Breaking News:

Mbak Tutut Selalu Teringat Pesan Pak Soeharto, Ternyata Ini Yang Diminta Jenderal Besar Itu

Ketika dipercaya menjadi presiden, hal yang konsisten dilakukan Pak Harto di awal 1970-an itu adalah melakukan perjalanan diam-diam, incognito

Editor: Machmud Mubarok
ISTIMEWA
Siti Haryanti Rukmana yang akrab dipanggil Mbak Tutut, menghadiri acara ‘Penghargaan Masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila (YAMP) Terbaik 2019’ atau “999 Fastabiqul Khairat”, yang digelar di Gedung Granadi, Jakarta, Kamis (28/11) siang. 

Itulah, kata dia, dana yang kemudian digunakan untuk membangun masjid-masjid di seantero Tanah Air.

Bila saat ini ada yang menuding Pak harto korupsi dengan memotong gaji para pegawai negeri itu, kata Tutut tuduhan tersebut sama sekali tak benar.

“Almarhum hanya ingin mengajak seluruh umat Islam yang PNS dan anggota militer ikut beramal salih melalui Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila,” kata dia.

Saat ini, kata Tutut, dirinya bersama pengurus Yayasan dan para relawan terus memelihara dan menjaga 999 masjid yang telah dibangun  YAMP. Masjid ke-999 atau masjid terakhir yang dibangun YAMP di Bekasi, atas rida Allah telah diresmikannya pada 9 September 2009. 

“Itu kesempatan dan peristiwa yang sangat berkesan bagi diri saya,” kata Tutut.

Pengakuan Driver Ojek Online yang Ngojek Sambil Bawa Bayi: Tak Rewel Kadang Minta Susu

Slavia Praha Sudah, Inter Milan Bersiap Hadapi Barcelona, Bek Inter Diego Godin Sebut Laga Final

Putri Pak Harto yang disebut-sebut paling dekat dengan warga masyarakat itu juga sempat menyoroti bagaimana masjid saat ini tengah menjadi sorotan. Ia mengaku sangat menyayangkan tuduhan bahwa masjid telah menjadi tempat penyebaran radikalisme, terorisime, sikap anti-Pancasila dan anti-NKRI, hingga perlu diawasi negara.

“Ini sungguh merisaukan hati karena jelas tuduhan yang jauh panggang dari api,” kata Tutut.

Menurut dia, setidaknya untuk masjid-masjid dalam naungan YAMP, tuduhan itu tak bisa dipercaya. Kata Tutut, di masjid-masjid YAMP yang bercirikan arsitektur Islam khas masa penyebaran dakwah para wali itu, ada garis perjuangan yang digariskan almarhum Pak Harto.

“Pak Harto menggariskan masjid itu untuk menjadi pusat peribadatan, sekaligus pusat peradaban umat di sekitarnya,” kata Tutut.

Karena itulah, Pak Harto menurutnya meyakini bahwa masjid harus menjadi tempat paling nyaman dan aman bagi warga untuk menunaikan salat dan berbagai ibadah lainnya. Selain itu, masjid pun harus memberi manfaat pendidikan, ekonomi, seni budaya, bahkan kesehatan bagi warga sekitarnya.

Dalam kesempatan itu juga hadir Prof Dr Emil Salim, salah seorang menteri di zaman Pak Harto. Mbak Tutut juga menyerahkan berbagai hadiah kepada beberapa masjid di dalam naungan YAMP yang memenangkan perlombaan sebagai masjid terbaik 2019. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved