Kesbangpol Kabupaten Cirebon Terima 19 Laporan Sengketa Pilwu
Kesbangpol Kabupaten Cirebon, mengaku siap menggelar penyelesaian sengketa terkait pemilihan kuwu (Pilwu) serentak 2019.
Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Cirebon, mengaku siap menggelar penyelesaian sengketa terkait pemilihan kuwu (Pilwu) serentak 2019.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Cirebon, Zainal Abidin, mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari 19 desa, sebagian besar melaporkan sampai tiga hari setelah waktu pemilihan.
19 tersebut yakni, Desa Gua Lor, Suranenggala Kulon, Buyut, Mundu Mesigit, Beber, Bode Lor, Grogol, Kalirahayu, Sutawinangun, Karang Anyar, Pabedilan kidul, Danawinangun, Gegesik, Cempaka, Kanci, Gebang, Dompyong Wetan, Kertawinangun, dan Gebang Udik.
• IPC Cirebon Targetkan Indeks Kepuasan Konsumen Meningkat Dibanding Tahun Lalu
• Refi & Pian, Bocah Asal Indramayu Ditinggal Kabur Ibu Kandung, Sang Ibu Minggat dengan Pria Kaya

"Kami sedang meminta keterangan dari pelapor dan pengawas pun sudah bergerak," kata Zaenal saat ditemui di Kantor Bupati Cirebon, Kecamatan Sumber, Selasa (5/11/2019).
Sebagian besar kasus dalam penyelenggaraan pilwu serentak, kata Zaenal, yakni permasalahan selisih suara, bahkan sejumlah desa perbedaannya hanya satu persen.
• KECURIGAAN Sule soal Mantan Istri Menikah Lagi Akhirnya Terbukti, tapi Sule Ngaku Woles
• VIDEO - Dua Wanita Cantik Ini Ditilang Polisi, Tadinya Mau Pamer SIM Ternyata Belum Dibayar Pajak
"Permasalahan seperti ini pernah terjadi di Kabupaten Cirebon pada 2017, itu sampai pengadilan," katanya.
Sebelumnya, puluhan warga Desa Karanganyar, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, mendatangi Kantor Bupati Cirebon di Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Selasa siang (5/11/2019).
Kedatangan puluhan warga Desa Karanganyar tersebut yakni untuk melakukan unjuk rasa terkait hasil rekapitulasi pemilihan kuwu (pilwu) serentak pada 27 Oktober lalu.
Pantauan Tribun Jabar, Selasa (5/11/2019), puluhan warga tersebut melakukan orasi tepat di depan Kantor Bupati Cirebon, lengkap dengan membawa pengeras suara dan poster bertuliskan protes.
• Puluhan Warga Desa Karanganyar Geruduk Kantor Bupati Cirebon, Protes Hasil Pilwu Serentak
Koordinator warga, Muhani, mengatakan, warga di Desa Karanganyar menemukan sejumlah kejanggalan pada saat pilwu serentak, yakni terkait masalah penggelembungan suara.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, kata Muhani, saat Pilwu serentak, jumlah suara yang masuk sebanyak 2.441, sedangkan jumlah daftar pemilih hanyak sebanyak 2.412 orang.
"Kami menduga, ini memenangkan salah satu pasangan calon, yaitu yang nomor satu," kata Muhani disela aksi, Selasa (5/11/2019).
Vaksinasi Mandiri Telah Resmi Dibuka, Karyawan dan Keluarga Tetap Dapat Vaksin Covid-19 Gratis |
![]() |
---|
Ayus Sudah Terbukti Selingkuh dengan Nissa Sabyan, ART Ayus Menangis, Tak Tega Lihat Kondisi Ririe |
![]() |
---|
Kusmiyati Nyogok Rp 200 Juta Agar Anak Jadi PNS, Tertipu, Ngutang ke Bank Rp 200 Juta, Bayar Nyicil |
![]() |
---|
Desa Ini Dihuni 3.000 Janda, Ternyata Ini yang Menyebabkan Suami Mereka Meninggal Dunia |
![]() |
---|
Detik-detik Pembantu Rumah Tangga Habisi Majikan Lansia Pakai Tongkat, Ternyata Gara-gara Ini |
![]() |
---|