Kisah Keluarga Neneng dan Kholid, Rumahnya Hancur Ditimpa Batu Besar, Tak Bisa Kursus Menjahit Lagi

Kholid menaksir kerugian materi yang dialami keluarganya sekitar Rp. 800 juta lebih. Selain itu, mereka juga masih mengalami trauma karena peristiwa

Kisah Keluarga Neneng dan Kholid, Rumahnya Hancur Ditimpa Batu Besar, Tak Bisa Kursus Menjahit Lagi
Tribun Jabar/Ery Chandra
Kholid saat berada di depan rumahnya di Kampung Cihandeuleum, Purwakarta yang hancur tertimpa bebatuan akibat diduga kuat aktivitas peledakan batu oleh pekerja PT.MSS, Jumat (11/10/2019). 

Laporan wartawan Tribun, Ery Chandra

TRIBUNCIREBON.COM, PURWAKARTA - Wajah penuh kesedihan terpancar dari Kholid (60) dan Neneng Fatimah (43). Pasangan suami istri itu menyaksikan rumah mereka yang hancur, tinggal puing,  karena ditimpa bebatuan berukuran besar. 

Batuan besar itu terlontar akibat peledakan tambang oleh pekerja PT MSS dan menghancurkan sejumlah rumah serta sekolah di Kampung Cihandeuleum, Kabupaten Purwakarta.

Rumah yang rusak berat adalah milik Dodi Dores (37) yang hampir keseluruhan bangunannya hancur. Hanya tersisa pada bagian depannya saja. Bahkan, sebuah batu tinggi sekitar 10 meter itu tergeletak di bagian belakang rumahnya.

Sedangkan satu rumah lagi hampir serupa. Satu batu berukuran besar menimpa rumah milik Kholid. Mereka sempat mengungsi setelah kejadian. Sedangkan puluhan rumah, dan sekolah hanya mengalami kerusakan ringan.

Neneng menceritakan pada saat kejadian, ia sedang tidak berada di kediamannya, termasuk empat orang anaknya. Sedangkan suaminya saat itu tengah berada di Sukabumi.

"Saat itu saya sedang di belakang, di rumah tetangga. Tahu-tahu seperti meledak, batu-batu beterbangan. Satu di antaranya ke rumah Pak Dodi. Bersyukur kami tidak di rumah," ujar Neneng, di depan kediaman mereka yang hancur, Kabupaten Purwakarta, Jumat (11/10/2019).

Aparat Polres Purwakarta meninjau lokasi jatuhnya batu besar hasil peledakan di tambang batu yang merusak rumah warga Kampung Cihandeuleum RT.09/05, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Kamis (10/10/2019).
Aparat Polres Purwakarta meninjau lokasi jatuhnya batu besar hasil peledakan di tambang batu yang merusak rumah warga Kampung Cihandeuleum RT.09/05, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Kamis (10/10/2019). (Tribun Jabar/Ery Chandra)

Menurut Neneng, sebagian besar rumah mereka hancur. Termasuk barang-barang yang berada di dalamnya. Mesin jahit, kulkas, televisi, etalase, tempat tidur dan lainnya, tak bisa dipergunakan lagi.

"Mesin-mesin jahit itu untuk kursus mata pencaharian saya. Semua hancur, tersisa sedikit bagian musala," katanya seraya menyampaikan ketika kejadian it melihat sejumlah warga berlari ketakutan.

Sedangkan Kholid menaksir kerugian materi yang dialami keluarganya sekitar Rp. 800 juta lebih. Selain itu, mereka juga masih mengalami trauma karena peristiwa tersebut.

"Bukan was-was lagi, kejadian begini kami jadi takut. Kalau pun rumah dibangun di sini, enggak mau lagi. Anak-anak pada takut," ujarnya.

RSJ Cisarua Kini Kebanjiran Pasien Anak yang Kecanduan Gadget, Bahkan Ada yang Usia 5 Tahun

Ayah Perkosa Anak Perempuannya Tiga Kali Seminggu, Putri Kandungnya Sampai Lahirkan Tujuh Anak

Menurutnya, kini untuk sementara waktu mereka mengungsi di rumah orangtuanya yang berada di wilayah terdekat. Meski peristiwa itu bukan pertama kali, tetapi kerap kali terjadi longsor-longsor kecil.

"Kalau harapan masyarakat maunya aman, dan tidak takut. Tapi apa daya kekuatan masyarakat hanya sampai mana," katanya. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved