Tak Terima Hasil Rekapitulasi Pemilihan Kuwu, Warga Karanganyar Panguragan Datangi Kantor Bupati

Warga Desa Karanganyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, kembali mendatangi Kantor Bupati Cirebon di Jalan Sunan

Tak Terima Hasil Rekapitulasi Pemilihan Kuwu, Warga Karanganyar Panguragan Datangi Kantor Bupati
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Warga Desa Karanganyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, kembali mendatangi Kantor Bupati Cirebon di Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Rabu (20/11/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - ‎Warga Desa Karanganyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, kembali mendatangi Kantor Bupati Cirebon di Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Rabu (20/11/2019).

Kedatangan warga‎ tersebut, untuk berunjuk rasa terkait hasil rekapitulasi suara pemilihan kuwu (pilwu) serentak yang dilaksanakan pemerintah daerah Kabupaten Cirebon pada 27 Oktober lalu.

Koordinator warga, Muhani, mengatakan, warga di Desa Karanganyar, kedatangan warga ke Kantor Bupati masih dengan tuntutan yang sama, yakni terkait kejanggalan pada saat pilwu serentak.

"Saat tuntutan kami tidak didengar, kami putuskan kembali datang, meskipun cuma sedikit tetap akan diperjuangkan," kata Muhani di depan Kantor Bupati, Rabu (20/11/2019).

Hasil penghitungan suara, kata Muhani, jumlah suara yang masuk sebanyak 2.441, sedangkan jumlah daftar pemilih hanyak sebanyak 2.412 orang, diduga memenangkan ‎calon nomor urut satu.

Selain itu, warga di Desa Karanganyar pun menemukan penyalahgunaan surat undangan untuk pemilih pada pilwu serentak 2019.

Muhani mengatakan, sejumlah masyarakat yang bekerja di luar negeri atau di luar kota dan tidak mencoblos kuwu pilihan, tapi dalam laporan masyarakat tersebut memberikan hak suaranya.

Warga pun berharap kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga tidak lagi masyarakat yang merasa dicurangi‎ oleh oknum tidak bertanggung jawab.

"Masih akan tetap di sini, sampai keinginan kami didengarkan," katanya.

Kantor Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cirebon, menerima laporan dari 19 desa, terkait polemik pilwu serentak, sebagian besar melaporkan sampai tiga hari setelah waktu pemilihan.

Kesbangpol Kabupaten Cirebon Terima 19 Laporan Sengketa Pilwu

Puluhan Wa‎rga Desa Karanganyar Geruduk Kantor Bupati Cirebon, Protes Hasil Pilwu Serentak

Pilwu Serentak Usai, Mantan Wabup Cirebon Minta Bersatu & Kuwu Terpilih Bawa Visi Misi yang Selaras

Sembilan belas desa tersebut yakni, Desa Gua Lor, Suranenggala Kulon, Buyut, Mundu Mesigit, Beber, Bode Lor, Grogol, Kalirahayu, Sutawinangun, Karang Anyar, Pabedilan kidul, Danawinangun, Gegesik, Cempaka, Kanci, Gebang, Dompyong Wetan, Kertawinangun, dan Gebang Udik.

Sebagian besar kasus dalam penyelenggaraan pilwu serentak, yakni permasalahan selisih suara, bahkan sejumlah desa perbedaannya hanya satu persen.‎ (*)

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved