Menkes Terawan Semprot BRI Sebut Ada Karyawannya Terjangkit Virus Corona, Ternyata Cuma Sakit Ini
Informasi ada karyawan Huawei Indonesia terjangkit virus Corona di Gedung BRI II, Jakarta Pusat buat Menkes Terawan meradang.
Diketahui, beredar sebuah informasi terkait dugaan adanya karyawan Huawei Indonesia terjangkit virus corona di Gedung BRI II tersebut.
Kedatangan Menkes Terawan ke Gedung BRI II tersebut sekaligus mengecek kebenaran virus corona di Gedung BRI II Bendungan Hilir itu.
Sekitar 16.50 WIB, Menkes Terawan tiba di Gedung BRI II dengan pengawalan ketat.
Tanpa ada rasa takut, ia langsung menuju lantai 19.
Di lantai itu diduga tempat dimana adanya laporan dugaan karyawan Gedung BRI II terkena virus corona tersebut.
"Kalo bener masak saya berani, aku harus ngecek, yo," kata Terawan di Gedung BRI II, Kamis (23/1/2020).
Sesampainya di lantai 19 gedung BRI II, Menkes Terawan kembali menyampaikan jika mengenai adanya virus corona itu.
Ia pun tegaskan jika tidak ada virus corona yang ditemukan.
"Makannya saya ke sini itu ngecek, biar tidak terjadi simpang siur jangan kita di isukan hal-hal yang tidak penting, kasihan orang tidak ada apa-apa dikasih masker," katanya.
Terawan juga menyinggung soal pihak BRI yang langsung mendiagnosa adanya karyawan yang terkena virus corona itu, dan membagikan masker kepada seluruh karyawan gedung.
"Iya itu salah sendiri, mau action. Makannya jangan dibesarin dulu, untuk itu kenapa saya datang ke sini"
"Saya mau liat sendiri, yang kedua itu kan bukan kapasitasnya menemukan soal virus, yang berkapasitas menteri kesehatan," ucapnya.
Sebelumnya Corporate Secretary, Hari Purnomo dalam keteranganya menyampaikan adanya informasi mengenai salah satu pekerja/karyawan Huawei yang terjangkit virus nCoV (corona virus) yang berkantor di Gedung BRI.
Atas informasi itu pun pihak Bank BRI saat ini telah berkordinasi dengan Huawei dan pihak terkait untuk melakukan investigasi terkait kebenaran informasi tersebut
Hasilnya Pekerja Huawei tersebut telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis dan dari hasil diagnosa rumah sakit, dinyatakan bahwa pekerja tersebut terserang radang tenggorokan.