Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat Sebut Garis Keturunan Raja Keraton Agung Sejagat Tak Jelas

Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, menyebut garis keturunan raja dan ratu Keraton Agung Sejagat tidak jelas.

TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAIHAQI
Sultan Sepuh XIV sekaligus Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN), PRA Arief Natadiningrat. 

1. Klaim Zaman Majapahit

Kerajaan ini dipimpin oleh sepasang raja dan ratu, yaitu Totok Santosa Hadiningrat alias Sinuhun sebagai Raja dan Dyah Gitarja alias Kanjeng Ratu.

Keraton Agung Sejagat ini mengklaim memiliki sebuah keraton dengan bentuk kekinian.

Namun keraton kekinian tersebut diketahui masih belum selesai dibangun di Desa Pogung Juru Tengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah.

“Kami muncul untuk menunaikan janji 500 tahun runtuhnya Kerajaan Majapahit di tahun 1518,”  tutur Totok yang menasbihkan dirinya sebagai Rangkai Mataram Agung, Minggu (12/1/2020) mengutip dari Grid.id.

Menurut Totok, hal ini terkait dengan perjanjian yang dibuat oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa terakhir Majapahit dengan orang Portugis pada 1518.

Kekalahan Portugis dalam berabad-abad silam, dijelakan Totok, dapat diartikan kembalinya kekuasaan dunia ke wilayah nusantara.

2. Janji beri uang ratusan dollar

Totok sendiri mengklaim dirinya memiliki pengikut sebanyak 425 orang yang siap melakukan kirab keliling kampung.

Terkiat klaim dirinya yang menjadi pemimpin dunia, Totok mengaku bisa mengubah sistem politik global.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved