Musim Hujan Tak Kunjung Datang, Warga di Cirebon Manfaatkan Saluran Irigasi yang Kering dan Kotor

Musim kemarau panjang menyebabkan sebagian masyarakatdi Kabupaten Cirebon kesulitan mendapatkan air bersih, salah satunya

Musim Hujan Tak Kunjung Datang, Warga di Cirebon Manfaatkan Saluran Irigasi yang Kering dan Kotor
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Musim kemarau panjang menyebabkan sebagian masyarakatdi Kabupaten Cirebon kesulitan mendapatkan air bersih, salah satunya oleh warga di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Musim kemarau panjang menyebabkan sebagian masyarakatdi Kabupaten Cirebon kesulitan mendapatkan air bersih, salah satunya oleh warga di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun.

Ambawarti (56), warga Desa Cirebon Girang, mengakui, sumur yang berada di rumahnya tersebut sudah mengering sejak September lalu, sehingga saat ditimba, bukan cuma, tetapi air lumpur pun ikut terbawa.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,‎ kata Ambarwati, warga biasa memanfaatkan saluran irigasi yang berada di perbatasan antara Desa Cirebon Girang dengan Desa Krandon.

"Di saluran itu, banyak yang bisa dilakukan, mencuci dan mandi," kata Ambarwati di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Kamis (21/11/2019).

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, kondisi air yang berada di saluran tersebut tampak keruh berwarna hijau dan tercemari oleh sampah rumah tangga, mulai dari plastik, styrofoam, popok bayi, dan sampah ranting.

Warga lainnya, Sari Rahmawati (36), mengatakan, saluran irigasi tersebut adalah satu-satunya sumber air yang masih menghasilkan air, sehingga setiap harinya didatangi oleh warga.

Sari mengatakan, di tahun ini, ia memanfaatkan saluran‎ irigasi sejak Juli 2019 setiap harinya, bahkan mandi pun dilakukan di sungai tersebut.

"Kalau nunggu bantuan air bersih, itu sangat lama," katanya.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Eman Sulaeman, hujan yang mengguyur Kabupaten Cirebon tidak merata, sehingga tidak belum membebaskan warga dari kekeringan.

Eman mengatakan, hujan yang beberapa kali mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Cirebon pun berintesitas ringan dan berlangsung kurang dari 30 menit.

‎"Hujan belum mengembalikan ketersediaan sumber-sumber air warga," katanya.

Bencana Kekeringan Masih Terjadi di Kabupaten Cirebon, Warga Sampiran Sulit Mendapatkan Air Bersih

Satlantas Polres Cirebon Kota Bagikan 18 Ribu Liter Air Bersih Untuk Warga Kelurahan Argasunya

Sejumlah Daerah Sudah Diguyur Hujan, Indramayu Masih Krisis Air Bersih, Kebanyakan di Daerah Pesisir

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Cirebon, 11 kecamatan mengalami kekeringan atau krisis air bersih.

Kecamatan tersebut, yakni Greged, Gebang, Gegesik, Gunung Djati, Kaliwedi, Klangenan, Panguragan, Sedong, Slangit, Suranenggala, dan Talun.

BPBD Kabupaten Cirebon pun mencatat, di Gebang sebanyak satu desa, Greged satu desa, Gegesik satu desa, Gunung Djati empat desa, Kaliwedi satu desa, Klangenan satu desa, Talun satu desa, Slangit satu desa, Suranenggala dua desa, Panguragan dua desa, dan Sedong satu desa.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved