Politik

Tahu Prabowo jadi Menhan, Pengamat AS: Mengecewakan Lihat Dia Kembali Punya Kekuatan di Pemerintahan

Dilantiknya Prabowo Subianto oleh Presiden Jokow menjadi Menteri Pertahanan mengundang kritik Pengamat dari Amerika Se

Tahu Prabowo jadi Menhan, Pengamat AS: Mengecewakan Lihat Dia Kembali Punya Kekuatan di Pemerintahan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo keluar dari dalam kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019) sore. Perjalanan Panjang Prabowo Subianto Masuk Kabinet: 11 Tahun Oposisi, 3 Kali Gagal di Pilpres. 

Nama Prabowo masuk dalam daftar hitam Amerika karena dirinya dinilai melakukan pelanggaran HAM.

Saat bertugas di Timor Timur, Prabowo menjadi komandan sebuah grup yang bertugas dari 1978-1979.

Lalu Prabowo kembali tersandung kasus di ujung kekuasaan Soeharto.

 Viral, Demi Skripsi, Mahasiswi Ini Pura-pura Pacari Suami Orang Hingga Jatuh Cinta

Kala itu, dirinya menjabat sebagai Komandan Jenderal Kopassus yang dituding terlibat penculikan aktivis.

Brian Harding mengatakan nama Prabowo terkenal tapi dalam artian negatif.

"While Ryamizard is not well known in US, but Prabowo certainly is but not for the right context (nama Ryamizard tidak begitu dikenal di Amerika Serikat, namun nama Prabowo dikenal tapi karena hal buruk-red)," ucap Brian.

 Saat Debat Capres Sempat Sebut Pertahanan Indonesia Lemah, Ini Kata Prabowo Subianto Sekarang

Namun, semua pandangan dari Amerika Serikat tentang masa lalu Prabowo yang dianggap mengerikan itu langsung dibantah oleh pendukung sang Ketum Gerindra.

Menurut mereka, apabila Prabowo benar-benar terlibat dalam kasus pelanggaran HAM, maka tidak mungkin Prabowo bisa beberapa kali maju sebagai capres.

Para pendukung Prabowo menyebut bahwa isu HAM adalah lagu lama yang selalu digaungkan untuk menjatuhkan Prabowo.

Video selengkapnya dapat dilihat mulai menit awal:

Halaman
1234
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Wow
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved