Kepala dan Bendahara RS Lembang Dituntut 8 dan 10 Tahun Penjara, Harus Kembalikan Duit Rp 7 Miliar

Persidangan sudah menghadirkan sejumlah saksi hingga ahli. Selama persidangan, kedua terdakwa dianggap bersikap sopan.

Kepala dan Bendahara RS Lembang Dituntut 8 dan 10 Tahun Penjara, Harus Kembalikan Duit Rp 7 Miliar
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Dua terdakwa kasus korupsi RS Lembang menghadapi tuntutan jaksa di Pengadilan Tipikor, Bandung, Rabu (13/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribun, Mega Nugraha Sukarna

 TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG-Kasus dugaan korupsi dana klaim BPJS Kesehatan RSUD Lembang Kabupaten Bandung Barat di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung memasuki sidang tuntutan dari jaksa penuntut umum.

Sidang tuntutan dengan terdakwa Onnie Habie selaku Kepala UPT dan Meta Susanti sebagai Bendahara RSUD Lembang dibacakan jaksa penuntut umum, Rabu (13/11).

Jaksa meminta majelis hakim agar menyatakan keduanya bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur di Pasal 2 Undang-undang Pemberantasan Tipikor.

"Menjatuhkan pidana penjara untuk terdakwa Onnie Habie dengan penjara selama 8 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair kurungan enam bulan. Dan terdakwa Meta Susanti 10 tahun penjara," ujar Wahyu Sudrajat, jaksa penuntut umum.

Mendengar tuntutan jaksa, keduanya hanya tertunduk di depan majelis hakim. Dalam kasus ini, audit kerugian negara mencapai Rp 7.7 miliar.

"Terdakwa Onnie harus mengembalikan uang negara Rp 2 miliar subsidair kurungan 4 tahun‎. Sedangkan Meta harus mengganti kerugian negara Rp 5 miliar lebih subsidair lima tahun kurungan," kata jaksa.

Persidangan sudah menghadirkan sejumlah saksi hingga ahli. Selama persidangan, kedua terdakwa dianggap bersikap sopan. Namun tetap saja, perbuatan keduanya yang merugikan negara harus dipertanggung jawabkan.

"‎Terdakwa Onnie sudah mengembalikan uang negara Rp 100 juta. Sedangkan terdakwa Meta mengembalikan Rp 5 juta. Keduanya juga menyesali perbuatannya," ujar jaksa saat mengurai unsur meringankan dalam perbuatan terdakwa.

BOM Meledak di Medan, Mantan Pimpinan Jamaah Islamiyah Nasir Abas Singgung Motif Balas Dendam

Manfaat Daun Binahong, Ternyata Bisa Atasi Gagal Ginjal, Asam Urat, dan Basmi Diabetes

Kasus itu bermula saat keduanya menjabat pimpinan di RSUD Lembang yang mengklaim dana BPJS Kesehatan periode 2017 senilai Rp 5,52 miliar lebih secara bertahap. Kemudian pada 2018, mengklaim dana BPJS Kesehatan Rp 5.,88 miliar lebih. Sehingga, totalnya Rp 11,4 miliar lebih.

Hanya saja, dari total itu, keduanya tidak menyetorkan klaim itu ke kas daerah Setda Pemkab Bandung Barat. Rp 7,7 miliar diantaranya digunakan untuk kepentingan pribadi.

Salah satunya digunakan untuk memberi sejumlah barang dan aset tak bergerak. Aset benda bergerak yang digunakan keduanya dibeli menggunakan dana klaim BPJS Kesehatan.

Dalam daftar barang bukti kasus itu di Rubpasan Kelas I Bandung, ada 19 barang bukti. Mulai dari sofa, tas bermerk hingga guci. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved