Kamis, 7 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

MENKOPOLHUKAM Wiranto Dicoba Dibunuh Pria, Ini Sosok Mantan Panglima ABRI dan Kontroversinya

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto mengalami kejadian di luar dugaan dengan adanya percobaan pembunuhan oleh seorang pria

Tayang:
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, selepas mengisi seminar Forum Nasional Mahasiswa Anti Penyalahgunaan Narkoba 2019, di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (28/3/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto mengalami kejadian di luar dugaan dengan adanya percobaan pembunuhan oleh seorang pria yang mencoba menusuknya di wilayah Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). 

Lebih Dekat Kenal Sosok Wiranto

Wiranto adalah Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) terakhir. Sebab, tahun 1999, TNI dipisahkan dari polisi sehingga yang ada adalah nomenklatur Panglima TNI.

Saat Presiden BJ Habibie, Wiranto ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan. Di masa-masa krusial ini, Wiranto mengaku memiliki mandat yang mirip seperti diperoleh Soeharto saat mendapat Surat Perintah 11 Maret (Supersemar).

Pensiun dari militer, Wiranto mencoba beralih ke dunia politik. Pada 2004, Wiranto maju sebagai kandidat presiden dari Partai Golkar berpasangan dengan Salahudin Wahid. Namun kalah dalam Pemilihan Presiden yang dimenangi pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.

Kegagalan di Pilpres 2004 tak membuatnya putus asa. Dia kemudian mendirikan partai politik bernama Hanura dan pada pilpres 2009, kembali bertarung, tapi sebagai calon wakil presiden berpasangan dengan calon presiden Jusuf Kalla. Tapi, tetap kalah. 

Pada Pilpres 2014, dia masih berusaha dan menjadi bakal calon presiden berpasangan dengan bos MNC Group Harry Tanoe. Namun, kedua pasangan ini berpisah sebelum Pilpres digelar.

Wiranto lahir di Yogyakarta, 4 April 1947. Ia anak keenam dari sembilan bersaudara. Ayahnya bernama RS. Wirowijoto adalah seorang guru sekolah dasar dan ibunya bernama Suwarsijah sebagai ibu rumah tangga. Wiranto menikah dengan Hj. Rugaiya Usman dan dikaruniai 3 orang anak.

Saat usia baru satu bulan, Wiranto harus pindah bersama kedua orangtuanya ke Surakarta karena agresi Belanda yang menyerang Kota Yogyakarta. Di Surakarta, Wiranto menamatkan pendidikan sekolah dasarnya hingga sekolah menengah. Ia tamat dari SMA Negeri 4 Surakarta pada usia 17 tahun. Selanjutnya ia melanjutkan di Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang dan lulus pada tahun 1968.

Usai lulus dari AMN, Wiranto memulai karier militernya di korps infantri. Namanya mulai diperhitungkan saat menjadi ajudan Presiden Soeharto selama empat tahun antara 1989-1993.

Setelah itu, karier militernya mulai meningkat. Mulai dari kepala staf kodam Jaya, Pangdam Jaya, Pangkostrad, hingga KASAD. Pada tahun 1998, Wiranto ditunjuk oleh Presiden Soeharto menjadi Panglima ABRI (Pangab), kini berubah nama menjadi Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), hingga era Presiden B.J Habibie.

PENDIDIKAN
SMA Negeri 4 Surakarta (1964)
Akademi Militer Nasional (1968)
Universitas Terbuka, Jurusan Administrasi Negara (1995)
Perguruan Tinggi Ilmu Hukum Militer (1996)
STIE IPWIJA, Magister Manajemen (2006)
Universitas Negeri Jakarta, Doktor bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (2013)

KARIER
Korps kecabangan infantri (1968)
Karoteknik Ditbang Pussentif (1983)
Kadep Milnik Pussentif (1984)
Kasbrigif-9 Kostrad(1985)
Waasops Kas Kostrad (1987)
Asops Kasdivif-2 Kostrad (1988)
Ajudan Presiden Republik Indonesia (1989-1993)
Kasdam Jaya (1993)
Pangdam Jaya (1994)
Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) (1996)

PENGHARGAAN
Bintang Mahaputra Adipradana
Bintang Dharma
Bintang Yudha Dharma Putra
Bintang Kartika Eka Paksi Utama
Bintang Jalasena Utama
Bintang Swa Buana Paksa Utama
Bintang Bhayangkara Utama
Bintang Yudha Dharma Naraya
Bintang Kartika Eka Paksi Pratama
Bintang Veteran Timur Tengah
Bintang Kehormatan dari Spanyol
Bintang Kehormatan dari Australia
Bintang Kehormatan dari Belanda
Bintang Pingat Jasa Gemilang Singapura
Bintang Kehormatan Darjah Paduka Keberanian Laila Terbilang (DPKT) dari Brunai Darussalam
Bintang Darjah Panglima Mangku Negara (PMN) dari Pemerintah Malaysia
Bintang Kesetiaan XXIV Tahun
Bintang Penegak G-30-S/PKI
Bintang Seroja
Bintang Wirakarya
Bintang Dwija Sistha
Manggala/Wirakarya Kencana

Persaingan Wiranto dengan Prabowo

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved