Pedagang Minta Status Gunung Tangkubanparahu Diturunkan Menjadi Normal, Begini Kondisinya Sekarang

Pedagang Minta Status Gunung Tangkubanparahu Diturunkan Menjadi Normal, Begini Kondisinya Sekarang

Pedagang Minta Status Gunung Tangkubanparahu Diturunkan Menjadi Normal, Begini Kondisinya Sekarang
Tribun Jabar/Hilman
Kondisi Gunung Tangkubanparahu 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, LEMBANG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan saat ini aktivitas Vulkanik Gunung Tangkubanparahu sudah mengalami penurunan.

Tetapi, status Gunung Tangkubanparahu masih Level II (Waspada).

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG, Hendra Gunawan mengatakan, berdasarkan pengamatan visual, saat ini masih teramati asap berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal dengan ketinggian sekitar 40 hingga 150 meter dari dasar kawah.

Gunung Tangkubanparahu Sudah Dua Bulan Ditutup, Begini Nasib Para Pedagang di Sana

"Memang aktivitasnya saat ini sudah menerun, tapi untuk penurunan statusnya, para pedagang harus besabar karena untuk keputusan bukan pada level kita yang disini," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (10/10/2019).

Sementara untuk kegempaan, Hendra menyebutkan, sudah terjadi lima kali gempa hembusan dengan amplitudo yang terekam dari seismograf 2 hingga 10 milimeter dan durasinya 7 hingga 13 detik.

Kendati demikian, pihaknya tetap mengimbau agar masyarakat dan pedagang tidak mendekati Kawah Ratu yang ada di puncak Gunung Tangkubanparahu dalam radius 1,5 kilometer dari kawah aktif.

"Masyarakat juga diharapkan tetap tenang, beraktivitas seperti biasa, tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkubanparahu dan harus selalu mengikuti arahan BPBD setempat," katanya.

Sebelumnya, sejumlah pedagang yang biasa berjualan di Gunung Tangkubanparahu meminta PVMBG untuk menerunkan status gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level I (Normal).

Hal tersebut dilakukan para pedagang akibat level Gunung Tangkubanparahu masih waspada itu, para pedagang tidak bisa berjualan karena tempat wisata itu masih ditutup dan tidak bisa dikunjungi wisatawan.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved