Indramayu

BPBD Indramayu Gelar Simulasi Gempa Bumi Bersama Ratusan Siswa SMK Negeri 1 Sindang Indramayu

Sebanyak ratusan siswa di SMK Negeri 1 Sindang Indramayu tampak antusias mengikuti kegiatan simulasi bencana gempa bumi.

BPBD Indramayu Gelar Simulasi Gempa Bumi Bersama Ratusan Siswa SMK Negeri 1 Sindang Indramayu
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Siswa-siswi saat mempraktekan menolong rekan yang pingsan saat gempa terjadi di SMK Negeri 1 Sindang, Jumat (15/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak ratusan siswa di SMK Negeri 1 Sindang Indramayu tampak antusias mengikuti kegiatan simulasi bencana Gempa bumi.

Kegiatan itu digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu untuk mengedukasi siswa-siswi bagaimana cara menyelamatkan diri bilamana bencana Gempa bumi terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Indramayu, Edi Kusdiana melalui koordinator Tim Assesment BPBD Indramayu, Ismail Husni mengatakan, sekolah menjadi wilayah yang rentan berdampak korban bilamana bencana Gempa bumi terjadi.

Mahfud MD Bongkar Isi Surat yang Dipamerkan Rizieq Shihab, Ternyata Bukan Surat Cekal dari RI

"Kantor, rumah, juga sebenarnya rentan korban tapi karena struktur bangunan yang umumnya dua lantai, sekolah sangat rentan terjadi korban," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di sela-sela kegiatan mitigasi bencana di SMK Negeri 1 Sindang, Jumat (15/11/2019).

Oleh karena itu, siswa-siswi perlu dibekali dengan edukasi kebencanaan, terutama bagaimana menyelamatkan diri mereka sendiri.

Siswa-siswi saat mempraktekan menolong rekan yang pingsan saat gempa terjadi di SMK Negeri 1 Sindang, Jumat (15/11/2019).
Siswa-siswi saat mempraktekan menolong rekan yang pingsan saat gempa terjadi di SMK Negeri 1 Sindang, Jumat (15/11/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Jubir Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Ngaku Sering Debat Dengan Prabowo Subianto, Kenapa?

"Program ini namanya siswa siaga bencana, kita juga lakukan di sekolah-sekolah lain di Indramayu," ujar dia

Ismail Husni menjelaskan, para pelajar yang tidak tahu bagaimana cara menyelamatkan diri saat gempa terjadi, kebanyak dari mereka merasa panik.

Hal tersebut yang mengakibatkan terjadinya korban.

"Biasanya mereka panik dan berjubel (rebutan keluar ruangan) lalu terinjak-injak nah korbannya itu biasanya dari situ," ucap dia.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved