Nasional

Djarot Ungkap Keinginan Ahok Saat Jadi Bos BUMN, Singgung Soal Tionghoa dan Minoritas

Djarot Saiful Hidayat membeberkan keinginan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok saat jadi bos BUMN nanti

Instagram Agan Harahap
Ahok pakai baju Pertamina 

TRIBUNCIREBON.COM- Politikus PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat membeberkan keinginan mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok alias BTP saat menjadi pimpinan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hal tersebut disampaikan Djarot Saiful Hidayat saat menjadi narasumber di acara Aiman, Kompas TV.

Dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com Menteri BUMN Erick Thohir mengundang  Ahok, ke kantornya, Rabu (13/11/2019).

TONTON JUGA

Seusai pertemuan, Ahok mengatakan dirinya diajak bergabung di BUMN.

Ia pun disebut-sebut bakal masuk ke BUMN yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak di sektor energi, yakni PT PLN dan Pertamina.

Rencana penunjukan Ahok sebagai petinggi BUMN strategis langsung mengundang kontroversi.

Djarot Saiful Hidayat ikut menanggapi berbagai kontroversi tersebut.

Sebagai orang yang dekat dengan Ahok, Djarot Saiful Hidayat mengaku mengetahui keinginan hingga obsesi pria bernama asli Basuki Tjahaja Purnama itu.

 Traktir Karyawan Raffi Ahmad Ribuan Dolar di Singapura, Rieta Amalia Tegur Menantu: Pelit Amat Sih!

TONTON JUGA

Mulanya Djarot Saiful Hidayat menerangkan, ia sudah mengenal Ahok cukup lama.

"Saya bekerja langsung dengan Pak Ahok itu dua setengah tahun," ucap Djarot Saiful Hidayat dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Kompas TV, pada Kamis (21/11/2019).

"Tapi sebelumnya saya sudah kenal lama ketika dia jadi Bupati Belitung Timur,"

"Kita ngobrol banyak," imbuhnya.

Saling mengenal lama, Djarot Saiful Hidayat menjelaskan ia mengetahui kompentensi, jalan pikiran, keinginan, idealisme, dan obesesi seorang Ahok.

 Tolak Sertifikasi Pranikah, Yandri Susanto Beberkan Alasan: Ustaz Aja Bisa Cerai, Itu Urusan Allah

"Saya tahu bagaimana kompetensi beliau, saya tahu jalan pikirannya, keinginannya, idealismenya, kemudian obsesinya saya tahu," papar Djarot Saiful Hidayat.

Djarot Saiful Hidayat kemudian menyinggung soal suku asal Ahok.

Ia mengatakan walapun berasal dari suku minoritas, namun Ahok sangat mencintai Indonesia.

"Kalau saya melihat Ahok ini adalah seorang Tionghoa, minoritas, tetapi dia sangat cinta pada Indonesia," ucap Djarot Saiful Hidayat.

 Direktur HRS Emosi Dicecar Sebut Nama Intelijen Arab Pemberi Surat Cekal Rizieq: Anda Harus Hormat!

Djarot Saiful Hidayat mengatakan Ahok memiliki keinginan untuk memberikan konstribusi dalam memajukan negara.

"Keinginannya adalah bagaimana dirinya bisa memberikan sumbangan positif bagi kemajuan Indonesia," jelas Djarot Saiful Hidayat.

Tak cuma itu menurut Djarot Saiful Hidayat, Ahok juga mempunyai obesesi agar para pengelola negara dalam hal ini BUMN, bersih dan transparan.

"Untuk memajukan, dia punya obsesi dia ingin pengelola negera itu berinstregeritasm bersih dan trasnparan," kata Djarot Saiful Hidayat.

SIMAK VIDEONYA:

 Dijenguk Aaliyah Massaid, Penampilan Angelina Sondakh Tuai Sorotan

 

 

Anies Nilai E-Budgeting Warisan Ahok Tak Smart, Djarot Tertawa 

Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) 2020 DKI Jakarta ramai diperbincangkan masyarakat.

Pasalnya ditemukan sejumlah anggaran yang bernilai tak masuk akal, mulai dari Rp 82 miliar untuk membeli lem Aibon dan pulpen Rp 124 miliar.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantas menanggapi hal itu.

TONTON JUGA

Anies Baswedan mengatakan, kesalahan tersebut disebabkan karena sistem anggaran digital atau e-budgeting yang tidak smart.

Adapun biasanya Pemrov DKI mengunggah seluruh usulan anggaran dalam link website http://apbd.jakarta.go.id.

“Ya sebenarnya itu yang saya panggil minggu lalu. Saya tidak umumkan karena memang itu review internal, ini ada problem sistem yaitu sistem digital tetapi tidak smart,” ujar Anies Baswedan dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, pada Jumat (1/11/2019).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat lantas menanggapi pertanyataan Anies Baswedan itu.

Djarot Syaiful Hidayat bahkan sampai terkekeh saat memaparkan pandangannya terkait Anies Baswedan yang menyebut e-budgeting tidak pintar.

Peristiwa itu terjadi saat Djarot Syaiful Hidayat hadir sebagai narasumber di acara Apa Kabar Indonesia Malam, TV One.

 Diminta Tandatangani Pakta Integritas oleh Ketua Suporter, Andre Rosiade: Jangan Ragukan Nyali Saya!

TONTON JUGA

Penelusuran TribunJakarta.com sistem e-budgeting penganggaran milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pernah mendapat penghargaan sebagai salah satu inovasi perencanaan terbaik di Indonesia.

Pada April 2017, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memberikan predikat tersebut.

Sistem ini mulai diperkenalkan di DKI Jakarta ketika Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur.

Sistem tersebut akhirnya digunakan di Jakarta saat Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat menjabat.

 Blak-blakan! Andhika Pratama & Ussy Ogah Diundang Acara TV Ini, Gisella Anastasia: Wah Berani Banget

Djarot Syaiful Hidayat mengatakan jika Anies Baswedan menganggap sistem anggaran digital tak pintar, seharusnya mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu membuatnya menjadi pintar.

"Kalau sistemnya dianggap tidak smart ya dibuat smart dong," kata Djarot Syaiful Hidayat dikutip TribunJakarta.com dari YouTube TV One.

"Saya tahu Pak Anies juga orang yang smart," imbuhnya.

Menurut Djarot Syaiful Hidayat pintar atau tidaknya sesuatu sistem tergantung kepada seseorang yang mengoperasikannya.

"Tapi begini menurut saya se-smart apapun sytemnnya tapi kalau orang yang mengunakan sistem itu tidak smart ya akan berantakan," kata Djarot Syaiful Hidayat.

 Andhika Pratama & Ussy Blak-blakan Ogah Diundang Acara TV Ini, Gisella Anastasia: Wah Berani Banget

"Jadi menurut saya tergantung pada orangnnya," imbuhnya sambil tertawa.

Djarot Syaiful Hidayat mengatakan masyarakat DKI Jakarata justru seharusnya mengucapkan terima kasih kepada sistem e-budgenting tersebut.

"Ini sebetulnya kita harus terima kasih, karena jadi ditemukan kejanggalan itu, jadi bisa disempurnakan," kata Djarot Syaiful Hidayat.

"Bahwa ada sesuatu yang tidak benar loh, mari kita perbaiki sama-sama," tambahnya.

Djarot Syaiful Hidayat menjelaskan sistem e-budgeting dirancang agar tercipta transparansi dalam merancang anggaran.

 Tanggapi Isu Video Syur Mirip Nagita Slavina, Raffi Ahmad: Gua Kepala Keluarga Harus Klarifikasi

Hal tersebut bertujuan untuk menekan kemungkinan adanya korupsi di Pemprov DKI Jakarta.

"Sistem ini dirancang karena kita ingin ada transparansi, e-budgeting itu kuncinya adalah supaya anggaran yang dirancang oleh Pemprov diketahui oleh publik," jelas Djarot Syaiful Hidayat.

"Kita bisa menekan tingkat korupsi dan hal-hal yang tidak perlu," tambahnya.

SIMAK VIDEONYA:

 

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Beberkan Keinginan Ahok Saat Jadi Bos BUMN, Djarot Saiful Hidayat Singgung Soal Tionghoa & Minoritas

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved