Wiranto Disebut Korupsi Rp10 Miliar Uang PAM Swakarsa oleh Kivlan Zen, 'Apalagi Wiranto Koruptor!'

Menurut Kivlan Zen, Wiranto yang kini menjabat Watimpres itu telah melakukan korupsi uang negara sebesar Rp10 miliar.

KOMPAS.com/Devina Halim
Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen saat di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM - Terdakwa kasus penguasaan senjata api illegal, Mayjen TNI (purn) Kivlan Zein, menyebut Wiranto telah melakukan korupsi uang Pasukan Pengamanan Masyarakat (PAM) Swakarsa.

Menurut Kivlan Zen, Wiranto yang kini menjabat Watimpres itu telah melakukan korupsi uang negara sebesar Rp10 miliar.

Hal tersebut mengemuka dalam sidang lanjutan pembacaaan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Tak Mandi 27 Tahun dan Rambut Gimbal 1,5 Meter, Sutiyah Buta Terisolasi di Kabupaten Semarang

Pengakuan Istri Deddy Dores yang Orbitkan Nike Ardilla, Anaknya Banting Setir Jadi Driver Ojol

"Apalagi Wiranto, koruptor, terus terang sampaikan Wiranto koruptor," kata Kivlan, dilansir TribunJakarta (23/1/2020).

Menurut Kivlan Zen, Wiranto telah menerima uang Rp 10 miliar yang seharusnya digunakan untuk upah pembentukan PAM Swakarsa.

Diketahui PAM Swakarsa merupakan kelompok sipil bersenjata tajam yang dibentuk oleh TNI pada tahun 1998.

Saat itu Wiranto menjabat sebagai panglima ABRI yang kini berganti nama menjadi TNI AD.

"Hasil dari pengadilan tahun 2002 atas Kabulog (Kepala Badan Urusan Logisik) yang didakwa memakai uang untuk PAM Swakarsa, dia terima Rp 10 M, tapi dia tidak menyerahkan ke saya, itu kan koruptor," lanjutnya.

Masih Banyak Nelayan Asal Indramayu yang Bongkar Hasil Tangkapan Ikan ke Luar Daerah

WOW Bule Cantik Ini Jadi Guru Asing di SMK Penerbangan Kertajati Majalengka, Begini Tujuannya

Dalam penjelasan Kivlan Zen, pada tahun 2002 Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) telah mencairkan Rp 10 miliar.

Uang tersebut seharusnya digunakan untuk pembiayaan PAM Swakarsa tahun 1998.

Halaman
1234
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved