Angka Stunting di Kabupaten Majalengka Tinggi, Dinkes Majalengka Gelar Bimtek Pendidikan Keluarga

Angka Stunting di Kabupaten Majalengka Tinggi, Dinkes Majalengka Gelar Bimtek Pendidikan Keluarga

Angka Stunting di Kabupaten Majalengka Tinggi, Dinkes Majalengka Gelar Bimtek Pendidikan Keluarga
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana beserta Kadisdik, Ahmad Suswanto saat berfoto dengan para peserta bimtek pendidikan keluarga 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Dari 160 Kabupaten/Kota di Indonesia, Kabupaten Majalengka merupakan daerah yang angka prevalensi Stuntingnya tinggi.

Stunting sendiri yaitu kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, Ahmad Suswanto dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pendidikan Keluarga, Kamis (24/10/2019).

VIDEO Kiky Saputri Roasting 4 Menteri, Berani Sebut Menlu Anak TK, Susi Pudjiastuti Acungi Jempol

Kegiatan yang berlokasi di Gedung Islamic Center itu, Ahmad mengatakan berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Majalengka merupakan salah satu daerah yang memiliki angka prevalensi Stuntingnya yang tinggi.

Melalui Kompetisi Robots Save The Earth Robotik Madrasah 2019, Siswa Diajari Cinta Lingkungan

Bus Rombongan Study Tour Tabrak Truk di Tol Cipali KM 181, Tiga Orang Tewas dan Lima Orang Luka-luka

Disampaikan dia, ada sekitar 1985 orang yang terdampak stunting yang menyebar di 26 Kecamatan.

"Di Indonesia itu, menurut riset kesehatan dasar yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan pada 2018, bahwa ada 30% anak balita mengalami stunting. Di Majalengka sendiri, menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka pada 2018, terdapat 1985 balita," ujar Ahmad, Kamis (24/10/2019).

Menyikapi hal itu, lanjut Ahmad, Pemerintah melakukan kegiatan melalui Disdik Majalengka, melaksanakan Bimbingan Teknis Pendidikan Keluarga.

CURHATAN Ignasius Jonan Viral, Tak Lagi Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri, Tak Sempat Duduki Kursi Kerja

Kegiatan ini, berlangsung dari mulai tanggal 24 hingga 26 Oktober 2019 dengan melibatkan peserta dari tim penggerak PKK Desa sebanyak 298 orang dan 296 guru PAUD.

"Masa 1000 HPK merupakan masa penting yang berpengaruh dalam pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan. Oleh karena itu, pada masa ini diperlukan pengasuhan orang tua yang tepat sehingga bisa mencegah terjadinya stunting," ucap dia.

"Dengan diselenggarakannya bimbingan teknis pendidikan keluarga ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para peserta bimbingan dalam rangka penurunan angka stunting serta dapat mengimplementasikan hasilnya kepada masyarakat," kata Ahmad.

WANITA Ini Jual Suaminya Yang Selingkuh & Jarang Pulang Rp 99 Juta, Alasan Sebenarnya Mengejutkan

Sementara, Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana menjelaskan, pada kesempatan ini semuanya dapat mendengarkan bagaimana strategi atau teknik bebas dari stunting.

Untuk itu, jelas dia, Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbud RI yang sudah berkenan hadir dan bisa bekerjasama dengan Pemda Majalengka.

"Berbicara komitmen bersama itu adalah pasti harus bergerak bersama menyeluruh, harus komperhensif dari semua sisi dan semua stakeholder. Dan yanh paling utama adalah ibu-ibu PKK sebagai ujung tombak itu paling terdepan, karena kedepannya dapat berjalan dengan baik," ujar Wakil Bupati.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved