Mustaqim Langsung Azan Ashar Setelah Bunuh Tetangganya di Depan Musala, Fakta Tak Terduga Terungkap

Nasib tragis dialami seorang pria bernama Koimun (55) yang ditemukan tewas bersimbah darah di depan musala.

Istimewa
Ilustrasi jenazah 

Namun, warga tak menyangka Mustakim bisa melakukan pembacokan.

Apalagi keduanya sering bersua.

Meski mengidap gangguan jiwa, Mustakim jarang melakukan hal-hal yang aneh.

Kasus Serupa: Pembunuh Penjaga SPBU di Jember Umumkan Kematian Korban Lewat Speaker Masjid

Polisi membawa mayat Tumin (55) yang tewas dibacok di SPBU Jambearum, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Rabu (9/10/2019) dini hari.
Polisi membawa mayat Tumin (55) yang tewas dibacok di SPBU Jambearum, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Rabu (9/10/2019) dini hari. (surya.co.id/istimewa)

Kejadian serupa juga pernah terjadi di dusun Krajan, Desa Jambearum, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Rabu (9/10/2019) jelang subuh.

Adalah Iwan (30) pembunuh Tumin (50) seorang penjaga malam SPBU Jambearum.

Malam itu, Iwan menuju masjid saat menjelang subuh untuk membersihkan golok yang baru saja dia pakai untuk membunuh korban.

Tumin merupakan tetangga Iwan. Rumah mereka, hanya terpisah oleh gang. 

SPBU tersebut berjarak sekitar 1 km dari masjid. 

Setelah membersihkan golok dan tubuhnya dari darah Tumin, Iwan masuk ke masjid dan mengumumkan kematian pria tersebut. 

"Tersangka memberikan pengumuman perihal orang meninggal. Yang meninggal atas nama Tumin. Ya kayak pemberitahuan meninggalnya orang pada umumnya, pengumuman duka cita di masjid," ujar Kapolsek Puger AKP Ribut Budiono,  Rabu (9/10/2019).

Setelah itu, kepada warga yang sudah berada di masjid itu, Iwan mengaku telah membacok Tumin. Lelaki itu tewas di tempat kerjanya di SPBU Jambearum.

Setelahnya, warga tersebut mengantar Iwan ke Mapolsek Puger. Warga juga mulai berdatangan ke SPBU Jambearum setelah mengetahui pengakuan Iwan. Polisi pun juga langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

Tubuh Tumin ditemukan bersimbah darah di dekat pintu ruangan yang bakal dijadikan minimarket di SPBU tersebut. Leher Tumin mengalami luka parah, bahkan nyaris putus.

Saat polisi tiba di lokasi, Tumin sudah meninggal dunia. Jenazahnya dibawa ke RSUD Balung setelah polisi melakukan identifikasi awal.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved