Mantan Sekretaris DPRD Kota Cimahi Diperiksa Kejaksaan, Terkait Dugaan Korupsi Dana Reses 2018

ke depannya tak menutup kemungkinan pihaknya juga akan memeriksa anggota DPRD Kota Cimahi periode 2014-2019 yang saat tahun 2018 memanfaatkan dana res

Mantan Sekretaris DPRD Kota Cimahi Diperiksa Kejaksaan, Terkait Dugaan Korupsi Dana Reses 2018
KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA
Ilustrasi kantor kejaksaan. 

Laporan Wartawan Tribun, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNCIREBON.COM, CIMAHI - Delapan orang pejabat di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Cimahi yang pernah menjabat pada tahun 2018 dipanggil dan diperiksa  Kejaksaan Negeri (Kejari) Cimahi, Kamis (21/11/2019) di Kantor Kejari Cimahi, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi.

Pemanggilan tersebut dilakukan terkait dengan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk pembayaran jasa non PNS dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Cimahi tahun 2018. Dalam kasus reses tersebut, diduga ada pemborosan anggaran sebesar Rp 6,7 miliar.

Delapan orang yang dipanggil pihak Kejari Cimahi adalah Budi Raharja yang saat itu menjabat Sekwan DPRD Kota Cimahi, kemudian Yanuar Taufik, Lilik Kartiwa, Adia Ningsih, Firman Gultom, Heri Zaini, Tita Mariam dan Malasari Dewi.

"Agendanya pemeriksaan. Hari ini pemeriksaan 8 orang. 4 orang pagi, 4 lagi siang, enggak sekaligus" ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Cimahi, Mila Susilowaty saat ditemui, Kamis (21/11/2019).

TERBONGKAR Misteri Keberadaan Soeharto Saat Sejumlah Jenderal Dibantai Pada Peristiwa G30S/PKI

Buruh Tani di Cianjur Ini Tak Bisa Tidur Semalaman Gara-gara Rumah Gubuknya Akan Direnovasi TNI

INI Sosok Syekh Abdul Rahman yang Makamnya Ditemukan di Kiajaran Wetan Indramayu,Sosok Tak Sembarang

Pantauan Tribun Jabar di lokasi Kantor Kejari, terlihat dari luar pintu Staf Pidsus, penyidik tengah memeriksa seorang pejabat yang mengenakan batik warna merah. Belum diketahui identitas pejabat tersebut.

Mila menjelaskan, kasus ini baru tahap pemeriksaan awal yang berawal dari laporan masyarakat.

"Tentang dana reses pada tahun 2018. Kerugiannya sementara Rp 6,7 miliar, itu dalam tiga kegiatan. Jadi informasinya bahwa anggota dewan ini menerima sekitar 80 juta lebih, itu sangat tinggi dibanding anggota dewan untuk satu orang," ungkapnya.

Mila menambahkan ke depannya tak menutup kemungkinan pihaknya juga akan memeriksa anggota DPRD Kota Cimahi periode 2014-2019 yang saat tahun 2018 memanfaatkan dana reses tersebut. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved