Terpilih Jadi Ketum PSSI, Iwan Bule Lakukan Langkah Awal Bentuk Direktorat Soal Suporter, Tepatkah?

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, siap membuat gebrakan dengan rencana pembentukan

Kolase
istri Ketum PSSI Mochamad Iriawan alais Iwan Bule, Novita Ariyanti 

Pria asli Jakarta ini pun menegaskan, PSSI akan membuat semacam gathering suporter.

”Nanti misal ada 20 perwakilan Jak Mania, 20 mungkin perwakilan fan Persib, itu mereka tak akan berantem. Apa sih salahnya kalau kami buat semacam family gathering bagi suporter,” tutur Iwan.

”Saya pernah pergi ke Malaysia dan di sana ada aliansi suporter. Mereka para Jak Mania dan dari suporter Persib berpelukan lho,” katanya.

Namun, Iwan Bule belum menjelaskan secara detail soal rencananya itu dan apa yang akan dilakukan PSSI. 

Terpilih Jadi Ketum PSSI

Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2019 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Sabtu (2/11/2019), menetapkan Komjen Pol Mochamad Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI periode 2019-2023. 

Setelah resmi menjabat sebagai ketua umum, pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut langsung menyatakan gebrakan awalnya. 

Ada dua pekerjaan utama yang akan Iwan Bule kerjakan setelah ini, yakni persiapan SEA Games 2019 di Manila dan persiapan Piala Dunia U-20 di Indonesia pada 2021 mendatang. 

Iwan Bule mengatakan, dua hal tersebut membutuhkan perhatian besar dari PSSI saat ini.

Selain menjelaskan langkah awal yang akan ia lakukan sebagai ketua umum, Iwan Bule berjanji akan memberantas masalah paling utama sepak bola Indonesia, yakni terkait mafia bola. 

Iwan Bule mengungkapkan, sama seperti mekanisme sebelumnya, ia akan dengan tegas melaporkan ke kepolisian jika terbukti ada praktik mafia bola dalam masa kepengurusannya. 

"Ya saya kan komit, jika ada terbukti, saya dorong ke kepolisian. Saya akan lapor saja kepada satgas jika terbukti ada mafia bola," ujar Iwan Bule

Iwan Bule juga berjanji akan menindaklanjuti jajarannya seandainya terbukti terlibat mafia bola. 

Ia mengaku bahwa tindakan tersebut akan ia lakukan untuk membersihkan dan memperbaiki sepak bola Indonesia. 

"Ya jelas, kalau tidak ditindaklanjuti, kapan kita mau jadi lebih baik? Kalau terbukti ada yang terlibat, nanti saya dorong ke kopolisian," katanya. 

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved