Breaking News:

270 Hektare Lahan di Desa Mekarsari Bakal Dipakai Bangun PLTU II Indramayu, Warga Bingung Soal Ini

Warga di Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu merasa resah dengan wacana pembangunan PLTU

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Ratusan warga di Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu yang mengatasnamakan Jatayu berunjukrasa di depan Gedung DPRD Indramayu, Senin (20/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Warga di Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu merasa resah dengan wacana pembangunan perusahaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) II di desa mereka.

Warga desa yang mengatasnamakan diri sebagai Jaringan Tanpa Asap Batu Bara Indramayu (Jatayu) itu pun meluapkan keresahan mereka dengan berunjuk rasa.

JANDA Cantik Tega Rebut Menantu dari Anak Sendiri, Cinta Terlarang Terbongkar Gara-gara Pesan di HP

Ratusan warga itu menggeruduk Gedung DPRD Kabupaten Indramayu meminta agar proyek pembangunan PLTU II tersebut ditolak.

Koordinator aksi, Domo Waro (62) mengatakan, sudah genap lima tahun lamanya warga Desa Mekarsari berusaha mempertahankan ruang hidup agar PLTU II tidak dibangun di wilayahnya.

"Kita sudah menyuarakan penolakan PLTU II ini sejak tahun 2014, kita sudah mengadu kemana-mana sampai ke Istana, Komnas HAM, KPK, Gedung Sate, semua sudah kami masuki, tapi ternyata sampai sekarang belum ada respon positif," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di sela-sela orasinya, Senin (20/1/2020).

Dalam hal ini, dirinya menyayangkan keinginan pemerintah yang ingin membangun PLTU dengan kapasitas 2x1000 MW tersebut.

ZODIAK CINTA Selasa 21 Januari 2020: Pisces Ingin Menggoda, Seseorang Cinta Leo Apa Adanya

Namun, yang membuat warga semakin resah ialah dari luas keseluruhan Desa Mekarsari, yakni 326 hektare, sekarang ini sudah ada sekitar 270 hektare lahan yang dibebaskan untuk pembangunan PLTU II.

Atau dengan kata lain pembebasan lahan otu memakan luas desa hingga lebih dari 50 persen.

Padahal lahan-lahan itu, disebutkan dia merupakan tempat warga bergantung hidup atau mencari nafkah dengan cara bertani.

ZODIAK BESOK Selasa 21 Januari 2020: Leo harus Kendalikan Amarah, Aries Jadi Pusat Perhatian

"Di situlah harapan warga Mekarsari, di situlah tempat mencari makan sehari-hari tapi ternyata sekarang sudah dibebaskan sebanyak 270 koma sekian hektare untuk pembangunan PLTU II," ujarnya.

Kini warga yang mayoritas merupakan petani dan nelayan diakui dirinya bingung bagaimana menyambung hidup jika pembangunan PLTU II benar terjadi.

Dampak dari kehadiran PLTU juga membuat mata pencaharian para nelayan terancam, kini ikan ikan di sekitaran laut di desa setempat sudah tercemar dan mengakibatkan ikan sulit ditangkap.

"Kami meminta pengertian kepada pemerintah walaupun ini program negara proyek negara, saya juga tidak tidak menentang, tapi harus sesuai prosedur, pakai aturan caranya bagiamana," ujarnya.

"PLTU di indramayu kan sudah ada kenapa harus dibangun lagi pltu II yang kapasitas 2x1000 yang cerobongnya itu sampai 5," sambung Domo Waro.

Rizky Febian Ditanya Wartawan Soal Hasil Autopsi Lina, Reaksi Anak Sule Langsung Seperti Ini

Warga Desa Mekarsari Protes

Ratusan warga yang mengatasnamakan Jaringan Tanpa Asap Batu Bara Indramayu (Jatayu) memprotes wacana pembangunan PLTU II Indramayu.

Mereka menggeruduk Gedung DPRD Kabupaten Indramayu menyuarakan aspirasinya.

Rencananya PLTU dengan kapasitas 2x1000 MW itu akan dibangun di Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu.

Koordinator aksi, Domo Waro (62) mengatakan, penolakan warga tidak terlepas akibat dampak yang selama ini dirasakan dari pembakaran batu bara.

Dampak itu sudah dirasakan warga sejak PLTU Indramayu yang berlokasi di Desa Sumuradem, Kecamatan Sukra beroperasi pada 10 tahun lalu.

Rizky Febian Ditanya Wartawan Soal Hasil Autopsi Lina, Reaksi Anak Sule Langsung Seperti Ini

"Dampaknya itu sudah minta ampun, dulu para petani, nelayan yang merupakan warga Mekarsari cukup untuk memenuhi ekonomi keluarga, untuk anak sekolahnya, sekarang sudah tidak lagi," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di Gedung DPRD Kabupaten Indramayu, Senin (20/1/2020).

Ratusan warga di Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu yang mengatasnamakan Jatayu berunjukrasa di depan Gedung DPRD Indramayu, Senin (20/1/2020).
Ratusan warga di Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu yang mengatasnamakan Jatayu berunjukrasa di depan Gedung DPRD Indramayu, Senin (20/1/2020). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Domo Waro menambahkan, dahulu sebelum adanya PLTU masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan bisa menangkap ikan dengan jumlah banyak dengan biaya operasional yang sedikit.

"Dulu para nelayan mencari ikan menghabiskan solar 5 liter saja sudah dapat banyak, tapi setelah terjadinya PLTU I walau sudah menghabiskan solar 20 liter belum tentu dapat ikannya," ucapnya.

Tidak hanya itu, Desa Mekarsari yang dahulunya kaya dengan pohon kelapa, disebutkan dia sekarang sudah tidak lagi dan kini sudah menjalar ke desa tetangga, seperti Desa Sumuradem, Desa Patrol Baru, dan Desa Patrol Lor.

Warga Mekarsari Indramayu Protes, Tolak Pembangunan PLTU II, Sebut Dampaknya Sangat Merugikan

Dampak lainnya, tradisi masyarakat yang terkenal dengan produksi terasi udang sekarang ini bahkan terancam punah.

"Budaya hilang, kesehatan, ekonomi hancur karena semua habis oleh dampak pembakaran baru bara proyek PLTU," ucapnya.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved