Breaking News:

Politik

Andre Rosiade Peringatkan Ahok BTP yang Bakal Jadi Bos BUMN untuk Tidak Memaki-maki Orang

Di masa Basuki masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, gaji yang ia terima bahkan hanya 8,4 juta rupiah per bulan.

Tribunnews/Reza Deni
Basuki Tjahja Purnama atau Ahok 

TRIBUNCIREBON.COM - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade mengingatkan Menteri BUMN Erick Thoihir bila nanti memilih Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok BTP jadi bos BUMN.

Adapun Andre Rosiade mengingatkan Erick Thohir soal sikap Ahok BTP.

Selain itu, Andre Rosiade juga mengingatkan bila nanti Ahok BTP jadi bos BUMN, Erick Thohir harus meminta BTP mengklarifikasi soal sejumlah kasus yang pernah menyeret namanya.

"berdasarkan Undang-undang nomor 9 tahun 2003 Menteri BUMN berwenang melakukan pengangkatan karena dia representasi negara yang memegang saham BUMN,

kami DPR menghormati kewenangan dan apapun keputusan menteri BUMN, " kata Andre Rosiade dikutip dari Sapa Indonesia Malam Kompas TV.

 SOSOK Kakak Ipar Nella Kharisma yang Curi Perhatian, Sama Cantiknya dengan Nella, Nih Foto-fotonya

 9 Jam Irfan, Anak Bupati Majalengka Karna Sobahi Diperiksa, Pelapor Cabut Laporan, Pilih Berdamai

 HATI-HATI! Indramayu Berpotensi Gempa Bumi, Terpusat di Kecamatan Terisi, BMKG Pasang Alat Deteksi

Selain itu, Andre Rosiade mengingatkan Erick Thohir agar visi BUMN menjadi transparansi bisa terwujud.

Agar semuanya itu bisa terwujud, kata Andre Rosiade, Erick Thohir perlu mengingatkan Ahok BTP atas sikapnya.

 

"tapi tentu kita mengingatkan Erick Thohir, jangan sampai harapan kita BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir bisa melanjutkan transparansi, perbaikan kinerja, itu bisa berlangsung, " kata Andre.

"harapan kami kalau pak Erick memilik pak Ahok BTP ada hal yang perlu diingatkan, " tambah Andre Rosiade.

Selain itu, Andre Rosiade mengatakan Ahok BTP perlu melakukan klarifikasi soal kasus Rumah Sakit Sumber Waras.

Tak hanya itu, Andre Rosiade juga meminta Ahok BTP mengklarifikasi sejumlah kasus lain yang pernah menyeret namanya.

"pertama ada klarifikasi soal ke BPK dan KPK soal kasus seperti sumber waras, pembelian tanah sendiri DKI, " kata Andre Rosiade.

Andre Rosiade
Andre Rosiade (TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Hal itu, menurut Andre, perlu dilakukan untuk menunjang visi BUMN menjadi lembaga yang transparan

"lho kan katanya mau transparansi kan mau perbaikan,

bayangkan pak Ahok BTP waktu jadi gubernur membeli sumber waras," kata Andre Rosiade.

Adapun Aiman sebagai pembawa acara kemudian menyela pembicaraan Andre Rosiade.

Selain itu, Aiman juga membandingkan kasus yang juga menyeret nama Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

 

"bukannya semua pejabat punya kasus yang tidak terbukti, pak Jokowi ada bus Trans Jakarta, Anies Baswedan Frankfrut Book Fair,

artinya kalau semua diungkap semua akan punya hal, tidak kemudian membuktikan ada pelanggaran hukum," kata Aiman ke Andre Rosiade

"ini kan butuh klarifikasi, " jawab Andre Rosiade.

Setelah diberi timpalan oleh Aiman, Andre Rosiade melanjutkan penjelasannya dengan topik lain.

"saran saya ya mempimpin BUMN ke depan harapan kami ke depan tentu perbaikan, " kata Andre Rosiade.

Bukan hanya mengklarifikasi kasus yang menyeret namanya, Ahok BTP juga diminta untuk merubah gaya kepemimpinan.

Diketahui bersama sewaktu menjadi Gubernur DKI, Ahok BTP selalu diprotes karena gaya bicaranya yang keras.

 

"harapan kami pak Erick Thohir ingatkan pak Ahok BTP jangan ulangai gaya lama mempin DKI di BUMN nanti, tidak perlu, " kata Andre.

Menurutnya melakukan reformasi dan perbaikan tak melulu harus dengan memaki.

"melakukan perbaikan reformasi tidak harus dengan memaki-maki orang,

banyak direksi sukses manajemen yang sukses tanpa harus memaki orang , " kata Andre.

Adapun Andre Rosiade juga mengimbau agar Ahok BTP tidak petantang-petenteng ketika nanti jadi bos BUMN.

"tolong jangan petantanteng kalau nanti Anda jadi pimpinan BUMN,

patuhi Undang-Undang BUMN Perseroan terbatas, supaya pak Erick Thohir mengingatkan pak Ahok BTP jangan sampai tujuan yang baik ini jadi berantakan karena orangnya emosional," tutup Andre Rosiade.

 

Adapun Ahok BTP sendiri disebut-sebut akan mengisi posisi penting di Pertamina.

Dialnsir dari Kompas.com, Presiden Jokowi membenarkan bahwasanya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok BTP akan memimpin di salah satu perusahaan BUMN.

Terkait dengan penempatanAhok BTP di dalam lingkungan perusahaan BUMN, Presiden Jokowi ketika ditanya para awak media tidak mengetahui Ahok BTP akan ditempatkan di mana.

"Kita kan tahu kinerjanya. Penempatannya di mana, itu proses seleksi yang ada di Kementerian BUMN," kata Jokowi.

Jawaban Ahok saat ditanya jadi bos Pertamina atau PLN
Jawaban Ahok saat ditanya jadi bos Pertamina atau PLN (Youtube channel Kompas tv)

Jika memang Basuki Tjahaja Purnama akan memimpin perusahaan minyak terbesar di Indonesia ini, berapakah gaji yang akan diterima Basuki?

Dikutip Tribunnews.com dari tayangan Kompas TV, berdasarkan laporan kinerja keuangan Pertamina di tahun 2018, kompensasi untuk manajemen yang berupa gaji dan imbalan untuk 17 direksi dan komisaris, mencapai 47,23 juta dollar AS atau 671 miliar rupiah per tahun.

Imbalan sejumlah 671 miliar jika dibagi dengan 17 orang direksi dan komisaris yang berada di Pertamina, maka setiap orang akan menerima sejumlah 39 miliar rupiah setahun atau 3,25 miliar dalam sebulan.

Gaji yang didapatkan oleh seorang pimpinan Pertamina bahkan mengalahkan gaji dan tunjangan seorang Presiden Jokowi.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 75 tahun 2000 tentang gaji pokok Pimpinan Lembaga Tertinggi Negara dan Keputusan Presiden Nomor 68 Tahun 2001, Presiden Jokowi hanya mendapatkan gaji sebesar 62,74 juta perbulan.

Jika dibandingkan gaji seorang presiden dan pimpinan Pertaminan, gaji presiden masih kalah jauh dengan gaji yang didapatkan Basuki jika ia pada nantinya akan menjadi pimpinan PT.Pertamina (Persero)

Spanduk Tolak Ahok di Pertamina
Spanduk Tolak Ahok di Pertamina (Instagram Ariegoem)

Di masa Basuki masih menjadi Gubernur DKI Jakarta, gaji yang ia terima bahkan hanya 8,4 juta rupiah per bulan.

Terkait dengan wacana Basuki Tjahaja Purnama menjadi pimpinan di salah perusahaan BUMN, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi juga turut mengemukakan suaranya.

Luhut menilai tidak ada masalah jika Basuki bergabung dan menjalankan saah satu perusahaan di lingkungan BUMN.

"Ya kan dia kerjanya bagus, kerjanya boleh. Ya kita lihat saja ya," ujar Luhut Pandjaitan saat ditemui di sela Rapat Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Saat ditanya apakah ia telah mengetahui BUMN mana yang akan dipimpin Ahok BTP, Luhut Pandjaitan enggan menjawab.

"Ya enggak tahu, kita tunggu aja," imbuhnya.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved