DPRD Jabar Ngilu Dengar Jawa Barat Ada di Peringkat 2 Pengangguran, Jangan Sampai Juara Pengangguran

Hal ini sejalan dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang juga meningkat sebesar 2,15 persen poin dari 62,92 persen pada Agustus 2018.

DPRD Jabar Ngilu Dengar Jawa Barat Ada di Peringkat 2 Pengangguran, Jangan Sampai Juara Pengangguran
Istimewa
Ilustrasi pengangguran 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - DPRD Provinsi Jawa Barat menyayangkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Barat yang sangat tinggi, bahkan menjadi juara dua di tingkat nasional sebagai daerah dengan angka pengangguran terbanyak setelah Provinsi Banten.

//

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran terbuka terbesar adalah di Provinsi Banten, yakni 8,11 persen, disusul Jawa Barat dengan angka 7,99 persen.

Diikuti Maluku 7,08 persen, Kepulauan Riau 6,91 persen, Sulawesi Utara 6,52 persen, Papua Barat 6,24 persen, dan DKI Jakarta 6,22 persen.

BPS Provinsi Jawa Barat pun merilis jumlah angkatan kerja di Jawa Barat pada Agustus 2019 sebanyak 23,80 juta orang, naik 1,17 juta orang dibanding Agustus 2018.

Hal ini sejalan dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) yang juga meningkat sebesar 2,15 persen poin dari 62,92 persen pada Agustus 2018.

Dalam setahun terakhir, tingkat pengangguran terbuka di Jabar turun menjadi 7,99 persen pada Agustus 2019, dari 8,17 persen pada tahun sebelumnya.

Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi di antara tingkat pendidikan lain yaitu sebesar 14,53 persen.

Ketua Komisi 5 DPRD Provinsi Jawa Barat, Dadang Kurniawan, mengatakan walaupun terlihat proses penurunan jumlah pengangguran, data-data mengenai pengangguran di Jawa Barat tersebut sangat menyakitkan untuk diketahui.

"Begitu masuk di Komisi 5 dan ketemu dengan Dinas Ketenagakerjaan, saya tercengang mendengar statistik pengangguran di Jawa barat yang begitu mengilukan," kata Dadang Kurniawan melalui ponsel, Kamis (7/11/2019).

Dadang mengatakan angka yang terlalu besar, bahkan lebih tinggi dari tingkat pengangguran terbuka nasional sebesar 5,28 persen ini, harus segera diatasi.

Jangan sampai, katanya, Jabar malah menjadi juara pengangguran.

"Artinya ini peringatan keras buat pemerintah untuk segera menggenjot penyelesaian masalah ketenagakerjaan di Jawa Barat," katanya.

Dadang mengatakan masalah pengangguran adalah salah satu hal dasar yang sangat darurat untuk diatasi, sama seperti masalah pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

"Kami dari komisi 5 mengawal terus kebijakan masalah ketenagakerjaan. Pemerintah harus memberikan keberpihakan dan perhatian, upaya dukungan yang lebih serius terhadap persoalan pengangguran," katanya.

 Tingkat Pengangguran di Banten Tertinggi se-Indonesia, Jawa Barat Nomor 2

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved