnya.

Foto Glenn Puttiray semasa hidup (kiri), Polsek Tegalsari saat didatangi Organisasi Maluku Satu Rasa tuntut pelaku pengeroyokan pemuda Maluku segera ditangkap, Kamis (6/2/2020) lalu.
Foto Glenn Puttiray semasa hidup (kiri), Polsek Tegalsari saat didatangi Organisasi Maluku Satu Rasa tuntut pelaku pengeroyokan pemuda Maluku segera ditangkap, Kamis (6/2/2020) lalu. (SURYA.co.id/Luhur Pambudi)

Tak cuma meminta pelaku segera diringkus, David juga mendesak, agar diskotek yang menjadi lokasi pengeroyokan tersebut lekas ditutup.

"Dan tolong Pentagon ditutup, karena sudah terlalu banyak dia memakan korban," terangnya.

Senin (10/2/2020) depan, ungkap David, pihaknya berencana menemui Kapolsek Tegalsari untuk menyampaikan desakan tersebut secara langsung.

"Rencana hari senin kami menghadap kapolsek kami mau tanya lagi perkembangan bagaimana," pungkasnya.

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved