Breaking News
Kamis, 16 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

INI Doa Rasulullah SAW Saat Hujan dan Banjir Datang Menerjang, Bisa Dipindahkan ke Tempat Lain

Hadits ini merupakan dalil doa memohon dihentikan dampak buruk hujan, sebagaimana dianjurkan untuk berdoa agar turun hujan

Editor: Machmud Mubarok
Kompas.com
Ilustrasi hujan(Kulkann) 

TRIBUNCIREBON.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Dwikorita Karnawati memprediksi cuaca dalam dua pekan ke depan yaitu 5-10 Januari 2020 patut diwaspadai. Aliran udara basah akan masuk dari arah Samudera Indonesia, tepatnya di sebelah barat Pulau Sumatera, sehingga dampaknya akan meningkatkan intensitas curah hujan menjadi ekstrem.

"Jadi potensi hujan ekstrem akan terjadi lagi, diperkirakan antara 5-10 Januari di wilayah Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Jambi sampai Lampung, termasuk Jawa, tentunya Jabodetabek juga termasuk di dalamnya," kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Dwikorita Karnawati di Graha BNPB, Jakarta Timur, seperti dikutip dari Kompas.com, Kamis (2/1/2020).

Hujan ekstrem ini bisa mengakibatkan banjir seperti yang terjadi saat ini di wilayah Jabodetabek. Tak cuma Jakarta dan sekitarnya, daerah-daerah lain pun terkena pula banjir. Misalnya di Kabupaten Bandung Barat. Hujan deras selama beberapa jam mampu mendatangkan banjir bandang menerjang perumahan dan permukiman warga.

Bicara soal banjir, ini kejadian alam yang sudah terjadi sejak awal dunia diciptakan. Bukan hal yang aneh lagi sebenarnya. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana menyikapinya.

Dilansir dari muslim.or.id, jika yang terjadi adalah hujan yang begitu deras di tempat kita atau hujan yang tidak kunjung berhenti, maka kita bisa meminta pada Allah untuk memalingkan hujan tersebut pada tempat yang lebih manfaat dengan mengamalkan do’a yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Do’a yang dimaksud adalah sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ عَلَى اْلآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُوْنِ اْلأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

(Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa. Allahumma ‘alal aakaami wadz dzirabi wa buthuunil awdiyati wa manabitis syajari)

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, jangan yang merusak kami. Ya, Allah! turunkanlah hujan di dataran tinggi, di bukit-bukit, di perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.” 

Do’a di atas disebutkan dalam hadits Anas bin Malik, ketika hujan tak kunjung berhenti (dalam sepekan), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas memohon pada Allah agar cuaca kembali cerah. Lalu beliau membaca do’a di atas. (HR. Bukhari no. 1014 dan Muslim no. 897).

Do’a tersebut berisi permintaan agar cuaca yang jelek beralih cerah dan hujan yang ada berpindah pada tempat yang lebih membutuhkan air. 

Atau untuk ringkasnya membaca:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا، وَلاَ عَلَيْنَا

“Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa” [Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, jangan yang merusak kami]

 Pria Tua di Cicadas Nyaris Jadi Korban Kebakaran, Begitu Api Berkobar Langsung Digendong Saudaranya

 REAKSI Warga Jakarta di Medsos soal Banjir, Anies Baswedan Diolok-olok, Nama Ahok Dielu-elukan Lagi

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata menjelaskan hadits, “Maksud hadits ini adalah memalingkan hujan dari pusat kehidupan, al-aakaam adalah jamak dari akmah dengan memfathahkan hamzah, yaitu gunung kecil atau apa yang tinggi di bumi (dataran tinggi). 

Adz dziraf maknanya adalah bukit yang kecil. Adapun penyebutan lembah karena di situlah tempat berkumpulnya air dalam waktu yang lama sehingga bisa dimanfaatkan oleh manusia dan binatang ternak.”

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved