KISAH Armanah Ibu Tunanetra Lolos Dari Longsor, Digendong Anak 3 Jam Hingga Tercebur Lumpur
Terlebih suara teriakan sejumlah warga ini tidak terdengar begitu jelas karena derasnya hujan yang mengguyur.
Saat warga satu per satu melewati jembatan darurat saat longsor masih terjadi, tak sedikit warga tercebur ke aliran lumpur sedalam 1 meter, tak terkecuali Armanah.
• Titik Longsor di Sukajaya Terisolir, Dandim 0621 Kabupaten Bogor: Akses Harus Segera Dibersihkan
"Saya kecebur juga pas lewat lumpur. Katanya banyak juga warga yang kecebur, itu pas lewat kali," kata Armanah.
Setelah sampai di pengungsian di sebuah masjid, Armanah tak kuasa menahan tangis.
Setelah seluruh anggota keluarganya berhasil selamat termasuk anak-anaknya yang masih kecil dari musibah longsor ini.
"Gak ada barang yang saya selametin, atau bawa apa, baju aja saya dikasih, pas nyampe ke masjid (pengungsian). Saya terimakasihnya udah anak saya selamet, saya selamet, saya di situ nangis dan hampir pingsan, saya udah sampai digendong sama orang-orang desa," ungkap Armanah.

Cobaan yang mendera keluarga Armanah rupanya belum juga usai.
Sebab Kampung Cikeusal merupakan kampung di Desa Pasir Madang yang merupakan salah satu desa yang paling terisolir di Kabupaten Bogor pasca dilanda bencana di awal tahun baru 2020.
Pantauan TribunnewsBogor.com, Jumat (3/1/2019), untuk sampai ke lokasi butuh waktu hampir 3 jam perjalanan yang hanya bisa dilakukan dengan jalan kaki.
Akses jalan lumpuh setelah jalan satu-satu ya tertutup tanah longsor di beberapa titik.
• Lokasi Bencana Desa Sukajaya Bogor, Jalanan Terjal Tertutup Longsor dan Amblas
Demi sampai ke lokasi, perjalanan hanya bisa dilalui melalui jalan setapak terjal yang dibuat darurat oleh warga.
Warga desa yang terisolir ini harus hidup tanpa listrik, tanpa jaringan seluler ditambah sulitnya mendapatkan air bersih.
Di pengungsian, Armanah harus hidup dengan persedian makanan seadanya karena bantuan kemanusian ke lokasi ini sulit dijangkau.
Bahkan anaknya yakni Lia (16) dan Aan (11) di hari ketiga pasca longsor jatuh sakit di pengungsian dan sulit mendapat bantuan pengobatan.
"Anak dua-duanya sakit, demam, saya juga gak bisa ngeliat, susah ngurus anak. Lia sakitnya dari hari Minggu dan yang ini Aan, dari semalem, tadi pingsan dia," kata Armanah.
Armanah pun hanya bisa menemani anak-anaknya itu di pengungsian dengan tanpa menberikan obat apapun.