Menteri Pertahanan Prabowo Subianto: Waspada, Ada Pergerakan yang Mengancam Negara-Negara ASEAN

Tugasnya, untuk bekerja sama dalam berbagai hal dengan tujuan misi kemanusiaan dan tentunya pemberantasan dan penanganan terorisme

Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianti hadir pada acara ASEAN Chiefs of Army Multilateral Meeting (ACAMM) ke-20 di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Senin (25/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun, Daniel Andreand Damanik

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianti hadir pada acara ASEAN Chiefs of Army Multilateral Meeting (ACAMM) ke-20 di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Senin (25/11/2019).

"Sadar atau tidak, suka maupun tidak, ada pergerakan yang dinamis mengancam Negara-Negara di ASEAN. Maka duharapkan dari pertemuan ini ada kerja sama yang baik dari Negara-negara ASEAN,"kata Prabowo dalam sambutannya menggunakan bahasa Inggris.

Prabowo Subianto menegaskan bahwa perdamaian sangatlah penting di ASEAN terutama sikap saling memahami di antara negara-negara ASEAN.

Kemudian, Prabowo menilai keamanan sangat penting, terutama dalam memperkuat solidaritas dari negara-negara ASEAN. Prabowo mengatakan bahwa ancaman sangat nyata seperti radikalisme transnational, dan terorisme.

"Selamat kepada pasukan tentara dari Filipina yang telah berprestasi baru-baru ini. Mereka bisa membantu menyelamatkan warga Indonesia yang menjadi tawanan di Sulu di Filipina bagian Selatan. Terima kasih juga kepada Negara-negara ASEAN yang sudah membantu Indonesia khususnya pada penanganan bencana," katanya.

Ashanty Ambruk Saat Salat Maghrib Karena Tak Kuasa Tahan Sakit, Penyakitnya Jadi Lebih Parah?

ISTRI Terduga Teroris Merinding Ketakutan Dengar Suara Aneh & Sosok Bayangan Perempuan di Tempat Kos

Prabowo menegaskan, hal yang menjadi prioritas dalam pertemuan tersebut ialah tentang penanganan bahaya terorisme.

Melalui pertemuan tersebut, diharapkan juga bisa melahirkan pasukan bersama. Tugasnya,
untuk bekerja sama dalam berbagai hal dengan tujuan misi kemanusiaan dan tentunya pemberantasan dan penanganan terorisme tersebut.

Menhan RI mengakui sangat menyukai motto acara tersebut ialah "together we can". Ia meminta agar mengedepankan persahabatan yang juga meningkatkan kesejahteraan.

"Perdamaian itu perlu memperhitungkan berbagai aspek seperti kewaspadaan, persiapan dan komitmen dalam menjaga ketahanan Negara," katanya.

Sejumlah Kapolres di Jawa Barat Dimutasi, Kapolres Indramayu Kini Dijabat AKBP Suhermanto

Pamer Kecantikan Wajah Istrinya, Zaskia Sungkar Bermakeup, Irwansyah Diingatkan soal Penyakit Ain

Diberitakan sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa dan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir dalam acara 20 th Asean Chiefs of Army Multilateral Meeting di Bandung, Senin (25/11/2019).

Kedatangan Prabowo Subianto di lokasi acara Trans Luxury Hotel Bandung, disambut langsung oleh Jenderal Andika Perkasa.

Jenderal Andika Perkasa secara langsung mengarahkan Menhan RI menuju stand pameran dari Pindad. Beberapa perlengkapan, seperti senjata, seragam TNI dan perlengkapan lainnya, diperkenalkan.

Selain dihadiri oleh Menteri Pertahanan RI, acara tersebut juga akan dihadiri oleh perwakilan delegasi dari negara ASEAN.

Acara dimulai sejak pukul 09.30 WIB dengan diawali perkenalan dari beberapa perwakilan negara. Perwakilan tersebut langsung dipanggil satu per satu ke atas panggung dan langsung bersalaman dengan Kasad dan Menhan RI, Prabowo Subianto

Hankamrata

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menekankan bahwa konsep pertahanan dan keamanan negara harus didasarkan pada sistem pertahanan rakyat semesta. Menurut Prabowo, konsep tersebut telah menjadi doktrin pertanahan yang dianut oleh bangsa Indonesia selama ini.

Oleh sebab itu, apabila suatu saat Indonesia terlibat perang, maka seluruh rakyat harus ikut terlibat.

"Kita mengerti dan memahami bahwa mungkin saat ini secara teknologi mungkin kita tidak bisa mengalahkan kekuatan teknologi bangsa lain. Tapi pertahanan kita, berdasarkan pemikiran atau konsep pertahahan rakyat semesta," ujar Prabowo saat memaparkan program Kementerian Pertahanan dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/10/2019).

"Kalau terpaksa kita terlibat perang, perang yang kita laksanakan adalah perang rakyat semesta. The concept of the total people's war," tutur dia.

Prabowo mengatakan, Indonesia tidak akan diduduki oleh negara lain apabila seluruh rakyat menjadi komponen pertahanan negara. Artinya, pertahanan negara tidak hanya diperkuat oleh TNI sebagai komponen utama. Menurut mantan Komandan Jenderal Kopassus itu, perlu dibangun komponen cadangan yang berasal dari segala sektor.

Dengan demikian, kata Prabowo, setiap warga negara berhak dan wajib mengikuti program Bela Negara.

"Itu adalah doktrin Indonesia selama ini, lahir dari sejarah kita bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut bela negara," kata Prabowo.

"Ini yang yang akan menjadi fokus persiapan pemikiran dan penyelenggaraan gelar pertahanan dan keamanan negara kita ke depan," ucap dia.

Berdasarkan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN), setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan Pertahanan Negara

Sementara, pasal 4 ayat (2) menyebut keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara diselenggarakan melalui pendidikan kewarganegaraan, pelatihan dasar kemiliteran secara wajib, pengabdian sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia secara sukarela atau secara wajib dan pengabdian sesuai dengan profesi.

 Politikus PDIP Effendi Simbolon Debat Dengan Menhan Prabowo Soal Ini Saat Rapat di Komisi I DPR

 LIVE STREAMING Sedang Berlangsung Rapat Kerja Menhan Prabowo Subianto dengan Komisi I DPR RI

 Jadi Anak Buah Presiden Jokowi, Prabowo Subianto Dapat Perintah Bahas Soal Anggaran

Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib diberlakukan bagi warga negara sebagai calon Komponen Cadangan. Komponen Cadangan disiapkan untuk dikerahkan melalui mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan dan kemampuan Komponen Utama atau TNI dalam menghadapi ancaman militer.

Kemudian, Pasal 31 mengatur soal pembentukan Komponen Cadangan yang terdiri dari 4 tahap yakni pendaftaran, seleksi, pelatihan dasar kemiliteran dan penetapan. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved