Terpilih Jadi Ketum PSSI, Iwan Bule Lakukan Langkah Awal Bentuk Direktorat Soal Suporter, Tepatkah?

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, siap membuat gebrakan dengan rencana pembentukan

Kolase
istri Ketum PSSI Mochamad Iriawan alais Iwan Bule, Novita Ariyanti 

TRIBUNCIREBON.COM - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, siap membuat gebrakan dengan rencana pembentukan direktorat suporter.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule ini akan membentuk direktorat suporter untuk mengontrol tindakan anarkis yang biasa dilakukan oleh para pendukung sepak bola Tanah Air.

Iwan Bule mengatakan hal itu saat bertemu Menpora Zainudin Amali di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat.

Dalam jumpa pers Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, dan Menpora Zainudin Amali, sejumlah pertanyaan diterima keduanya.

Salah satu pertanyaan adalah mengenai persoalan dari suporter dan apa solusi dari PSSI.

Iwan Bule pun menjawab soal kebijakannya terkait suporter dan langkah yang bakal ditempuh PSSI.

”Saya akui kalau sampai sekarang suporter itu belum ada yang mengakomodir,” kata Iwan Bule seperti dikutip BolaSport.

Menurutnya, aparatur negara baik itu Pemerintah Daerah maupun polisi dinilai lalai dalam menjaga suporter untuk lebih kondusif dalam menghadiri pertandingan sepak bola.

Dirinya berharap dengan dibentiknya direktorar supertor bisa merangkul para pendukung sepak bola klub Indonesia untuk dapat memberikan rasa damai saat pertandingan berlangsung.

”Pemerintah daerah dan polisi tak mengurusi suporter, makanya kami akan membentuk satu divisi atau direktorat.”

”Divisi atau direktorat itu untuk pembinaan suporter atau fan,” sambung Ketua Umum PSSI yang pernah menjabat sebagai asisten Operasi Kapolri.

Iwan Bule juga mengungkapkan cara dari PSSI soal pembentukan direktorat suporter ini.

”Kami sudah berkomunikasi dengan Jak Mania, Viking, Aremania, kemudian suporter Surabaya (Bonek). Bagaimana caranya, itu harus berkomunisi dengan mereka,” ujar Iwan Bule.

”Itu hanya satu, mereka tidak pernah dikumpulkan dalam suatu tempat yang memang bukan lapangan hijau,” ucap Iwan menambahkan.

Proses pemilihan Calon Ketum PSSI yg disaksikan FIFA dan AFC sedang berlangsung. Semoga lancar.

Pria asli Jakarta ini pun menegaskan, PSSI akan membuat semacam gathering suporter.

”Nanti misal ada 20 perwakilan Jak Mania, 20 mungkin perwakilan fan Persib, itu mereka tak akan berantem. Apa sih salahnya kalau kami buat semacam family gathering bagi suporter,” tutur Iwan.

”Saya pernah pergi ke Malaysia dan di sana ada aliansi suporter. Mereka para Jak Mania dan dari suporter Persib berpelukan lho,” katanya.

Namun, Iwan Bule belum menjelaskan secara detail soal rencananya itu dan apa yang akan dilakukan PSSI. 

Terpilih Jadi Ketum PSSI

Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2019 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Sabtu (2/11/2019), menetapkan Komjen Pol Mochamad Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI periode 2019-2023. 

Setelah resmi menjabat sebagai ketua umum, pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut langsung menyatakan gebrakan awalnya. 

Ada dua pekerjaan utama yang akan Iwan Bule kerjakan setelah ini, yakni persiapan SEA Games 2019 di Manila dan persiapan Piala Dunia U-20 di Indonesia pada 2021 mendatang. 

Iwan Bule mengatakan, dua hal tersebut membutuhkan perhatian besar dari PSSI saat ini.

Selain menjelaskan langkah awal yang akan ia lakukan sebagai ketua umum, Iwan Bule berjanji akan memberantas masalah paling utama sepak bola Indonesia, yakni terkait mafia bola. 

Iwan Bule mengungkapkan, sama seperti mekanisme sebelumnya, ia akan dengan tegas melaporkan ke kepolisian jika terbukti ada praktik mafia bola dalam masa kepengurusannya. 

"Ya saya kan komit, jika ada terbukti, saya dorong ke kepolisian. Saya akan lapor saja kepada satgas jika terbukti ada mafia bola," ujar Iwan Bule

Iwan Bule juga berjanji akan menindaklanjuti jajarannya seandainya terbukti terlibat mafia bola. 

Ia mengaku bahwa tindakan tersebut akan ia lakukan untuk membersihkan dan memperbaiki sepak bola Indonesia. 

"Ya jelas, kalau tidak ditindaklanjuti, kapan kita mau jadi lebih baik? Kalau terbukti ada yang terlibat, nanti saya dorong ke kopolisian," katanya. 

Selain itu, Iwan Bule juga menanggapi perihal dirinya yang merangkap jabatan sebagai Ketua Umum PSSI sekaligus Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional RI. 

Ia mengatakan bahwa masih akan melihat perkembangan dan berjanji akan bisa membagi waktu untuk keduanya. 

"Kita akan lihat perkembangan. Kami ada waktu untuk bicarakan dengan PSSI. Saya akan bisa bagi waktu," ucap Iwan Bule

Tidak hanya perihal dirinya yang rangkap jabatan, Iwan Bule juga mengatakan bahwa masih akan melihat perkembangan terkait pengurus Exco yang merangkap jabatan di klub masing-masing. 

Iwan Bule mengaku bahwa tidak ada yang bisa mengintervensi keputusan voter sebagai pemilih pengurus Exco. 

Mengingat bahwa pada kepengurusan sebelumnya, ada juga pengurus Exco yang merangkap jabatan sebagai pengurus klub. 

Iwan Bule menegaskan, ia beserta jajaran akan fokus pada pengawasan terhadap pengurus Exco. 

"Ya ini kan sulit. mereka dipilih oleh voter kita tidak bisa mengintervensi ini boleh atau tidak. Karena demikian sebelumnya juga ada yang rangkap jabatan," ucapnya. 

"Jadi, tinggal bagaimana pengawasan terhadap Exco. Jadwal pertandingan nanti harus ketat jangan sampai menguntungkan Exco yang rangkap jabatan dengan klub," katanya. 

Perihal apakah pengurus Exco yang rangkap jabatan akan diminta mundur dari klub atau tidak, Iwan Bule mengaku belum ada rencana. 

Dia tetap akan melakukan pengawasan terlebih dahulu dan pasti akan melakukan evaluasi jika kinerja pengurus Exco tidak baik. 

"Sementara kita belum sampai ke sana, yang jelas kalau nanti kami temukan akan ada hal yang menguntungkan dan merugikan pihak lain, kami akan evaluasi," tutur Iwan Bule.

Diberitakan sebelumnya, Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada Sabtu (2/11/2019) telah menghasilkan putusan soal Ketua Umum PSSI yang baru.

Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan resmi terpilih sebagai Ketua Umum PSSI.

Adapun Mochamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule itu terpilih melalui KLB PSSI yang digelar di Hotel Shangrilla, Sabtu siang.

Selain itu,  Mochamad Iriawan resmi menjadi Ketua Umum PSSI 2019-2023. Dia meraih 82 suara dari total 85 voters.

Sisanya, 3 abstain. Satu voters lagi tidak ikut election (Persis).

Adpaun Mochamad Iriawan mengalahkan dua calon lainnya, yakni Arif Putra Wicaksono dan Rahim Soekasah.

Sementara itu, tujuh calon lainnya sudah menyatakan mundur sebelum pemilihan dimulai.

Mereka adalah Bernard Limbong, Aven Hinelo, Benny Erwin, Fary Djemy Francis, Sarman, Vijaya Fitriyasa, dan Yesayas.

Bernard menjadi orang yang sudah lebih dulu menyatakan mundur sebelum kongres dimulai.

Setelah itu, enam lainnya mundur pada pertengahan berjalannya kongres PSSI karena diusir.

Menurut Vijaya, pengusiran ia dan kelima caketum PSSI lainnya diawali saat mereka menyampaikan interupsi dan ingin menyampaikannya langsung ke FIFA.

Keberatan yang ingin disampaikan mencakup beberapa hal, di antaranya dari mulai tidak adanya debat antarcalon hingga ketidakjelasan pemilik suara (voters).

"Kita-kita maju ke depan dan Pak Fary ingin menyampaikan keberatannya ke FIFA. Tetapi, dihalang-halangi security," kata dia.

Vijaya menyatakan saat terjadi perdebatan, ada petugas keamanan yang meminta mereka untuk keluar.

Permintaan itu turut diperkuat pernyataan yang disampaikan Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria.

"Ada statement Bu Sekjen yang tidak setuju dengan kongres silahkan keluar," kata Vijaya.

"Karena sudah dikasih warning seperti itu, buat apa lagi kita di dalam," ujar dia. Setelah pemilihan ketua umum, pemilihan dilanjutkan dengan pemilihan wakil ketua umum.

Ucap Syukur di Instagram, Ini yang dikatakan Mochamad Iriawan

Setelah terpilih menjadi Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan pun langsung mengabarkan kabar tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @mochamadiriawan84.

Melalui akun Instagramnya, Mochamad Iriawan mengucap syukur atas terpilihnya ia sebagai Ketua Umum PSSI.

Mochamad Iriawan alias Iwan Bule Janji Begini Seusai Terpilih Jadi Ketua Umum PSSI 2019-2023

Ini Sosok Mochamad Iriawan Alias Iwan Bule, Jenderal Bintang Tiga yang Jadi Ketua Umum PSSI

Gubernur Kalteng Terancam Kena Sanksi Dari Komdis PSSI Usai Lempar Botol Saat Laga Kalteng vs Persib

"Repost @officialpssi
Puj syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan anugerahNya pada hari ini, satu amanah lagi Tuhan titipkan kepada saya, terimakasih atas dukungan Voters2 yg telah memiiih dan mempercayakan saya sebagai Ketua Umum PSSI juga doa restu keluarga serta seluruh masyarakat, semoga PSSI kedepan maju, jaya dan membawa harum nama bangsa Indonesia Aamin... #PSSIJaya
#kongrespssi
#TimnasIndonesia
#SepakbolaIndonesia," tulis Mochamad Iriawan, Sabtu (2/11/2019).

Meski begitu, terpilihnya Mochamad Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI ternyata juga banyak menuai reaksi negatif netizen.

Tak sedikit netizen yang menganggap penetapan Mochamad Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI tersebut tak lebih dari sekedar "komedi".

Komentar miring banyak terlihat di akun Instagram Mochamad Iriawan dan akun Instagram resmi PSSI.

Berikut ini reaksi netizen menanggapi penetapan Mochamad Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI.

juanuyee_: SETTINGAN!!! 

pratama__a: Sudah kuduga (+999).

christanugrah: terbukti dong yang di Mata Najwa.

faiz_dhoni: Udah gak kaget.

arifmuhammad.13: 82 suara itu udah di atur yah dasar SETTINGAN!!!

auvnx: SETTINGAN.

muslih0809: SETINGAN WOYY.

mhbhkl: Turut berdukacita untuk sepakbole Indonesia! #RIPPSSI #RIPJurnalis #RIPMedia.

idah.ewh: SETTINGAN TEROSSSSSSS.

andreyulyandra20: Setingan.

uteetuu: Wkwkwk dah ketebak.

brandonnov7: Sudah kuduga.

muadbos: DAGELAN PSSI.

imaaa0712: HABIS GELAP TERBITLAH GLEDEK.

ilhamgufronn: Yaelah kebanyakan setingan.

saefulibrahim01: Ok masa depan PSSI suram FIX!!!

muriz28: Kocak kongres ketua tpi gk ad debat, gk ada saling berbicara mengenai visi misi di muka umum adu pendapat hahahaha.

mukhamad_aan: SETTINGAN!!

rendyaditya93: GA ADA EFEK, yang ada tambah hancurr,, ga berharap banyak sama persepakbolaan indonesia.

Siapa Mochamad Iriawan?

Komjen Mochamad Iriawan lahir di Jakarta, 31 Maret 1962 (umur 57 tahun) adalah perwira tinggi Polri yang sejak 8 Maret 2018 menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

Adapun Mochamad Iriawan atau yang lebih akrab disapa Iwan Bule merupakan lulusan Akpol tahun 1984.

Selama karier kepolisian, Mochamad Iriawan lebih banyak bertugas dalam bidang reserse kriminal.

Sebelumnya, Mochamad Iriawan pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Kasus terkenal yang pernah ditanganinya yaitu pembunuhan kontroversial Nasrudin Zulkarnaen oleh tersangka Ketua KPK Antashari Azhar, saat Mochamad Iriawan masih menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berpangkat Komisaris Besar Polisi tahun 2008.

Pada tanggal 18 Juni 2018, Mochamad Iriawan dilantik oleh Mendagri Tjahjo Kumolo menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat menggantikan Iwa Karniwa hingga 5 September 2018.

Selain itu, Mochamad Iriawan pernah menjadi Kapolda Jabar sejak 24 November 2013 hingga dia ditarik ke Mabes Polri sebagai Kadiv Hukum Polri, 5 Juni 2015.

Sepak terjangnya semasa memimpin Polda Jabar pun tergolong cukup cemerlang.

Adapun Mochamad Iriawan berhasil mengungkap kasus penculikan bayi milik pasangan Toni Manurung (26) dan Lasmaria boru Manulang (24) di RS Hasan Sadikin, Bandung, 25 Maret 2014. 

Selain itu, Mochamad Iriawan juga dikenal keras dalam menerapkan disiplin terhadap anak buahnya.

Di sela apel siaga pasukan pengamanan Konferensi Asia Afrika, di Lapangan Gasibu, 14 April 2015, misalnya, dia pernah menampar dua anggota satuan Sabhara.

Hal itu bermula ketika Mochamad Iriawan menemukan sampah bekas botol minuman berserakan di dalam mobil patroli kedua petugas tersebut.

 "Mobil ini dibeli lewat pajak rakyat, masak kalian merawatnya saja tidak bisa," ujar Mochamad Iriawan sata itu. 

Untuk membuat efek jera terhadap para geng motor yang bertindak kriminal dan sadis, Mochamad Iriawan memerintahkan jajarannya untuk melakukan tembak di tempat.

"Bila ada yang tak berani ukur celananya, ganti pakai rok," katanya waktu itu.

Dari Kapolda Jabar, Mochamad Iriawan ditarik ke Mabes Polri, Jakarta.

Adapun Mochamad Iriawan diberi tugas Kadivkum Polri dan berlanjut sebagai Kadivpropam Polri.

Tak lama kemudian, pada tahun 2016, ia diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya.

Dalam tugas barunya, pria yang suka olahraga ekstrim jeep offroad ini ikut turun ke lapangan dan terlibat secara langsung dalam pengamanan aksi damai 4 November 20016 yang menuntut penahanan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok BTP atas perbuataan penistaan agama.

Ia menjadi garda terdepan pengamanan Jakarta yang sedang menggelar hajatan Pilgub DKI 2017.

Kini, Mochamad Iriawan terpilih sebagai Ketua Umum PSSI melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar, Sabtu (2/11/2019).

Biodata Mochamad Iriawan

Pendidikan Umum

SD (1973)
SMP (1976)
SMA (1980)
S1 (1997)
S2 (2001)

Pendidikan Kepolisian

AKABRI (1984)
PTIK (1993)
SESPIM (1998)
SESPATI XIII (2007)
LEMHANNAS PPSA (2012)

Pendidikan Kejuruan

PA DAS LANTAS (1985)
PA DAS SERSE (1989)
PA LAN SERSE UM (1991)
SUSJAB KAPOLRES IV (2000)
PA SEN SERSE (2002)
ASSESSMENT PATI POLRI (2011)

Tanda Pangkat

Letnan Dua (27-09-1984)
Letnan Satu (01-10-1987)
Kapten (01-10-1990)
Mayor (01-10-1995)
Letnan Kolonel (01-10-1999)
Komisaris Besar Polisi (01-01-2006)
Brigadir Jenderal Polisi (08-11-2010)
Inspektur Jenderal Polisi (12-12-2013)
Komisaris Jenderal Polisi[1] (18-05-2018)

Riwayat Jabatan

07-11-1984: PAMA POLDA NUSRA
23-11-1984: PAMAPTA POLRES BADUNG POLDA NUSRA
29-12-1984: PAGA OPS I PUSKODAL OPS POLRES BADUNG POLDA NUSRA
01-04-1985: PS KAPOLSEK DENPASAR SELATAN
26-03-1986: PAMA PADA MAPOLDA NUSRA
00-12-1986: KANIT RESERSE MOBIL POLRES DENPASAR POLDA NUSRA
00-12-1987: WAKA POLRES DENPASAR KOTA POLDA NUSRA
00-12-1988: KAPOLSEK SANUR DENPASAR POLDA NUSRA
01-02-1990: PAUR OPS SET DEOPS MABES POLRI
00-12-1993: PAUR LAT SET DEOPS MABES POLRI
00-12-1995: PAGA OPS A PUSKODAL OPS POLDA METRO JAYA
00-12-1995: KAPOLSEK METRO SAWAH BESAR POLDA METRO JAYA
01-11-1997: WAKA POLRES METRO TANGERANG POLDA METRO JAYA.
00-12-1998: PAMEN POLDA METRO JAYA
01-05-1999: KABAG SERSE TIK DIT SERSE POLDA JABAR
01-08-1999: DANSAT IDIK VC DIT SERSE UM KORSERSE POLRI
01-08-2000: KAPOLRES SLAWI POLWIL PEKALONGAN POLDA JATENG
26-11-2001: KAPOLRES SLAWI POLWIL PEKALONGAN POLDA JATENG
21-04-2004: IRBIDOPS ITWASDA POLDA METRO JAYA
20-08-2004: WADIR RESKRIMUM POLDA METRO JAYA
14-10-2004: KABID TELEMATIKA POLDA NTT
16-09-2005: DIR RESKRIM POLDA NTT
24-02-2006: KA SPN PURWOKERTO POLDA JATENG
16-03-2008: KABAG LEKDIK RODALPERS SDE SDM POLRI
23-10-2008: DIR RESKRIMUM POLDA METRO JAYA
17-10-2009: WADIR I/KAM DAN TRANNAS BARESKRIM POLRI
29-09-2010: DIRBINMAS BAHARKAM POLRI
03-09-2012: KAPOLDA NTB[2]
24-11-2013: KAPOLDA JABAR[3]
05-06-2015: KADIVKUM POLRI[4]
28-02-2016: KADIVPROPAM POLRI
16-09-2016: KAPOLDA METRO JAYA
20-07-2017: ASOPS KAPOLRI[5]
08-03-2018: SEKRETARIS UTAMA LEMHANAS
18-06-2018: PJ. GUBERNUR JAWA BARAT[6]

Penghargaan

Bintang Bhayangkara Nararya
SL. Kesetiaan XXXII
SL. Kesetiaan XXIV
SL. Kesetiaan XVI
SL. Kesetiaan VIII
SL. Jana Utama
SL. Ksatria Bhayangkara
SL. Karya Bhakti
SL. Dwidya Sistha
SL. Dharma Nusa
SL. Seroja
SL. Operasi Kepolisian
SL. Kebaktian Sosial
UNTAC Medals (Kamboja)
UNCRO Medals (Kroasia)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved