Program One Student One Account Murid SD di Desa Pegagan Kidul Didorong Miliki Tabungan Sejak Dini
sebagian masyarakat di desa tersebut sudah mengikuti perkembangan zaman, yakni sudah mampu bertransaksi nontunai berbasis QR code.
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Machmud Mubarok
Laporan wartawan TribunCirebon.com, Hakim Baihaqi
TRIBUNCIREBON.COM - Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) dan World Bank di Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, terus mendorong aksebilitas masyarakat terhadap industri keuangan nasional.
Salah satu upaya yang dilakukan, adalah menyosialisasikan program tabungan simpanan pelajar (Simpel) bagi ratusan murid sekolah dasar di SDN Pegagan Kidul 1 serta 2, tenaga pendidik, dan orangtua.
Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank BJB, As'adi Budiman, upaya tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan perseroan menyukseskan program one student, one account.
• Baru Tahu, Ternyata Ini Obat Sakit Gigi Paling Mujarab, Rasa Nyeri dan Nyut-nyutan Pasti Minggat
• KISAH Pasangan Suami Istri Tak Pernah Berhubungan Intim, Padahal Telah 11 Tahun Menikah
Program tersebut, kata As'adu diharapkan murid di SD tersebut dapat memiliki rekening tabungan simpanan dan melatih kebiasaan anak menabung sejak dini.
"Kami menjadi mitra pemerintah yang menghendaki penetrasi literasi dan inklusi keuangan, khususnya kepada anak-anak," kata As'adi di Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Rabu (18/12/2019).
Murid-murid di Desa Pegagan Kidul, selain diberikan pemahaman untuk menabung sejak dini, dibuatkan pula tabungan sebagai akses menabung dan menerima layanan perbankan.
As'adi mengatakan, kalau pihaknya percaya upaya tersebut dapat menentukan masa depan Indonesia yang lebih baik.
"Membentuk generasi anak bangsa yang gemar menabung, cerdas, terampil, cinta tanah air, daerahnya, dan menghargai keberagaman," katanya.
• Biduan Dangdut & Kasir Minimarket Pembuat Video Keramas Sambil Naik Motor Terancam Penjara 3 Bulan
• Seorang Warga Ketakutan Mendengar Suara Mendesis, Khawatir Ada Truk Yang Menabrak Rumah Lagi
Salah seorang murid, Rizki (11), mengatakan, kalau ia sangat antusias menyerap penyampaian program tersebut dan akan mulai menabung.
"Kalau nabung di bank kan aman, terus ada CCTV nya juga," katanya.
Kuwu Desa Pegagan Kidul, Yaya Juariah, sebagian masyarakat di desa tersebut sudah mengikuti perkembangan zaman, yakni sudah mampu bertransaksi nontunai berbasis QR code.
Ia menambahkan, program yang diberikan oleh TPKAD dan World Bank, dianggap memberikan kemudahan masyarakat untuk melakukan transaksi, di antaranya layanan perbankan.
"Awalnya memang sulit, tapi lama-lama nyaman dan enak. Anak-anak sudah terlihat mulai mau menabung di bank," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/sosialisasi-tabungan-pelajar.jpg)