Meriahnya Festival Tjimanoek Indramayu 2019, Pamerkan Kekayaan Budaya & Kearifan Lokal Kota Mangga

Festival Tjimanoek menjadi agenda rutin tahunan Kabupaten Indramayu dalam mengenalkan. . .

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kemeriahan Festival Tjimanoek 2019 di Gor Dharma Ayu Indramayu, Sabtu (12/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Festival Tjimanoek menjadi agenda rutin tahunan Kabupaten Indramayu dalam mengenalkan budaya dan kearifan lokal khas Bumi Wiralodra ke khalayak publik, Sabtu (12/10/2019).

Khususnya di Festival Tjimanoek tahun 2019 ini, ada beragam kreasi seni yang mengusung kekayaan adat Kabupaten Indramayu.

Seperti, tradisi Berokan, Gadis Ngarot, Ratu Mangga, Raja Mangga, Buyut Tenajar, Topeng Ireng, Jaka Tarub, Kampung Nelayan, Kampung Petani, dan masih banyak lagi.

Festival ini juga dimeriahkan oleh kota/kabupaten tetangga, yakni, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Subang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Kalimantan Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Jawa Tengah, dan Provinsi Sulawesi Selatan.

Adapun Festival Tjimanoek sendiri merupakan tradisi rutin setiap tahun yang dirayakan masyarakat Bumi Wiralodra dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Indramayu.

Pantauan Tribuncirebon.com, Festival Tjimanoek 2019 berlangsung sangat meriah, jalanan pun sesak dipadati masyarakat yang menyaksikan festival.

Rencananya mereka akan melakukan kirab dari Gor Dharma Ayu menuju Jalan DI Panjaitan, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani, dan finis di Kawasan Pasar Mambo Indramayu.

Kemeriahan Festival Tjimanoek 2019 di Gor Dharma Ayu Indramayu, Sabtu (12/10/2019).
Kemeriahan Festival Tjimanoek 2019 di Gor Dharma Ayu Indramayu, Sabtu (12/10/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Uniknya lagi, dalam festival ini yang terlihat sangat menonjol adalah hadirnya Ratu dan Raja Mangga.

Mereka mengenakan kostum yang mencirikhaskan bahwa Kabupaten Indramayu juga terkenal dengan ikon Kota Mangganya.

Festival ini pun tidak hanya diikuti oleh kalangan budayawan dan pegiat seni saja, melainkan diikuti oleh beragam kalangan usia, mulai dewasa hingga anak-anak turut terlibat.

Mereka semua mengenakan kostum adat yang menjadi kekhasan daerah masing-masing.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved