MENKOPOLHUKAM Wiranto Dicoba Dibunuh Pria, Ini Sosok Mantan Panglima ABRI dan Kontroversinya

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto mengalami kejadian di luar dugaan dengan adanya percobaan pembunuhan oleh seorang pria

MENKOPOLHUKAM Wiranto Dicoba Dibunuh Pria, Ini Sosok Mantan Panglima ABRI dan Kontroversinya
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, selepas mengisi seminar Forum Nasional Mahasiswa Anti Penyalahgunaan Narkoba 2019, di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (28/3/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto mengalami kejadian di luar dugaan dengan adanya percobaan pembunuhan oleh seorang pria yang mencoba menusuknya di wilayah Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). 

Lebih Dekat Kenal Sosok Wiranto

Wiranto adalah Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) terakhir. Sebab, tahun 1999, TNI dipisahkan dari polisi sehingga yang ada adalah nomenklatur Panglima TNI.

Saat Presiden BJ Habibie, Wiranto ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan. Di masa-masa krusial ini, Wiranto mengaku memiliki mandat yang mirip seperti diperoleh Soeharto saat mendapat Surat Perintah 11 Maret (Supersemar).

Pensiun dari militer, Wiranto mencoba beralih ke dunia politik. Pada 2004, Wiranto maju sebagai kandidat presiden dari Partai Golkar berpasangan dengan Salahudin Wahid. Namun kalah dalam Pemilihan Presiden yang dimenangi pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla.

Kegagalan di Pilpres 2004 tak membuatnya putus asa. Dia kemudian mendirikan partai politik bernama Hanura dan pada pilpres 2009, kembali bertarung, tapi sebagai calon wakil presiden berpasangan dengan calon presiden Jusuf Kalla. Tapi, tetap kalah. 

Pada Pilpres 2014, dia masih berusaha dan menjadi bakal calon presiden berpasangan dengan bos MNC Group Harry Tanoe. Namun, kedua pasangan ini berpisah sebelum Pilpres digelar.

Wiranto lahir di Yogyakarta, 4 April 1947. Ia anak keenam dari sembilan bersaudara. Ayahnya bernama RS. Wirowijoto adalah seorang guru sekolah dasar dan ibunya bernama Suwarsijah sebagai ibu rumah tangga. Wiranto menikah dengan Hj. Rugaiya Usman dan dikaruniai 3 orang anak.

Saat usia baru satu bulan, Wiranto harus pindah bersama kedua orangtuanya ke Surakarta karena agresi Belanda yang menyerang Kota Yogyakarta. Di Surakarta, Wiranto menamatkan pendidikan sekolah dasarnya hingga sekolah menengah. Ia tamat dari SMA Negeri 4 Surakarta pada usia 17 tahun. Selanjutnya ia melanjutkan di Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang dan lulus pada tahun 1968.

Usai lulus dari AMN, Wiranto memulai karier militernya di korps infantri. Namanya mulai diperhitungkan saat menjadi ajudan Presiden Soeharto selama empat tahun antara 1989-1993.

Halaman
1234
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved