Polisi Cianjur Periksa Direktur PT Karya Utama Terkait Ambruknya Jembatan Cibalagung

Satreskrim juga melakukan pemeriksaan bagian perencanaan konsultan perencana kegiatan pembangunan Jembatan Cibalagung

Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Sebuah jembatan besar yang sedang dibangun di Cibalagung, Pasirgede Raya, Cianjur, ambruk, Senin (3/2/2020) sekitar pukul 16.30 WIB. Jembatan Cibalagung Pasirgede Raya Tangkil tahap II Dinas PUPR itu pengerjaannya dilaksanakan oleh CV Karya Utama sejak Agustus 2019. 

Laporan Wartawan Tribun, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Satreskrim Polres Cianjur telah memeriksa beberapa orang terkait ambruknya jembatan Cibalagung pada ruas jalan Pasir Gede Raya-Tangkil (Tahap II).

Beberapa orang yang diperiksa tersebut di antaranya dari dua orang pemasang baja dan direktur sekaligus pemilik CV Karya Utama selaku pemenang lelang proyek.

Polisi juga telah melakukan olah TKP untuk mengetahui sebab-sebab jembatan tersebut runtuh, karena jembatan tersebut masih dalam proses pengerjaan.

Kepala Urusan Sub Bagian Humas Polres Cianjur, Ipda Budi Setiayuda, mengatakan Satreskrim juga mengambil dokumen kontrak kegiatan pembangunan Jembatan Cibalagung, dokumen progress pekerjaan kegiatan pembangunan Jembatan Cibalagung, dan dokumen visual pekerjaan kegiatan pembangunan Jembatan Cibalagung.

"Satreskrim juga melakukan pemeriksaan bagian perencanaan konsultan perencana kegiatan pembangunan Jembatan Cibalagung," ujar Budi, Rabu (5/2/2020).

Beberapa pihak lainnya yang diperiksa adalah PA, PPK, pengawas lapangan dari Dinas PUPR kegiatan Pembangunan Jembatan Cibalagung.

Dilanjutkan dengan pemeriksaan konsultan pengawas kegiatan Pembangunan Jembatan Cibalagung dan pihak/tim teknis PT Yambala Indonesia selaku Tim Erektion dan sekaligus sebagai pabrikasi.

Puluhan Napi Wanita Hamil Mendadak di Penjara Khusus Wanita, Mereka Ingin Hamil Karena Alasan Ini

Nahas Sang Ibu Mengaku Sempat dapat Pertanda Buruk Lewat Mimpi, Jika Anaknya Bakal Tenggelam

Detik-detik Ambruk

Detik-detik ambruknya jembatan Cibalagung proyek Dinas PUPR dengan anggaran Rp 5,5 miliar ternyata hampir merenggut dua nyawa pekerja yang masih berada di atas jembatan dan bertumpu hanya pada tali pengaman yang melilit ke badan.

Dua pekerja tersebut adalah AS (35) dan KR (37). Keduanya masih tertambat pada tali pengaman dan berada di atas jembatan yang menghubungkan Desa Bojongherang dengan Desa Babakankaret, Kecamatan Cianjur ini.

Keduanya masih berpegangan ke baja jembatan di saat semua pekerja sudah turun karena mengetahui ada pergeseran cukup riskan di bagian sisi jembatan sebelah selatan.

Berbekal pengalaman, keduanya mencoba tak panik dan hanya berpegangan ke bagian jembatan sambil menjaga posisi tubuh agar tak terjatuh ke sungai.

"Kami mencoba tak panik, sesuai arahan dan pengalaman, kami berdua berpegangan pada baja jembatan dan percaya pada tali pengaman," ujar AS.

Ia pun turun dan melepas tali setelah bagian tengah jembatan mendarat di dasar sungai.

"Kami bersyukur selamat, kejadiannya hanya beberapa detik," katanya.

Setelah Satreskrim membentangkan garis polisi, beberapa petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur turun ke lokasi ambruknya jembatan.

BPBD mendata beberapa keterangan di lokasi kejadian dari beberapa pekerja pembangunan jembatan yang ambruk.

 Setelah Perhiasan Lina Senilai Rp2 Miliar Raib, Kini Uang Titipan Rizky Febian Rp4 M Dipertanyakan

 Pria Enam Anak Ini Berduka Berat, Tiga Anaknya Tewas Ditabrak Mobil Saat Beli Es Krim

 16 Anggota Polda Jabar Diberhentikan Secara Tidak Hormat, Ada 5 Anggota Terlibat Kasus Narkotika

Anggota Satreskrim Polres Cianjur langsung membentangkan garis polisi di lokasi jembatan runtuh.

Unit II dipimpin langsung oleh Kanit Dadang yang turun bersama beberapa anggotanya.

Selain membentangkan garis polisi, pihak kepolisian juga membawa beberapa baut dan mur ukuran besar dari lokasi kejadian.

Beberapa saat kemudian datang enam orang dua di antaranya berseragam ASN membawa beberapa buku yang tebal-tebal.

Warga yang tak jauh dari lokasi kejadian sempat mendengar dentuman cukup keras dari ambruknya jembatan.

Seperti yang didengar oleh Ino (40) yang berada di bagian utara dari jembatan.

"Cukup keras pa, saya lagi ada tak jauh dari jembatan," kata Ino.

Rencananya jembatan ini akan menjadi alternatif jalan Dr Muwardi bypass jika sedang dalam kondisi macet.

Diberitakan sebelumnya, sebuah jembatan besar yang sedang dibangun ambruk, Senin (3/2/2020) sekitar pukul 16.30 WIB. Tak ada korban dalam peristiwa ambruknya jembatan tersebut karena pekerja sudah turun dari atas jembatan.

Turunnya para pekerja karena bergesernya jembatan sudah diketahui sejak awal. Lalu para pekerja menghubungi pimpinan proyek dan pekerjaan dihentikan.

"Kami semua turun dari jembatan, lalu berpindah ke tempat yang aman untuk berdiskusi karena jembatan ini bergeser," ujar seoranf pekerja ditemui di lokasi kejadian, Selasa (4/2/2020).

Saat berdiskusi tersebut tiba-tiba jembatan ambruk dan menimbulkan suara yang keras menghantam sungai di bawahnya.

Pembangunan jembatan Cibalagung Pasirgede Raya Tangkil tahap II Dinas PUPR, dilaksanakan oleh CV Karya Utama sejak bulan Agustus 2019.

Pembangunan jembatan ini menelan anggaran sekitar Rp 5,5 miliar.

Di lokasi kejadian saat ini sudah tiba sebuah crane alat untuk mengangkat bagian-bagian jembatan yang ambruk.

Beberapa baut dan mur berukuran besar masih terlihat berserakan di bawah jembatan. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved