Sekolah Tergusur Proyek Kereta Cepat KCIC, Murid SDN 1 Malangnengah Terpaksa Belajar di Kantor Desa

Di Kantor Desa ini, terdapat tiga ruangan yang digunakan, yakni aula yang dibagi menjadi 2 ruangan untuk kelas di antaranya 1, 3, 4, dan 5.

Sekolah Tergusur Proyek Kereta Cepat KCIC, Murid SDN 1 Malangnengah Terpaksa Belajar di Kantor Desa
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Murid SDN 1 Malangnengah, Sukatani, Purwakarta, terpaksa belajar di kantor Desa Malangnengah, karena bangunan sekolah mereka tergusur proyek kereta cepat KCIC, Selasa (7/1/2020). 

Laporan Wartawan Tribun, M Nandri Prilatama

RATUSAN murid SDN 1 Malangnengah, Sukatani, Purwakarta, harus rela belajar di Kantor Desa Malangnengah per tahun ajaran 2020/2021. Pada Senin (6/1), ratusan ini resmi pindah sementara ke kantor desa, karena bangunan sekolahnya rata dengan tanah. Bukan disebabkan gempa, melainkan adanya proyek nasional kereta cepat (KCIC).

Murid-murid belajar memakai sejumlah ruangan yang berada di Kantor Desa Malangnengah, seperti ruang puskesmas, sosialisasi, hingga aula desa. Mereka terpaksa harus belajar membagi waktu pagi dan siang hari selama enam bulan ke depan dengan ruang yang seadanya.

Di hari pertama masuk sekolah ratusan murid SDN 1 Malangnengah hanya mendapatkan pembekalan terkait lingkungan sekolah sementaranya tersebut. Namun, kegiatan belajar mengajar yang efektif sudah mulai di hari kedua tepatnya Selasa (7/1).

Tampak keriuhan dan kebisingan terdengar di lingkungan kantor desa karena murid-murid yang sudah memadati setiap sudut komplek perkantoran desa.

VIDEO VIRAL KOCAK Emak-Emak Parkir di Tengah Jalan Dikomentari Gubernur Ganjar Pranowo

Di Kantor Desa ini, terdapat tiga ruangan yang digunakan, yakni aula yang dibagi menjadi 2 ruangan untuk kelas di antaranya 1, 3, 4, dan 5.

Sementara itu, ruangan sosialisasi digunakan oleh murid kelas 2 dan 6, serta ruangan puskesmas digunakan oleh para guru sebagai kantor mereka.

Adapun informasi yang diterima, kegiatan belajar mengajar SDN 1 Malangnengah di kantor desa yakni kelas 1, 2, dan 3 pukul 06.00 wib sampai 09.00 wib, sedangkan kelas 4,5, dan 6 pukul 09.00 sampai 12.00 wib.

Pantauan Tribun, para siswa tampak tak kondusif melakukan kegiatan belajar di kantor desa ini. Bahkan, sesekali seorang guru mesti meninggikan atau mengeraskan suaranya agar dapat terdengar oleh muridnya. Belum lagi, ruangan aula yang hanya dipisah oleh sebilah papan, sehingga masing-masing guru perlu berlomba mengeraskan suaranya agar didengar oleh murid yang tengah diajarkannya.

Salah seorang murid kelas 3 bernama Ai Sarinah (9) berasal dari Desa Sukamaju yang merupakan desa tetangga Malangnengah. Setiap harinya, Ai bersama temannya Ilham (7) kelas 2 berjalan kaki sejauh 1 kilometer menuju ke Kantor Desa Malangnengah.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved