Peringati Hari Santri, Pegawai di Pemda Cirebon Pakai Sarung dan Pakaian Muslim saat Berdinas

pegawai pemerintahan laki-laki, terlihat mengenakan pakaian khas yang biasa dikenakan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN)

Peringati Hari Santri, Pegawai di Pemda Cirebon Pakai Sarung dan Pakaian Muslim saat Berdinas
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober 2019, dirayakan sebagian masyarakat di Indonesia, tidak terkecuali oleh pegawai Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Cirebon. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh setiap tanggal 22 Oktober 2019, dirayakan sebagian masyarakat di Indonesia, tidak terkecuali oleh pegawai Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Cirebon.

Berbeda dengan Selasa sebelumnya, di mana seluruh pegawai Pemda Kabupaten Cirebon‎ mengenakan seragam perlindungan masyarakat (linmas) warna hijau, namun pada Selasa 22 Oktober ini tampak berbeda.

Pantauan Tribun di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, pegawai pemerintahan laki-laki, terlihat mengenakan pakaian khas yang biasa dikenakan santri, yakni pakaian muslim, sarung, serta kopiah.

Sedangkan‎ pegawai pemerintahan Kabupaten Cirebon yang perempuan, mengenakan beberapa jenis busana muslim, mulai khimar, abaya, gamis, hingg kaftan.

Nurjati, pegawai Bagian Humas Sekretariat‎ Daerah (Setda) Kabupaten Cirebon, kalau ia sengaja mengenakan sarung, sesuai imbauan dari Bupati Cirebon, Imron Rosyadi.

Santri-santri di Kabupaten Indramayu saat melakukan pawai taaruf dalam memperingati Hari Santri Nasional 2019 di depan Kantor Kemenag Indramayu, Senin (21/10/2019).
Santri-santri di Kabupaten Indramayu saat melakukan pawai taaruf dalam memperingati Hari Santri Nasional 2019 di depan Kantor Kemenag Indramayu, Senin (21/10/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

"Ada disurat edaran, kalau pegawai diminta mengenakan pakaian muslim," kata Nurjati di Kantor Setda Kabupaten Cirebon, Selasa (22/10/2019).

Lagu Yaa Lal Wathan Menggema di Puncak Hari Santri Nasional 2019 di Alun-alun Indramayu

Peringatan Hari Santri di Indramayu Terbilang Sukses, Berkat Semangat Para Santri

Peringatan Hari Santri Nasional untuk Penghormatan Terhadap Santri? Ini Sejarah Hari Santri Nasional

Peringatan HSN ditetapkan oleh Presiden Republik Indo‎nesia, Joko Widodo pada 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Penetapan HSN tersebut, diketahui untuk meneladankan semangat jihad kepada santri tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) atau kenegaraan‎, sesuai semangat para ulama.

Ribuan santri saat pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Alun-alun Indramayu, Selasa (22/10/2019).
Ribuan santri saat pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Alun-alun Indramayu, Selasa (22/10/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Berkaca pada sejarah beberapa puluh tahun lalu, HSN pun bertepatan dengan seruan yang dibacakan oleh KH Hasyim Asyari, terkait aksi seruan untuk jihad melawan penjajah.

Di sisi lain, HSN tersebut adalah pengakuan resmi pemerintah Republik Indonesia, atas peran besar umat islam dalam merebut dan berjuang untuk menjaga keutuhan NKRI.

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved