TERCIDUK, Ariel Noah Gandeng Wanita Bergaun Hitam saat Nonton Koser Marcell Tujuhbelas, Siapa Dia?
Kisah cinta vokalis grup band NOAH Nazril Irham atau Ariel selalu menarik perhatian publik.
TRIBUNCIREBON.COM - Kisah cinta vokalis grup band NOAH Nazril Irham atau Ariel selalu menarik perhatian publik.
Saat menghadiri Konser Marcell Tujuhbelas yang digelar di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019) malam, Ariel kembali membuat penasaran dengan sosok wanita yang digandengnya.
Ariel tampak gagah dengan mengenakan blazer berwarna abu-abu muda dengan kaos berwarna hitam di bagian dalamnya.
Namun vokalis grup band NOAH itu tidak datang sendirian.
Ariel datang bersama seorang wanita yang mengenakan gaun berwarna hitam.
Sejak pertama kali datang, tangan Ariel terlihat begitu erat menggenggam jemari wanita di sebelahnya itu.
Begitu pula saat konser usai. Ariel yang enggan menanggapi pertanyaan wartawan hanya berjalan cepat bersama teman wanitanya tersebut.
“Ke sana dulu ya,” ujar Ariel seraya berlalu.
Memang tak ada pernyataan resmi dari Ariel terkait siapa wanita yang datang bersamanya itu.
Selama ini, kisah cinta ayah satu anak ini selalu menarik untuk disimak.
Diketahui Ariel sempat menjalin kasih dengan sederet selebritis Tanah Air seperti Luna Maya, Sophia Latjuba, dan yang terakhir dikabarkan dekat dengan bintang muda Pevita Pearce.
Namun, Ariel tak pernah bersedia mengungkap kisah cintanya ke publik.

GEN Ariel NOAH
Musisi Nazril Irham atau akrab disapa Ariel menjadi salah satu dari 15 relawan yang mengikuti tes DNA dalam riset Penelusuran Leluhur Orang Indonesia Asli. Hasil tes DNA tersebut dipamerkan dalam pameran ASOI: Asal Usul Orang Indonesia yang digelar Majalah sejarah berbasis online Historia.id di Museum Nasional, Jakarta Pusat, pada 15 Oktober - 10 November 2019.
Dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bila Ariel memiliki empat perpaduan DNA. DNA tersebut terdiri dari South Asian sebesar 79,78 persen (India, Bangladesh, Tamil, Nepal), East Asian sebesar 15,14 persen (Jepang), Asian Dispersed 5,02 persen (Asia-Amerika), Middle Eastern 0,05 persen (Cypriot-Yunani).