Jelang Kongres PSSI, Presenter Cantik Najwa Shihab Beri Masukan: Coret Nama-nama Bermasalah

Presenter Najwa Shihab memberikan pesannya jelang Kongres Pemilihan Komite Eksekutif PSSI, pada 2 November 2019.

(Instagram/@najwashihab)
Postingan Najwa Shihab, Selasa (29/10/2019). 

"Ada (voters) yang berharap (pemilihan) dipercepat. Untuk menghindarkan perpecahan kami percepat menjadi November 2019," kata Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto.

"Kami secepatnya akan berkirim surat ke FIFA," ujar Iwan menambahkan.

Tangisan Tak Biasa Najwa Shihab, Mendadak Berderai Air Mata Saat Kunto Aji Bernyanyi, Minta Hal Ini (ist)
Tangisan Tak Biasa Najwa Shihab, Mendadak Berderai Air Mata Saat Kunto Aji Bernyanyi, Minta Hal Ini (ist) (Istimewa)

Namun, Organisasi sepak bola dunia (FIFA) tak memberi restu kepada PSSI untuk menggelar kongres pada November 2019.

Calon Ketua Umum PSSI Vijaya Fitriyasa, dan Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Refrizal juga sudah mendatangi Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019).

Kedatangan mereka untuk memberikan laporan kepada Menpora, Zainudin Amali.

Vijaya dan Refrizal menyampaikan polemik terkait majunya jadwal Kongres PSSI yang dinilai tidak seusai arahan FIFA.

FIFA selaku otoritas tertinggi sepak bola dunia, meminta kongres digelar pada Januari 2020.

Sebelumnya, satu di antara Calon Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti, juga tidak menyetujui Kongres PSSI digelar pada 2 November mendatang karena bertentangan dengan FIFA.

Berangkat dari kejadian itu, Vijaya dan Refrizal menghadap Zainudin Amali.

“Pak La Nyalla sudah buat statement beliau menolak ikut Kongres 2 November, menarik dirilah dari Kongres 2 November karena dianggap tidak sesuai dengan arahan FIFA yang menginginkan Januari (2020)," ucap Vijaya.

Hingga saat ini, kata Vijaya, PSSI belum mendapatkan persetujuan dari FIFA untuk menggelar kongres pada 2 November 2019.

"Tidak ada latter head atas kesetujuan FIFA itu, hanya reply emailnya Ratu Tisha (Sekjen PSSI)," kata dia.

"Bahwa FIFA akan mengirim observer tapi sekaligus mempertanyakan legitimasi voter-nya, karena kan kompetisi masih berlansung. Ini voternya yang mana, FIFA menayakan," ujar dia.

Vijaya pun menilai keputusan La Nyalla sudah tepat. Sebab, Kongres PSSI pada 2 November mendatang tidak legitimate.

SAKSIKAN ILC Malam Ini Tema Kabinet Indonesia Maju: Yang Menangis & Yang Tertawa, Bakal Seru Loh!

Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Menpora Zainudin Amali Minta Mental Suporter Segera Diubah

Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Luis Milla Ikut Bahagia, Singkirkan Brasil dan Peru

"Saya pribadi takut beliau menggugat hasil ini, kalau ini terjadi saya khawatir penujukkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021 itu bisa dicabut oleh FIFA kalau Kongres nanti kisruh," tutur Vijaya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Wow
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved