Disdik Cirebon Ingatkan Soal Penggunaan DAK: Jangan Cuma Semangat Mengajukan Anggaran Saja
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, menegaskan kepada seluruh pihak sekolah yang mendapatkan bantuan dana alokasi khusus (DAK)
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNCIREBON.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, menegaskan kepada seluruh pihak sekolah yang mendapatkan bantuan dana alokasi khusus (DAK) untuk berbagai kebutuhan, supaya tertib dalam administrasi.
Kadisdik Kabupaten Cirebon, Asdullah Anwar, mengatakan, pencairan DAK saat ini sudah memasuki tahap akhir pencairan, hampir 70 persen telah terserap baik pada termin pertama dan kedua.
Kemudian, kata Asdullah, sisa DAK pun akan kembali dicarikan pada termin ketiga yang diperkirakan akan turun pada awal Desember 2019.
"Jangan hanya semangat mengajukan dan menerima anggaran, tetapi harus melaporkan pertanggung jawabannya yang sudah dikerjakan," kata Asdullah di Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (12/11/2019).
Asdullah menuturkan, untuk setiap sekolah yang melaksanakan proyek pengerjaan, agar tidak bermain-main dengan anggaran untuk keperluan proses renovasi atau pembangunan.
Selain berpengaruh kepada kualitas kontruksi bangunan, pihak sekolah sekolah yang terbukti melakukan penyimpanan pun akan berhadapan dengan hukum dengan ancaman kurungan penjara.
Asdullah mengatakan, kepada sekolah penerima DAK, diminta untuk tidak takut melaksanakan program, jika semuanya berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang ada.
"Sebenarnya dalam pemeliharaan ruang kelas bisa dilakukan melalui BOS.
Jangan sampai menunggu rusak berat yang berdampak bisa membahayakan bagi semua pihak, seperti yang sudah-sudah," katanya.
Sebelumnya, dua ruang kelas di SMPN 2 Plumbon mengalami ambruk pada Selasa (1/10/2019). Dua ruangan tersebut merupakan kelas VII I dan VII J.
Dua kelas yang roboh tersebut, terjadi pada saat proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Ambruknya bagian bangunan tersebut tepat di bagian atap dan puing bangunan, hingga saat ini masih tampak berserakan memenuhi bagian dalam koridor ruang kelas.
Dalam kejadian nahas tersebut, 15 orang siswa serta dua orang guru menjadi korban dan harus menjalani perawatan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/ambruk-dua-kelas.jpg)