Dua Wanita di Indramayu Berhasil Diselamatkan Sebelum Diberangkatkan Ke Irak Jadi TKW Ilegal

Sat Reskri Polres Indramayu berhasil membongkar praktik human trafficking atau perdagangan manusia.

Dua Wanita di Indramayu Berhasil Diselamatkan Sebelum Diberangkatkan Ke Irak Jadi TKW Ilegal
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Pelaku human trafficking atau perdagangan manusia berinisial DS (25) saat digelandang polisi di Mapolres Indramayu, Jumat (25/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Indramayu berhasil membongkar praktik human trafficking atau perdagangan manusia.

Kapolres Indramayu, AKBP M. Yoris MY Marzuki mengatakan, ada dua wanita yang berhasil diselamatkan, mereka adalah CT (33) warga Desa Tugu Kecamatan Sliyeg dan KUS (39) warga Sambimaya Kecamatan Juntinyuat.

Keduanya dipaksa pelaku berinisial DS (25) warga asal Desa Karangkendal, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga secara ilegal ke negara Irak.

5 Kepala Kejaksaan Negeri di Jabar Diganti, Kini Kajari Kabupaten Cirebon Dijabat Tommy Kristanto

"Pada tanggal 19 Oktober 2019 kami mendapatkan informasi adanya calon TKW yang akan diberangkatkan secara ilegal ke negara Irak," ujar dia saat Konferensi Pers di Mapolres Indramayu, Jumat (25/10/2019).

Pelaku human trafficking atau perdagangan manusia berinisial DS (25) saat digelandang polisi di Mapolres Indramayu, Jumat (25/10/2019).
Pelaku human trafficking atau perdagangan manusia berinisial DS (25) saat digelandang polisi di Mapolres Indramayu, Jumat (25/10/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Kapolres menjelaskan, polisi segera melakukan penyelidikan dengan membuntuti mobil milik pelaku lalu melakukan pengejaran.

Polisi pun berhasil membekuk pelaku di Jalan Raya Sliyeg Desa Mekargading, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu sekitar pukul 23.00 WIB.

VIDEO VIRAL Istri Sah Hajar & Telanjangi Selingkuhan Suaminya, Sang Suami Malah Lindungi Si Pelakor

"Di dalam mobil itu ada 3 orang, satu orang yang merupakan pelaku dan dua orang lagi yaitu korban," ujar dia.

Disebutkan Kapolres, saat ditangkap pelaku hendak memberangkatkan kedua korban ke Irak. Di dalam mobil polisi juga menemukan koper milik korban yang berisikan pakaian.

Sebagaimana diketahui, penyaluran TKW ke negara-negara timur tengah sekarang sudah di larang, termasuk ke negara Irak.

Tanktop Vanessa Angel Melorot Hingga Belahannya Terlihat Netizen Justru Dicibir Netizen

"Setiap berhasil merekrut dan memberangkatkan satu orang TKW, tersangka DS akan mendapatkan fee/komisi sebesar Rp 5 juta hingga Rp 8 juta," ujar dia.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, yaitu satu unit mobil Toyota Altis, uang tunai Rp. 1.808.000, empat buah paspor, dua buku Rekening dan kartu ATM, buku catatan kasbon, satu unit Hp merk Samsung Galaxi On8, delapan lembar bukti penarikan dan trasfer uang, sebuah koper hitam, sebuah tas punggung merah.

Kapolres Indramayu, AKBP M. Yoris MY Marzuki saat melakukan konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jumat (25/10/2019).
Kapolres Indramayu, AKBP M. Yoris MY Marzuki saat melakukan konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jumat (25/10/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Menteri Agama Tak Diundang Dalam Puncak Acara Hari Santri Nasional, PWNU Jatim: Dia Bukan Santri

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 10 Jo Pasal 4 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) dan
atau Pasal 81 UU RI Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja
Migran Indonesia (PPMI).

"Dengan ancaman hukuman paling sedikit 3 tahun dan paling lama 15 tahun dengan pidana denda paling
sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta," ucap dia.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved