Sabtu, 30 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Dirut Garuda Indonesia Dipecat

Aib & Dosa-dosa Ari Askhara, Dirut Garuda Indonesia yang Dipecat Dibongkar, Ketua IKAGI Blak-blakan

Adapun Erick Thohir menjelaskan, proses pemberhentian tersebut tetap dalam prosesnya yakni menunggu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Tayang:
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Istimewa
Ari Askhara 

TRIBUNCIREBON.COM - Seolah lega dengan pencopotan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Ari Askhara, Ketua IKAGI Zaenal Muttaqin pun mengungkap sosok mantan bosnya.

//

Adapun Zaenal Muttaqin tampak membuka borok Ari Askhara saat menjadi pimpinan Garuda Indonesia.

Bahkan, Zaenal Muttaqin mengungkap ada dua kekuatan yang mendukung Ari Askhara sehingga sempat berjaya di Garuda Indonesia.

 

Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, akan memberhentikan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Ari Askhara akibat terlibat penyelundupan Harley Davidson.

Adapun Erick Thohir menjelaskan, proses pemberhentian tersebut tetap dalam prosesnya yakni menunggu Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

"Saya akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda dan tentu proses ini ada prosedurnya," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/11/2019).

 Ari Askhara Dicopot Erick Thohir, Said Didu Singgung Nama Rini Soemarno : Orang Titipan Kekuasaan

 Kinerja Erick Thohir Setelah Sebulan Menjabat Disorot, Yunarto : Rini Soemarno Ngapain Aja Kemarin ?

Kini, jabatan Ari Askhara digantikan oleh Fuad Rizal yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia.

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

"Tadi sudah kami konfirmasi Plt Dirut (Direktur Utama) adalah Direktur Keuangan," kata Budi Karya Sumadi di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Pencopotan yang akan dilakukan Erick Thohir terhadap Ari Askhara itu lantas dikomentari oleh Zaenal Muttaqin.

Dalam tayangan talkshow Tv One edisi Jumat (6/12/2019), Ketua Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia mengurai permasalahan soal penyelundupan yang dilakukan Ari Askhara.

Blak-blakan Cerita Awak Kabin Garuda soal Ari Askhara
Blak-blakan Cerita Awak Kabin Garuda soal Ari Askhara (Youtube channel TvOne dan Tribunnews.com)

Diakui Zaenal Muttaqin, awak kabin diduga tidak punya andil khusus dalam kasus penyelundupan tersebut.

Sebab menurut Zaenal Muttaqin, semua kegiatan berpusat pada keputusan Ari Askhara selaku Dirut Garuda Indonesia.

Menurut Zaenal Muttaqin pula, jika ada kegiatan barang-barang penyelundupan itu, maka semua izinnya berpusat di pimpinan utama.

Lebih lanjut, Zaenal Muttaqin juga mengungkap adanya tekanan yang dirasakan awak kabin perihal penyelundupan tersebut.

"Sesungguhnya awak kabin tahu, tapi kan ada penekanan dalam suasana yang tidak bisa berbuat apa-apa. Jangankan kami sebagai awak kabin, pilot pun tidak bisa bicara apa-apa. Karena pimpinan utama kan Dirut," ungkap Zaenal Muttaqin dilansir TribunnewsBogor.com.

Lebih lanjut, Zaenal Muttaqin pun mengurai soal tekanan yang tadi ia maksud.

 

Menurut Zaenal Muttaqin, Ari Askhara adalah sosok pemimpin yang tak segan menghukum bawahannya yang dianggap menggangu kinerjanya.

"Pasti gitu, kemungkinan (ada tekanan) 'saya tidak mau ada rekaman, tidak mau ada sesuatu'. Jadi siapa yang dirasa mengganggu kinerja dia, dia bisa melakukan hukuman," ucap Zaenal Muttaqin.

Tak hanya itu, dalam tayangan Kompas TV edisi Jumat (6/12/2019), Zaenal Muttaqin juga mengungkap soal beberapa borok Ari Askhara saat memimpin Garuda Indonesia.

Dalam tayangan tersebut, Zaenal Muttaqin pun menjabarkan beberapa contoh terkait kinerja Ari Askhara yang tak sesuai aturan.

"Banyak kebijakan yang aneh. Contohnya di awal itu dilakukan perombakan jabatan yang tidak sesuai dengan aturan sebelumnya,"

"Contoh kami awak kabin, dengan mudahnya mereka menggantikan atau menunjuk seseorang untuk menjabat di anak perusahaan. Contoh teman-teman kami yang tidak tahu tentang catering itu ditunjuk jadi (mengurusi) catering," pungkas Zaenal Muttaqin.

TONTON SELENGKAPNYA :

Bukan cuma satu dua, Ari Askhara juga sempat melakukan tindakan tak wajar terkait dengan kepegawaian.

"Contoh pada saat sharing session, teman, usianya sudah 36 tahun, kemudian dia meminta kepada Pak Ari untuk dilanjutkan pegawainya menjadi (usia) 46. Itu pada hari itu juga jadi 46. Artinya ini kan orang-orang ini memimpin kerajaan, negara atau perusahaan publik ?" imbuh Zaenal Muttaqin.

Selain itu, Zaenal Muttaqin juga mengungkap soal sosok Ari Askhara yagn kerap melanggar peraturan terutama terkait kepegawaian.

"Kalau tentang kebijakan kepegawaian, tentang kami sebagai awak kabin itu memang meresahkan kami. Karena peraturan yang sesuai dengan perjanjian kadang suka diabaikan oleh Pak Ari Askhara," akui Zaenal Muttaqin.

Sikap tak taat peraturan yang diurai Ari Askhara itu menurut Zaenal Muttaqin terjadi sejak tahun 2018.

Namun diakui Zaenal Muttaqin, Ari Askhara sesungguhnya punya dua kekuatan yang mendukungnya.

Kekuatan itu lah yang pada akhirnya membuat Ari Askhara mampu menguasai Garuda Indonesia.

"Kita mulai 2018 sudah terjadi perselisihan. Karena Pak Ari Askhara ini didukung oleh dua serikat pekerja lain yang ada di Garuda. Jadi kekuatannya semakin maksimal. Dari segi relasi ke pemerintah, terhadap profesi, dia sudah punya," pungkas Zaenal Muttaqin.

TONTON SELENGKAPNYA :

Said Didu Angkat Bicara

Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu angkat bicara soal pencopotan Ari Askhara dari posisinya sebagai Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia.

Seperti diketahui, Ari Askhara dicopot oleh Menteri BUMN Erick Thohir karena kasus penyelundupan Harley Davidson ilegal.

Menanggapi pencopotan itu, Said Didu mengaku kaget sekaligus tidak kaget saat mengetahui Ari Askhara dicopot dari jabatannya sebagai Dirut Garuda Indonesia.

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan Said Didu saat menjadi narasumber dalam tayangan Apa Kabar Petang yang diunggah kanal YouTube tvOneNews, Jumat (6/12/2019).

Said Didu mengaku kaget karena ada orang yang berani mencopot Ari Askhara.

Namun ia juga tidak kaget sebab pelaku di balik semua ini adalah Ari Askhara.

"Saya kaget dan tidak kaget. Saya kaget karena kok ada orang berani melakukan ini, saya tidak kaget karena yang melakukan Ari Askhara," ujar Said Didu.

Said Didu lantas memberikan penilaiannya pada sosok Ari Askhara.

Ari Askhara, menurut Said Didu, adalah sosok yang sangat 'kuat' di BUMN.

Said Didu kemudian menjelaskan maksudnya menyebut Ari Askhara adalah sosok yang kuat.

Menurutnya, Ari Askhara sering bergonta-ganti jabatan setelah pertama kali masuk BUMN pada tahun 2014.

Lebih lanjut, Said Didu menyebut bahwa saat menduduki jabatan tertentu, Ari Askhara pernah diberhentikan karena suatu kasus.

"Ari Askhara ini adalah orang menurut saya sangat 'kuat', bayangkan dia masuk BUMN, jadi direksi 2014 dan hanya 4 tahun 5 kali pindah jadi direksi, dan naik terus, jadi rata-rata 8 bulan di suatu jabatan, kenaikannya," jelas Said Didu.

"Dan tidak ada yang sukses juga, karena tidak mungkin dinilai karena tidak sampai 1 tahun. Saat jadi direktur keuangan di Garuda, dia diberhentikan karena ada kasus tapi balik lagi menjadi dirut. Jadi saya katakan orang ini adalah orang yang kuat," sambung dia.

Lebih lanjut, Said Didu menilai sosok seperti Ari Askhara menjadi orang yang dekat dengan pihak kekuasaan.

"Dan biasanya pengalaman saya, orang seperti ini adalah titipan kekuasaan, atau orang dekat kekuasaan, biasanya orang seperti ini," beber Said Didu.

"Dan kita lihat sangat berani, kita lihat bagaimana perayaan 17 Agustus, bagaimana dia, perayaan-perayaan itu betul-betul menjadikan dirinya sebagai the hero dan jangan ganggu saya, kira-kira begitu," tambah dia.

Said Didu menegaskan sosok seperti Ari Askhara adalah musuh utama dalam pemilihan direksi BUMN.

Dirinya juga sempat memberikan pesan pada Erick Thohir terkait pemilihan direksi BUMN.

"Ini adalah musuh utama dalam pemilihan direksi BUMN, saya katakan ke pak menteri BUMN (Erick Thohir), sekali Bapak menggunakan variabel non profesional untuk memilih direksi maka rusak BUMN," ungkap Said Didu.

"Saya berharap ini adalah kelihatannya hanya puncak gunung es, dari proses pemilihan direksi selama Bu Rini (Rini Soemarno) menteri. Saya tahu banyak direksi yang kelakuannya mirip dengan Ari Askhara ini, dan juga pindah-pindah setiap saat."

Lihat videonya mulai menit 8:10:

Pencopotan Dirut Garuda Ari Askhara

Sebelumnya diberitakan, Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan pencopotan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara karena terlibat dalam penyelundupan Harley Davidson yang dikemas secara terpisah menjadi 15 kotak dan juga sepeda Brompton.

Dalam konferensi yang dilakukan bersama dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan pihak terkait , Erick Thohir menyatakan pihaknya merasa sedih dengan kasus ini.

"Ini yang sungguh menyedihkan, ini proses secara menyeluruh di dalam sebuah BUMN, bukan individu, menyeluruh,"

"Ini yang tentu ibu (Menkeu) pasti sangat sedih dan saya sangat sedih, ketika kita ingin mengangkat citra BUMN, membangun kinerja BUMN, ketika oknum-oknumnya tidak siap, inilah yang terjadi," seperti dilansir dari tayangan Breaking News Kompas Tv, Kamis (5/12/2019).

 Dicopot Erick Thohir, Ini Harta Kekayaan Mantan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia, Ari Askhara

Dikatakan menyeluruh karena dalam kasus ini ternyata melibatkan petinggi Garuda lain.

Ari Askhara disebut membeli Harley Davidson klasik tipe Shovelhead keluaran 1970 an ini, pada April 2019 lalu.

Proses transaksi dilakukan dengan menggunakan rekening pribadi dari Finance Manager Garuda Indonesia di Amsterdam, Belanda.

Erick Thohir kemudian mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui keterlibatan sejumlah pihak lain.

"Tentu proses daripada ini, karena ini adalah perusahaan publik pasti ada prosedurnya lagi, tidak sampai di situ saja, kita akan terus melihat lagi oknum-oknum yang akan tersangkut di dalam kasus ini," ujar Erick Thohir.

Kasus ini pun akan ditangani oleh Kementerian Keuangan dan juga Dirjen Bea Cukai karena menyangkut dengan kerugian negara.

Total Kerugian Negara

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani memaparkan soal kerugian yang dialami negara dalam kasus penyelundupan Harley Davidson di pesawat baru Garuda ini.

Sri Mulyani mengatakan kerugian negara berkisar hingga angka Rp 1,5 miliar.

 Stafsus Menteri BUMN Sebut Pesawat Baru Garuda yang Ditumpangi Ari Askhara Seharusnya Tak Bawa Kargo

"Berdasarkan penelusuran kami dan harga di pasar, perkiraan motor Harley Davidson tersebut mungkin mencapai Rp 800 juta per unitnya."

"Sedangkan nilai dari sepeda Brompton berkisar antara Rp 50 hingga 60 juta per unitnya, mungkin ada yang bilang lebih, dengan demikian total kerugian negara potensi atau yang terjadi kalau mereka tidak deklarasi, adalah antara Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar," beber Sri Mulyani dikutip dari KompasTV.

Saat ini, pihak Bea dan Cukai melakukan penelitian lebih lanjut terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini, termasuk ground handling dan juga penumpang yang namanya tertera pada claim tax boks berisi Harley tersebut. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved