Pelajar SMA Jadi Korban Pembacokan Seorang Pemuda di Lampu Setopan Alun-alun Kejaksan Cirebon

tiba-tiba pelaku datang dari arah belakang dan menghampiri korban yang berboncengan dengan rekannya itu.

Pelajar SMA Jadi Korban Pembacokan Seorang Pemuda di Lampu Setopan Alun-alun Kejaksan Cirebon
KOMPAS.com
Ilustrasi - Sejumlah warga mengatakan, Heri yang merupakan anggota Kostrad TNI itu sebelumnya menegur Otong dan Maryam atau Iyam yang diduga sedang berselingkuh 

Laporan Wartawan TribunCirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM - Pemuda berinisial TD (24) ditangkap petugas Polres Cirebon Kota setelah membacok pelajar di depan Alun-Alun Kejaksan, Jl Siliwangi, Kota Cirebon.

Korban bernama Rizki Dermawan (17) itu dibacok saat melintasi di ruas jalan protokol di Kota Udang tersebut.

Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Deny Sunjaya, mengatakan, TD merupakan warga Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.

Menurut dia, aksi pembacokan yang dilakukan TD itu terjadi tepat di simpang empat lampu lalu lintas persis di depan Alun-alun Kejaksan.

"Saat itu, korban bersama temannya naik motor berhenti karena lampu lalu lintas itu merah," ujar Deny Sunjaya kepada Tribun Jabar, Sabtu (1/11/2019).

Ia mengatakan, tiba-tiba pelaku datang dari arah belakang dan menghampiri korban yang berboncengan dengan rekannya itu.

Tiba-tiba TD langsung membacok kepala korban menggunakan senjata tajam yang hingga kini belum diketahui jenisnya.

Akibatnya korban mengalami luka serius dan dilarikan ke RS Pertamina Klayan Kabupaten Cirebon untuk mendapatkan perawatan medis.

TERBONGKAR Siapa Sebenarnya Suami Nella Kharisma, Ternyata Dia Benar-benar Bukan Orang Sembarangan

Ratusan Orang Tertipu Pembelian Mobil, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah, 3 Bos AkuMobil Ditangkap

Pihaknya pun langsung bertindak cepat dan meminta keterangan para saksi kemudian berhasil menangkap TD pada Kamis (30/10/2019).

"Senjata tajam yang digunakan TD untuk membacok korban belum ditemukan, masih kami cari," kata Deny Sunjaya.

Menurut dia, hingga kini pemeriksaan intensif terhadap TD juga masih dilakukan oleh jajarannya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya TD dijerat Pasal 170 dan atau Pasal 351 KUHP serta diancam hukuman maksimal lima tahun penjara. (*)

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved