Harga Cabai Terus Meroket hingga Rp100 Ribu per Kilo, Para Pedagang di Indramayu Mulai Resah

Seorang pedagang sayur, Dewi (50) mengatakan, dari komoditas cabai, yang paling melonjak adalah cabai rawit merah atau cabai setan.

Harga Cabai Terus Meroket hingga Rp100 Ribu per Kilo, Para Pedagang di Indramayu Mulai Resah
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Tumpukan cabai di salah satu kios pedagang Pasar Pagi, Jl Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (16/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Para pedagang di Pasar Baru Indramayu mulai resah dengan pedasnya harga cabai di pasaran.

Tidak jarang pula akibat kenaikan harga cabai itu pedagang mendapat komplain dari para pembeli.

Seorang pedagang sayur, Dewi (50) mengatakan, dari komoditas cabai, yang paling melonjak adalah cabai rawit merah atau cabai setan.

Gadis Cantik Bernasib Malang Menderita Kanker Otot Sejak 6 Bulan Terakhir, Padahal Baru Lulus SMA

Gadis Cantik Asal Indramayu Ini Hanya Bisa Pasrah Menderita Kanker Otot, Tidur Telungkup di Kasur

Sekarang cabai rawit merah semakin meroket harganya dan menyentuh harga Rp 100 ribu per kilogram.

"Dulu itu cuma Rp 40 ribu, sekarang terus naik menjadi Rp 100 ribu per kilogram," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (31/1/2020).

Kenaikan mencolok juga terjadi pada komoditas cabai jenis cabai merah yang kini harganya baik menjadi Rp 68 ribu per kilogram dari harga semula sekitar Rp 30 ribu per kilogram.

Meski sudah akhir bulan Junuari 2020, namun harga komoditas cabai itu tidak kunjung stabil.

Harga cabai itu justru cenderung terus naik.

Komisi VIII DPR RI Lakukan Kunker Memantau Persiapan Bandara Kertajati sebagai Embarkasi Haji 2020

Biaya Pemeliharaan Tol Palikanci Meningkat Setiap Tahunnya, Tahun Ini Mencapai Rp41 Miliar

Pedagang lainnya, Darmana (49) menambahkan, cabai rawit merah pada pertengahan bulan lalu padahal sudah melonjak naik menjadi Rp 80 ribu.

Kini, harga cabai itu justru malah kembali naik.

Adapun alasan terus meningkatnya harga komoditas cabai, menurut Darmana karena pasokan dari petani berkurang.

"Kita dari Jatibarang distributornya, katanya sedang sedikit stoknya dari petani jadi pengiriman berkurang, harga juga jadi naik," ujar dia.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved